Tanda-tanda Tanaman yang Kelebihan Unsur Hara

Apakah tanda-tanda tanaman yang kelebihan unsur hara? Unsur hara sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk mendukung kehidupannya. Unsur hara ini bisa diibaratkan sebagai gizi yang diperlukan oleh manusia untuk mendukung pertumbuhannya. Beberapa unsur hara penting yang diperlukan oleh tanaman yaitu kalium, kalsium, besi, natrium, klorin, fosfor, mangan, dan lain-lain. Tanaman membutuhkan unsur hara dalam kadar yang seimbang.

Layaknya manusia yang tidak boleh kekurangan atau kelebihan gizi, tanaman juga demikian. Tanaman harus mendapatkan unsur hara dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhannya. Pemberian unsur hara yang berlebihan melalui pemberian pupuk yang tidak tepat dan tidak berimbang justru mengakibatkan kondisi tanaman menjadi tidak normal. Anda harus waspada terhadap keadaan tersebut sebab berbahaya bagi tanaman itu sendiri.

tanaman-kelebihan-unsur-hara.jpg

Tanaman yang terlalu banyak memperoleh unsur hara akan memperlihatkan gejala-gejala abnormal sesuai dengan surplus unsur hara yang didapatkannya.

Nitrogen (N)

Tanaman yang terlalu banyak mendapatkan nitrogen akan menunjukkan pertumbuhan yang tidak normal. Di antaranya tanaman terlalu banyak memiliki daun, warna daun menjadi terlalu hijau, proses pembungaan menjadi lebih lama, dan tingkat produktivitas tanaman dalam menghasilkan bunga menurun drastis.

Phophor (P)

Tumbuhan yang kelebihan phosphor tidak dapat dikenali melalui fisiknya. Hanya saja tanaman tersebut akan memperlihatkan gejala-gejala yang tidak normal dalam menyerap unsur hara yang lainnya. Khususnya yaitu unsur hara mikro yang meliputi seng, tembaga, dan besi. Proses penyerapan unsur-unsur hara ini akan terganggu.

Kalium (K)

Kalium pada tanaman berfungsi untuk meningkatkan kekebalan serta membantu proses fotosintesis. Tanaman yang kelebihan atau kekurangan unsur ini cukup sulit dideteksi. Namun pada dasarnya kelebihan unsur kalium mengakibatkan proses penyerapan unsur kalsium dan magnesium pada tanaman menjadi terhambat.

Kalsium (Ca)

Kalsium berperan penting dalam menunjang pertumbuhan tanaman. Kalsium berguna dalam proses penyusunan klorofil, meningkatkan kinerja sel meristem dan mendukung metabolisme karbohidrat. Kelebihan unsur kalsium mengakibatkan pertumbuhan tanaman terhambat sehingga tanaman tersebut mengalami defisiensi.

Magnesium (Mg)

Pada tanaman, magnesium berguna untuk menyusun klorofil, menentukan laju fotosintesis, membentuk karbohidrat, dan media transportasi bagi fosfat. Oleh karena itu, unsur ini berperan penting dalam mempengaruhi warna hijau pada daun tanaman. Tetapi tanaman yang terlalu banyak mendapatkan magnesium tidak menunjukkan gejala yang ekstrim.

Belerang (S)

Tanaman membutuhkan belerang/sulfur untuk membentuk asam amino sehingga mampu menumbuhkan tuas dan bintil akar. Unsur ini juga berperan penting dalam pembentukan klorofil dan pertumbuhan anakan. Pada umumnya, tanaman yang terlalu banyak mendapat belerang akan menunjukkan gejala mirip seperti kelebihan unsur nitrogen. Perubahan warna daun menjadi hijau kekuning-kuningan.