Panduan Cara Menanam Jambu Biji yang Benar

Bagaimana cara menanam jambu biji yang benar? Jambu biji (Psidium guajava) dikenal pula dengan nama jambu batu, jambu klutuk, atau jambu siki. Syarat tumbuh tanaman ini terletak di tempat yang memiliki ketinggian 5-1.200 m dpl dengan temperatur sekitar 23-28 derajat celsius dan curah hujan berkisar antara 1.000-2.000 mm/tahun. Tanaman jambu biji sangat menyukai tanah yang subur dan gembur serta banyak mengandung unsur nitrogen.

Pada umumnya, bibit jambu biji didapatkan melalui teknik cangkok. Kendati demikian, Anda bisa juga melakukan perbanyakan tanaman dengan memakai biji. Lantas, bagaimana sih caranya menanam jambu biji dengan prosedur yang tepat? Berikut ini panduannya untuk Anda.

cara-menanam-jambu-biji.jpg

Tahap I : Penyiapan Bibit

Bibit jambu biji yang bagus berasal dari tanaman indukan yang berkualitas tinggi, sehat, dan tingkat produktifitas buahnya melimpah. Sebisa mungkin pohon indukan tersebut juga telah mempunyai cukup umur untuk diambil bagian cabangnya. Kualitas indukan pun dapat ditinjau menurut mutu buahnya, di mana sebaiknya pilih tanaman yang menghasilkan buah yang bagus, rasa manis dan segar, serta memiliki ketahanan yang tinggi dari serangan hama dan penyakit. Apabila bibi jambu biji diperoleh kembangkan dari biji, pastikan buah yang akan diambil bijinya memiliki kualitas yang baik serta bukan berasal dari buah yang pecah atau jatuh.

Tahap II : Pengolahan Media Tanam

Media tanam yang akan digunakan untuk memelihara bibit jambu biji perlu dicangkul atau dibajak dengan kedalaman 30 cm. Setelah itu, taburkan pupuk kandang sebanyak 4 kg/m2. Proses berikutnya ialah membuat bedengan yang berukuran lebar 30 cm, tinggi 30 cm, dan panjang menyesuaikan bentuk lahan. Bagian atas bedengan ini selanjutnya diratakan untuk meningkatkan kekuatan dalam menopang akar dan batang tanaman.

Jangan lupa lakukan pengapuran menggunakan dolomit dengan cara membuat lubang berukuran 1 x 1 m. Lalu masukkan kapur dolomit sebanyak 0,5 liter/lubang hingga didapatkan tanah dengan pH sekitar 4,5-8,2. Sebulan kemudian setiap lubang tadi ditaburi pupuk kandang dan NPK. Pada bulan pertama dan bulan kedua, diberikan NPK dengan dosis 12:24:81 ons/pohon. Sedangkan pada bulan ketiga hingga tanaman berbuah, Anda bisa menaburkan NPK sebanyak 15:15:15 ons/pohon.

Tahap III : Penanaman Bibit

Pada saat melakukan penanaman, Anda perlu memperhatikan batas antara akar dan batang jambu biji. Usahakan posisi kedua bagian tanaman ini berada setinggi mungkin dari permukaan tanah di sekelilingnya. Setelah ditanam, lakukan penyiraman secara rutin pada pagi dan sore hari. Sedangkan pada musim penghujan, Anda tidak usah menyiram tanaman sama sekali.

Tahap IV : Perawatan Tanaman

Perawatan tanaman meliputi penjarangan dan penyulaman, penyiangan dan pembubunan, serta pengairan dan penyiraman. Penjarangan bertujuan untuk mengurangi tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sebaliknya, penyulaman adalah menanami area kosong yang terbentuk di antara tanaman yang saling berjauhan. Bibit jambu biji yang mati harus segera diganti dengan bibit baru.

Penyiangan dilakukan pada bibit jambu biji yang berasal dari cangkok/okulasi selama dua minggu berturut-turut. Caranya adalah dengan menghilangkan batang dahan tua serta dahan muda. Apabila tanaman tersebut mempunyai buah yang terlalu banyak, Anda bisa mengurangi tunas yang ada di dalam satu ranting.

Selama dua minggu pertama sejak proses penanaman bibit jambu biji dilaksanakan, siram lah bibit-bibit ini secara rutin setiap dua hari sekali. Untuk merangsang pertumbuhan bunga, Anda bisa memberikan larutan kalsium nitrat (KNO3) dengan cara menyemprotkannya tepat ke pucuk cabang sebanyak 2-3 liter/10 pucuk tanaman. Sebelumnya larutan KNO3 ini perlu dicampurkan terlebih dahulu menggunakan cairan pengencer khusus dengan perbandingan 10 gram kalsium nitrat dan 1 liter cairan pengencer. Mafaat lain dari penyemprotan larutan KNO3 ini yaitu memperbanyak dompolan bunga dan mempercepat pertumbuhannya menjadi buah jambu biji yang siap dipanen.