Teknik Budidaya Lidah Buaya yang Benar

Bagaimana cara membudidayakan lidah buaya yang benar? Lidah buaya pada umumnya diperbanyak melalui anakan. Anakan-anakan ini tumbuh dari batang indukan yang berada di dalam tanah. Setiap tanaman lidah buaya mampu menghasilkan anakan hingga 5-8 batang yang tumbuh mengelilinginya. Setelah dipisahkan dari induknya, anakan lidah buaya ini dapat dijadikan sebagai bibit untuk keperluan budidaya.

Anakan lidah buaya yang layak digunakan sebagai bibit memiliki ukuran sebesar ibu jari dengan panjang antara 10-20 cm. Bibit lidah buaya lantas dipelihara di dalam bedeng persemaian atau polybag. Proses penyemaian ini dilakukan sampai bibit tersebut mempunyai sistem perakaran yang cukup kuat untuk mendukung pertumbuhannya. Lama waktu penyemaian berkisar antara 3-4 minggu.

budidaya-lidah-buaya.jpg

Persiapan Lahan

Lahan untuk penanaman bibit lidah buaya harus dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum digunakan. Lahan tersebut dicangkul sedalam 30-50 cm dana dibersihkan dari kotoran-kotoran yang tersimpan di dalamnya. Tambahkan pupuk kandang untuk menyuburkan media tanam. Setelah itu, Anda bisa membuat bedengan.

Penanaman lidah buaya biasanya dilakukan dengan sistem jarak tanam baris tunggal. Kelebihan dari sistem ini adalah pemeliharaan dan pemanenan tanaman menjadi lebih mudah dikerjakan. Adapun jarak penanaman yang bisa diterapkan mulai dari 50 x 75 cm hingga 50 x 100 cm. Sedangkan untuk bedengan lebar, Anda bisa memakai jarak penanaman 60 x 50 cm.

Penanaman Bibit

Bibit lidah buaya yang akan ditanam di lahan harus disemai terlebih dahulu untuk meningkatkan potensi hidupnya. Penyemaian anakan lidah buaya juga bertujuan untuk memudahkan Anda dalam merawat anakan-anakan tersebut sehingga tumbuh secara subur, sehat, dan seragam. Waktu penanam yang paling baik ialah ketika awal musim penghujan atau akhir musim kemarau. Proses penanaman sebaiknya dikerjakan saat pagi atau sore hari.

Untuk menanamkan bibit lidah buaya, Anda bisa melepaskan bibit tersebut dari polybag dengan hati-hati supaya tidak merusak media semai. Setelah itu, bibit ini dimasukkan ke dalam lubang tanam dan ditimbun kembali dengan tanah di sekitarnya. Jangan lupa berikan naungan di atas masing-masing bibit menggunakan pelepah pisang atau daun kelapa untuk melindunginya dari terik sinar matahari dan curah hujan yang tinggi.

Perawatan Tanaman

Sebisa mungkin jagalah kondisi kelembaban udara di area lahan. Tanaman lidah buaya memang tidak terlalu membutuhkan air dalam jumlah yang cukup. Namun kondisi lahan yang lembab akan meningkatkan kesuburannya. Jadi lahan harus disiram secara berkelanjutan dengan air yang seperlunya saja ketika pagi dan sore hari. Lakukan penyiraman hingga tanaman sudah terlihat tumbuh subur.

Selama dalam masa pemeliharaan awal tanaman lidah buaya, ada kemungkinan beberapa bibit mengalami kematian akibat tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya. Oleh karena itu, Anda harus melakukan penyulaman sehingga lahan tetap terisi penuh oleh tanaman budidaya. Caranya adalah mengganti tanaman yang mati pada usia 1,2, dan 3 minggu dengan bibit yang baru. Diharapkan bibit ini mampu mengejar ketertinggalan pertumbuhan dari tanaman-tanaman lainnya sehingga lahan tetap seragam.

Lidah buaya sangat membutuhkan unsur nitrogen dan kalium untuk mendukung pembentukan zat hijau daun, pembentukan jaringan tanaman, dan pertumbuhan vegetatif tanaman. Sedangkan unsur fosfat berguna untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman. Kami akan memberikan saran pemupukan lidah buaya pada artikel selanjutnya.