Panduan Budidaya Petai di Dataran Rendah sampai Panen

Anda suka makan petai? Walaupun memiliki aroma yang sangat menyengat, faktanya banyak loh orang yang sangat suka memakan petai. Bahkan tidak sedikit pula yang tergila-gila olehnya. Sampai orang luar negeri pun tertarik untuk mencoba memakannya. Petai memang merupakan buah yang fenomenal. Bau petai yang tajam bukan apa-apa dibandingkan dengan kelezatannya. Bagi para penggemarnya, rasa petai ini lezat sekali. Aktivitas makan akan semakin nikmat saat ada petai di sana.

Kalau Anda termasuk fans beratnya petai dan ingin memakannya sampai puas, cobalah menanamnya sendiri. Gampang kok cara menanam tumbuhan petai ini. Anda bisa membeli bibitnya di toko kami yang beralamat di www.tokotanaman.com. Dengan harga bibit yang sangat terjangkau, Anda bisa menanam pohon petai di pekarangan rumah sendiri. Biasanya sih pohon tersebut akan mulai belajar berbuah saat usianya sudah mencapai 3-5 tahun. Jangan tanya lagi, buahnya lebat sekali!

cara-budidaya-pohon-petai.jpg

Tingkat permintaan petai di Indonesia lumayan tinggi loh. Bukan hanya masyarakat di Pulau Jawa saja yang mengonsumsinya, tapi orang-orang di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, bahkan sampai Papua pun doyan banget memakan petai. Habisnya rasa petai ini memang sangat enak sih. Nah, bagi Anda yang menangkap peluang bisnis dari tingginya minat masyarakat terhadap petai, Anda bisa mencoba untuk membudidayakannya. Silakan Anda bisa mengikuti panduan di bawah ini!

Syarat Tempat yang Paling Ideal

Pohon petai paling cocok ditanam di dataran rendah. Tanaman ini akan tumbuh subur saat ditanam di tempat yang tingginya berkisar antara 10-800 m dpl. Sedangkan kalau ditanam di dataran tinggi, petai biasanya hanya akan tumbuh saja namun sulit menghasilkan bunga. Sebaiknya tanamlah bibit petai pada awal musim penghujan supaya kebutuhan airnya tetap tercukupi dengan baik. Anda pun tak perlu repot lagi menyirami bibit-bibit petai yang baru ditanam tersebut.

Beli Bibit dari Cangkok atau Okulasi

Untuk pengadaan bibit skala besar, Anda bisa membelinya di toko tanaman terdekat. Kami sarankan beli bibit yang berasal dari cangkok atau okulasi. Usahakan jangan membeli bibit dari biji. Mengapa? Tak lain karena bibit cangkok/okulasi tersebut biasanya lebih cepat menghasilkan buah. Sehingga investasi Anda dalam berkebun bisa lebih cepat mendapatkan keuntungan. Anda bisa membeli bibit petai berkualitas di www.tokotanaman.com. Kami siap mengirimkannya ke seluruh daerah di Indonesia.

Menyiapkan Lahan Penanaman

Lahan yang akan menjadi tempat budidaya petai perlu disiapkan dengan baik. Anda bisa memulainya dengan membersihkan lahan dari gulma. Kalau mau praktis, gunakan herbisida untuk membasmi semua gulma yang tumbuh di lahan. Selanjutnya lakukan pembersihan lahan dari bebatuan dan sisa tanaman lain. Lahan untuk budidaya petai tidak usah dibuat bedengan. Untuk lubang tanamnya dibuat dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm dengan jarak 2 x 2 m sampai 3 x 3 m. Taburkan pupuk kandang di lubang tanam untuk meningkatkan kesuburannya. Kemudian lahan didiamkan selama 3-5 hari.

Menanam Bibit Tanaman Petai

Mohon diperhatikan. Bibit petai yang baru Anda terima tidak boleh langsung ditanam di lahan. Bibit ini sebaiknya diletakkan terlebih dahulu di tempat yang teduh untuk membuatnya dapat beradaptasi. Lalu setelah bibit petai tersebut menumbuhkan tunas baru artinya bibit sudah berhasil menyesuaikan diri. Kini Anda bisa menanamnya di lahan. Waktu penanaman paling baik dilakukan pada pagi atau sore hari. Lepaskan polybag dari tanaman dengan hati-hati. Selanjutnya segera tanamkan bibit tersebut ke dalam lubang tanam. Masukkan tanah bagian atas terlebih dulu, diikuti dengan tanah bagian bawah. Ulangi proses ini hingga seluruh bibit petai berhasil Anda tanam.

Memasang Ajir untuk Penyangga

Perlu kami ingatkan bahwa bibit petai yang masih kecil memiliki batang yang belum terlalu kuat. Bukan tidak mungkin batang tersebut akan patah apabila terkena hembusan angin yang kencang. Jadi untuk mengantisipasi kemungkinan buruk ini, Anda sebaiknya memasang ajir di dekat tanaman. Ajir ini berupa potongan bilah bambu yang ditancapkan persis di samping tanaman petai. Kemudian ikatlah bibit petai dengan ajir tersebut memakai tali rafia. Cara ini akan menguatkan struktur batangnya.

Melakukan Pemupukan Susulan

Untuk mendukung pertumbuhan tanaman petai, sebaiknya tanaman ini perlu diberi pemupukan susulan secara berkala. Lakukan pemupukan setiap 1-2 bulan sekali untuk membuatnya pertumbuhannya subur sehingga tanaman akan cepat besar. Pupuk yang paling utama yaitu pupuk kandang yang memang sangat bagus untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Kemudian Anda juga bisa memakai pupuk urea untuk mempercepat pertumbuhannya. Pupuk NPK dan TSP juga sesekali perlu diberikan. Mekanisme lengkap untuk pemupukan tanaman petai akan kami ulas secara terpisah di artikel selanjutnya.

Merangsang Tumbuhnya Bunga

Seharusnya pohon petai yang Anda budidayakan akan berhasil menumbuhkan buah ketika usianya telah mencapai 3-5 tahun. Jika tanaman tersebut belum kunjung berbunga juga, maka Anda harus melakukan upaya perangsangan. Untuk cara yang alami, Anda bisa melakukan pengeringan, perlukaan pada batang, serta pemangkasan cabang tanaman secara berkala. Sedangkan untuk metode kimiawi, Anda dapat memanfaatkan hormon perangsang untuk memicu tumbuhnya bunga dan buah pada tanaman petai. Gunakan ZPT (Zat Perangsang Tumbuh) khusus untuk bunga dan buah sesuai dosis yang dianjurkan.