Pengendalian Penyakit Karat Daun pada Tanaman Tin

Setelah berhasil menanam pohon tin, Anda perlu merawatnya agar tanaman tersebut tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah seperti yang Anda inginkan. Bagaimana pun Anda pasti merasa penasaran seperti apa sih bentuk buah tin itu? Bagaimana pula dengan rasanya? Apalagi jika ini merupakan kesempatan pertama Anda bisa mempunyai tanaman tin yang namanya diabadikan di dalam Al Quran sebagai tanaman yang penuh dengan manfaat.

Namun sebelum Anda bisa merasakan sensasi nikmatnya buah tin, Anda harus merawatnya terlebih dahulu supaya tanaman ini bisa tumbuh subur. Anda perlu menyirami pohon tin sesuai kebutuhan, kemudian melakukan pemupukan secara berkala. Pohon tin tentu membutuhkan nutrisi yang cukup untuk dapat berbunga dan menghasilkan buah, kan? Perawatan yang tidak kalah penting ialah memastikan tanaman tin ini bebas dari serangan hama dan penyakit.

penyakit-karat-daun-tin.jpg

Salah satu penyakit yang sering menyerang tin yaitu penyakit karat daun (fig rusts). Penyakit ini pada dasarnya disebabkan oleh kondisi lingkungan yang lembab, di mana kondisi ini sangat berbeda dengan habitat alami tanaman tin yang notabene tumbuh di lingkungan panas dan kering. Kondisi tersebut memicu munculnya patogen Cerotelium fici.  Penyakit karat daun hanya muncul pada musim penghujan saja. Penyakit ini mengakibatkan kondisi daun mengering hingga berguguran sendiri.

Tanaman tin yang terkena serangan penyakit karat daun akan menunjukkan gejala awal yaitu munculnya titik kuning yang berukuran sangat kecil di permukaan daun bagian bawah. Lambat laun titik kuning tersebut akan menyebar ke permukaan daun bagian atas, ukurannya meluas, dan warnanya berubah menjadi cokelat kemerahan. Setelah kondisinya cukup parah, daun-daun yang terserang penyakit ini akan menguning dan berguguran. Meski penyakit ini tidak menyerang buah, tetapi dampaknya bisa menyebabkan buah gugur sebelum matang.

PENGENDALIAN

Terdapat beberapa teknik pengendalian untuk mengatasi penyakit karat daun pada tanaman tin, antara lain :

  1. Upaya pengendalian yang paling mudah dilakukan untuk mencegah serangan penyakit karat daun ialah memastikan daun tin tidak terkena air, baik air siraman maupun air hujan. Anda bisa memasang peneduh/naungan di atasnya.
  2. Penyiraman sebaiknya diarahkan langsung ke bagian akar tanaman. Tidak disarankan memakai sprinkler (alat bantu siram) untuk menyirami tanaman tin.
  3. Waktu penyiraman yang paling baik adalah jam 9 pagi. Hindari menyiram tanaman tin kembali pada sore hari karena dapat menimbulkan kondisi yang lembab di malam harinya.
  4. Atur sirkulasi udara di area pertanaman. Pastikan udara di sekitarnya dapat bergerak dengan lancar sehingga tingkat kelembaban udara dapat menurun.
  5. Berikan pupuk kepada tanaman tin secara tepat dan berimbang. Pupuk yang banyak mengandung unsur kalsium (Ca) diketahui dapat meningkatkan ketahanan tanaman tin dari penyakit karat daun.
  6. Jagalan kondisi tempat penanaman sebaik mungkin. Bersihkan sampah, gulma, dan sisa tanaman lain supaya keadaan lingkungan sekitarnya tidak lembab.
  7. Lakukan pemangkasan tanaman secara rutin. Segera mungkin musnahkan bagian tanaman yang telah terjangkit penyakit karat daun agar tidak menyebar ke bagian yang lainnya.
  8. Tanaman tin dari varietas syrian long merupakan varietas tanaman tin yang paling tahan terhadap penyakit karat daun. Anda bisa mencoba membudidayakannya.
  9. Anda juga bisa menggunakan fungisida untuk memberantas patogen penyebab penyakit karat daun. Pakailah fungisida yang mengandung copper sulphate.