Tips-tips agar Pohon Kelapa Sawit Berbuah Lebat

Anda membudidayakan pohon kelapa sawit untuk memperoleh buahnya. Buah kelapa sawit mengandung minyak CPO (Crude Palm Oil). Minyak ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Selain dipakai untuk kebutuhan memasak, CPO juga banyak digunakan sebagai bahan baku dalam industri kosmetik dan obat-obatan. Anda bisa meraih keuntungan yang besar dengan menjual buah sawit atau pun minyaknya.

Prinsip dasar dalam berbisnis kelapa sawit adalah semakin banyak jumlah buah yang dihasilkan pohon, maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang akan Anda dapatkan. Oleh karena itu, Anda harus mengupayakan agar pohon-pohon kelapa sawit yang ditanam di perkebunan mampu berbuah lebat. Lantas, Anda pun melakukan berbagai perawatan untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman kelapa sawit tersebut.

kelapa-sawit-berbuah-lebat.jpg

Di bawah ini merupakan kiat-kiat dalam merawat kelapa sawit agar menghasilkan buah yang banyak!

Tips 1. Sesuaikan Perawatan dengan Kondisi

Tanaman kelapa sawit bisa dibudidayakan di lahan mineral dan lahan gambut. Namun dalam perawatannya tentu berbeda. Biasanya budidaya kelapa sawit dilaksanakan di lahan mineral. Walaupun lebih sulit dipelihara, tapi pohon kelapa sawit yang ditanam di lahan gambut mampu menghasilkan buah yang lebih banyak. Anda harus benar-benar memperhatikan sistem irigasi di dalam perkebunan untuk mencegah timbulnya genangan air. Selain itu, tanaman juga membutuhkan unsur Cu dan Fe yang lebih banyak.

Tips 2. Lakukan Pemupukan secara Tepat

Pemupukan kelapa sawit harus dilakukan secara tepat. Dosis pupuk yang diberikan ke tanaman kelapa sawit, tata cara pemberiannya, serta waktu pelaksanaan pemupukan harus diatur dengan matang. Bukan berarti ketika Anda memberikan pupuk yang lebih banyak, maka pohon kelapa sawit ini pasti akan tumbuh semakin subur. Kadang-kadang pemupukan pun berakhir sia-sia karena waktu dan pemberiannya yang tidak tepat. Karena ada cukup banyak aturan yang harus dipatuhi dalam memupuk kelapa sawit, kami akan membahasnya di artikel sendiri.

Tips 3. Rutin Bersihkan Gulma di Lahan

Anda tidak boleh membiarkan gulma tumbuh di perkebunan, atau setidaknya di area piringan yang mengelilingi tanaman kelapa sawit. Pasalnya gulma akan menjadi pesaing bagi tumbuhan sawit yang Anda budidayakan. Gulma tersebut akan turut mengambil air, pupuk, dan sinar matahari yang dibutuhkan oleh tanaman. Selain itu, rimbunnya gulma akan meningkatkan kelembaban di perkebunan sehingga dapat memicu serangan hama dan penyakit. Anda perlu membersihkan gulma yang tumbuh di lahan secara rutin.

Tips 4. Waspada Terhadap Hama dan Penyakit

Selalu pasang sikap waspada terhadap hama dan penyakit yang mungkin menyerang tanaman-tanaman kelapa sawit di perkebunan Anda. Beberapa jenis hama yang perlu diwaspadai antara lain kera, gajah, babi hutan, kumbang, ulat, dan kutu. Hama ini akan menyerang tanaman serta melakukan perusakan sehingga tanaman mengalami keterlambatan dalam pertumbuhannya, tumbuh tidak normal, atau bahkan mati. Sedangkan penyakit bisa menyerang ke tanaman dan melakukan perusakan, hingga akhirnya menyebar ke tanaman-tanaman yang lain. Anda harus melakukan pengendalian sedini mungkin saat melihat adanya tanda-tanda awal yang muncul.

Tips 5. Pakailah Alat Pertanian Berteknologi Tinggi

Dunia pertanian di Indonesia kini sudah jauh lebih maju daripada zaman dahulu. Ada begitu banyak alat-alat pertanian yang telah ditemukan. Untuk membuat pekerjaan Anda dalam mengelola perkebunan kelapa sawit menjadi lebih efektif dan efisien, kami sarankan Anda supaya turut menggunakan alat-alat modern ini. Mulailah tinggalkan alat pertanian tradisional yang masih memakai tenaga manual. Sebagai gantinya, Anda bisa membeli alat pertanian yang lebih modern sehingga hasil kerjanya lebih optimal.

Tips 6. Pangkas Tanaman agar Lebih Produktif

Pemangkasan termasuk salah satu upaya perawatan yang wajib dilakukan terhadap tanaman kelapa sawit. Sayangnya masih banyak petani lokal yang belum mengetahui bagaimana tata cara memangkas pohon sawit dengan benar. Beberapa petani juga enggan melakukannya karena masih tidak percaya terhadap manfaatnya. Padahal pemangkasan ini akan membuat tingkat produktivitas tanaman semakin meningkat. Pohon sawit tersebut mampu berbuah lebih banyak jika rutin dipangkas.

  • Tanaman kelapa sawit yang berumur kurang dari 9 tahun, maka tunasannya harus songgo tiga.
  • Tanaman kelapa sawit yang berumur sekitar 9-15 tahun, maka tunasannya harus songgo dua.
  • Tanaman kelapa sawit yang berumur lebih dari 15 tahun, maka tunasannya harus songgo satu.

Tips 7. Lakukan Panen TBS dengan Benar

Meskipun kelihatannya mudah dilakukan, tetapi proses pemanenan TBS (Tandan Buah Segar) kelapa sawit mempunyai risiko yang cukup tinggi. Oleh karena itu, Anda harus mengerjakannya dengan benar. TBS harus dipanen dengan hati-hati dan sesuai aturan. Sebab bila tidak, ada kemungkinan tanaman tidak menghasilkan buah lagi dalam jangka waktu yang lama akibat tidak adanya bakal buah yang tumbuh atau tanaman tersebut mengalami stres. Kasus ini biasanya terjadi jika tanaman mengalami guncangan yang terlalu keras saat dipanen atau mengalami luka selain di bagian tandan.