Pedoman Praktis Budidaya Jagung Manis

Bagaimana cara budidaya jagung manis dilaksanakan? Jagung manis (Zea mays) adalah salah satu kultivar jagung yang penting setelah jagung ladang. Kekhasan dari jagung ini terletak pada kandungan gulanya yang tinggi ketika setelah dipanen, terutama sukrosa. Hal ini dikarenakan adanya mutasi gen yang menyebabkan bulir-bulir jagung gagal membentuk pati waktu panen dilakukan.

Jagung manis merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan. Dibandingkan dengan jagung biasa/ladang, keuntungannya jauh lebih besar. Masa panen tumbuhan jagung ini juga lebih cepat. Terlebih apabila tanaman ini dibudidayakan di daerah mengandung banyak air, perawatannya bakal semakin mudah.

jagung-manis.jpg

Di bawah ini pedoman praktis yang bisa Anda lakukan untuk membudidayakan jagung manis :

Tahap I : Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah yang berat dengan struktur yang mampat harus dilakukan sebanyak dua kali. Sedangkan untuk tanah yang ringan dan bersifat porous seperti alfisol, regosol, etisol, dan oxixol, pengolahannya dapat dikerjakan secara minimum. Caranya tanah tersebut cukup diolah di sepanjang baris tanaman serta dilakukan pendangiran ketika tanaman jagung manis berusia 25 hari/

Tahap II : Persemaian Benih

Persemaian benih jagung manis dilaksanakan untuk meningkatkan daya tumbuhnya. Proses ini dilakukan dengan menggunakan media berupa polybag atau boks berukuran kecil. Selain dapat menjamin pertumbuhan benih tanaman, persemaian juga berguna untuk menyediakan bibit cadangan guna keperluan penyulaman.

Tahap III : Teknik Penanaman

Bibit jagung manis sebaiknya ditanam dengan pola yang teratur sehingga kapasitas lahan bisa terpakai sepenuhnya. Metode yang digunakan bisa berupa ditugal atau dibajak. Bibit jagung manis tersebut dapat ditanam dengan jarak 75 x 40 cm untuk kapasitas 2 bibit/lubang, atau jarak tanam 75 x 20 cm untuk kapasitas 1 bibit/lubang.

Jagung manis hibrida ada baiknya ditanam memakai jarak 75 x 20 cm dengan masing-masing 1 bibit/lubang agar dapat menghasilkan produksi yang bagus. Opsi lainnya adalah menanam dengan sistem dua baris yakni jarak tanam (90 x 50 cm) x 20 cm dengan 1 bibit/lubang. Sedangkan untuk sistem demplot atau jajar legowo yaitu jarak tanam (90 x 50 cm) x 20 cm dengan 1 bibit/lubang.

Tahap IV : Pemberian Pupuk

Agar hasilnya optimal, pupuk diberikan dengan cara ditugal kurang lebih 7 cm di sekitar tanaman jagung manis. Bisa juga pupuk tersebut ditaburkan ke dalam goretan/parit yang ada di samping tanaman sepanjang barisan. Pupuk yang sudah ditaburkan ini lantas ditutup menggunakan tanah di sekitarnya supaya cepat terserap ke dalam tanah.

Pupuk phonska dan 1/3 urea diberikan kepada tanaman jagung manis yang telah berumur sekitar 7-10 hari. Kemudian pada hari ke-21 sampai 25, tanaman diberikan pupuk urea dengan dosis sebanyak 1/3 bagian. Terakhir, 1/3 pupuk urea ditaburkan sekali lagi pada tanaman yang telah berbunga dan berusia antara 35-42 hari. Adapun dosis pupuk yang dianjurkan antara lain urea 350 kg/ha, pupuk kandang 5 ton/ha, dan dolomit 400 kg/ha.

Tahap V : Penyiangan dan Pembumbunan

Proses penyiangan tanaman jagung manis dilakukan sebanyak dua kali yaitu ketika tanaman berumur 10-15 hari dan 25-28 hari. Sedangkan pembumbunan cukup dikerjakan sekali saja, yakni bersamaan dengan penyiangan kedua dan pemupukan kedua. Demi mencapai efisiensi kerja, proses pemberantasan gulma bisa memakai herbisida pra-tumbuh dengan dosis sesuai anjuran pada kemasan.

Tahap VI : Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit yang merusak tanaman jagung manis bisa menggunakan metode teknis, mekanis, biologis, dan kimiawi. Pemberantasan menggunakan pestisida merupakan alternatif terakhir jika cara lain tidak berhasil mengatasi serangan. Beberapa hama yang kerap menyerang jagung manis di antaranya lalat bibit, ulat penggerek bibit, ulat penggerek buah, tikus ladang, dan sebagainya. Dan untuk penyakit yang paling banyak menyerang yaitu penyakit bulai.

Tahap VII : Pemanenan Jagung Manis

Tanaman jagung manis akan menghasilkan buah yang layak panen setelah usianya berkisar antara 70-75 tahun. Pemanenan dapat dilakukan pada buah yang telah memasuki tahap masak susu atau bisa juga disesuaikan dengan permintaan pasar. Secara garis besar, dalam setiap hektar lahan budidaya dapat menghasilkan jagung manis sebanyak kurang lebih 6 ton.