Panduan Dasar Budidaya Leci di Dataran Rendah

Tahukah Anda, tanaman leci ternyata berasal dari Daratan China Selatan. Di negara tersebut, buah leci sudah banyak dimanfaatkan baik sebagai makanan maupun pengobatan. Karena manfaatnya yang sangat besar itulah, tanaman leci cepat menyebar ke seluruh dunia. Para petani di Indonesia tak mau ketinggalan untuk membudidayakan tumbuhan leci. Salah satu daerah yang paling berniat mengembangkan leci adalah Temanggung, Jawa Tengah.

Tanaman leci memang paling bagus ditanam di dataran tinggi yang terletak di ketinggian lebih dari 700 m dpl. Alasannya karena daerah tersebut memiliki kondisi cuaca yang sejuk dengan curah hujan yang tinggi. Suhu udaranya juga hampir mendekati habitat alaminya yakni 9-19 derajat celsius saat musim hujan serta 25-33 derajat celsius saat musim kemarau. Kabar baiknya sekarang sudah ditemukan varietas tanaman leci kom yang bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah.

panduan-budidaya-leci-kom.jpg

Berikut ini panduan membudidayakan tanaman leci kom di dataran rendah!

Penyiapan Lahan

Leci kom sangat menyukai lahan yang kondisi tanahnya gembur dan mengandung banyak bahan organik. Anda bisa mencangkul tanah tersebut sampai kedalaman 30 cm, lalu menaburkan pupuk kandang secukupnya. Kemudian buatlah lubang tanam yang berukuran 60 x 60 x 60 cm dengan jarak 10 x 12 m. Caranya adalah sebagai berikut :

  1. Buat lubang tanam yang berukuran 60 x 60 x 30 cm terlebih dahulu. Tanah hasil dari galian disebut tanah lapisan atas. Letakkan tanah ini di tempat yang bisa mendapat sinar matahari pagi secara langsung.
  2. Lubang kembali diperdalam hingga kedalamannya mencapai 60 cm. Tanah hasil dari galian ini disebut tanah lapisan bawah sehingga harus diletakkan di tempat yang terpisah dari tanah lapisan atas. Usahakan bisa mendapat sinar matahari siang.
  3. Lubang tanam tetap dibiarkan selama 10-14 hari hingga mengering untuk menormalkan kondisinya dan membuang gas-gas beracun yang terperangkap di dalamnya.
  4. Masukkan kembali semua tanah lapisan bawah ke dalam lubang tanam.
  5. Campurkan tanah lapisan atas dengan pupuk kandang, urea, dan dolomit. Setelah diaduk sampai tercampur rata, masukkan campuran ini ke dalam lubang tanam.

Penyiapan Bibit

Bibit leci kom yang bisa ditanam di lahan harus memiliki usia antara 1-1,5 tahun. Kami biasanya menjual bibit leci kom dengan umur yang bervariasi, mulai dari 3 bulan sampai 2 tahun pun ada. Bibit yang belum cukup umur sebaiknya dipelihara di dalam polybag-nya terlebih dahulu. Jumlah kebutuhan bibit tergantung pada jarak tanam dan tingkat kesuburan tanah. Jika Anda menanam leci kom dengan jarak 10 x 12 m, maka Anda membutuhkan bibit sekitar 50-70 batang.

Penanaman

Awal musim penghujan merupakan waktu yang paling tepat untuk menanam bibit leci kom di lahan. Anda bisa memulainya menyiram media tanam sampai kondisinya cukup basah. Kemudian robek polybag menggunakan gunting, lalu keluarkan media tanamnya secara hati-hati. Selanjutnya Anda bisa menanamkan bibit tersebut tepat di tengah-tengah lubang tanam. Setelah itu, Anda bisa mengubur media tanam dengan tanah di sekitarnya. Jangan lupa pasang ajir setinggi 1-1,5 m di dekat batang untuk membantu menahan tanaman supaya tidak rubuh tertiup angin.

Penyulaman

Tujuan dari penyulaman adalah untuk menjaga jumlah populasi tanaman leci kom yang ada di lahan. Penyulaman ini dilakukan dengan mengganti tanaman yang mati, sakit, atau pertumbuhannya lambat dengan bibit tanaman yang baru. Proses penggantian tanaman ini hendaknya dilakukan saat pagi atau sore hari agar tanaman baru lebih mudah dalam beradaptasi. Caranya dilakukan dengan membongkar tanaman yang tidak normal, kemudian segera tanamkan bibit baru ke dalam bekas lubang tanamnya.

Pemasangan Mulsa

Mulsa berfungsi untuk menekan pertumbuhan gulma, menjaga kelembaban tanah, mengurangi tingkat penguapan air tanah, dan meningkatkan kesuburan tanah terutama di area sistem perakarannya. Anda bisa memanfaatkan rumput kering atau jerami padi sebagai mulsa. Mulsa ini diletakkan di sekeliling tajuk tanaman hingga ketebalannya mencapai 3-5 cm.

Pemupukan

Tanaman leci kom membutuhkan pupuk tambahan untuk mendukung kehidupannya. Adapun jadwal pemupukannya adalah sebagai berikut :

  • Pemupukan pada tanaman muda yang berusia di bawah 3 tahun bisa dimulai sejak sebulan setelah penanaman. Pupuk yang digunakan berupa 20 gram urea, 20 gram TSP, dan 10 gram KCl masing-masing per pohon. Pemupukan selanjutnya dilakukan saat tanaman berumur 2 bulan menggunakan 20 gram urea, 20 gram TSP, dan 10 gram KCl masing-masing per pohon. Pemupukan seterusnya dilaksanakan setiap 4 bulan sekali dengan penambahan dosis sebanyak 10-20 persen dari dosis sebelumnya.
  • Pemupukan pada tanaman dewasa yang sudah menghasilkan buah dilakukan setiap 2-3 kali per tahun. Waktunya yaitu saat tumbuh pucuk (trubus) atau 3 bulan sebelum pembungaan, ketikan ukuran buah leci sudah besar, dan setelah dilakukan pemanenan buah. Sedangkan untuk jenis pupuk yang digunakan dan jumlah dosisnya perlu disesuaikan dengan usia, fase, dan kondisi masing-masing tanaman leci kom.