Mengembalikan Tanaman yang Layu agar Segar Kembali

Hobi memelihara tumbuh-tumbuhan memang memiliki manfaat yang begitu besar. Kita tidak hanya akan merasa senang setelah berhasil menanam suatu tumbuhan, tetapi manfaat yang nyata dari keberadaan tumbuhan tersebut bakal langsung terasa. Contohnya yaitu oksigen di sekitar tempat tinggal kita akan melimpah ruah jika dipenuhi tanaman. Keuntungan ini akan berlipat ganda bila Anda memlihara tanaman buah-buahan.

Agar tanaman yang Anda pelihara dapat tumbuh secara optimal, mau tidak mau Anda wajib merawatnya dengan baik. Pemeliharaan tanaman ini mutlak dilakukan secara terus-menerus dan tidak boleh berhenti. Karena sebagai makhluk hidup, tanaman pun memerlukan asupan berbagai nutrisi yang dapat mendukung kehidupannya. Mulai dari air, unsur hara, hingga sinar matahari dibutuhkan oleh tanaman. Tugas Anda mesti menyediakannya.

cara-mengembalikan-tanaman-layu.jpg

Tanaman yang kurang memperoleh nutrisi akan mengalami gangguan dalam pertumbuhannya. Tanaman tadi akan tumbuh secara tidak normal. Bahkan bukan tidak mungkin tanaman Anda akan layu secara mendadak. Anda harus waspada terhadap tanaman yang tampak layu ini sebab dampaknya bisa mengakibatkan tanaman tersebut mati. Selain karena kurang dirawat, tanaman juga bisa tiba-tiba layu apabila terserang oleh hama atau penyakit.

Upaya-upaya di bawah ini dapat Anda lakukan untuk menyelamatkan tanaman yang layu agar menjadi segar kembali.

Sirami dengan Air

Rata-rata tanaman akan menjadi layu manakala kekurangan air. Tanaman tersebut menjadi lemah dan lunglai akibat cairan di dalam tubuhnya tinggal sedikit. Akibatnya tanaman tidak mampu berdiri tegak sehingga tampak layu. Anda bisa mengembalikan kondisinya cukup dengan menyirami tanaman saja. Siramlah tanaman menggunakan air dengan dosis yang tepat. Disarankan memakai teko khusus menyiram yaitu gembor saat menyirami tanaman agar tidak merusaknya.

Kurangi Penyiraman Air

Kenyataannya memang ada loh jenis-jenis tanaman yang justru lebih suka ditanam di tempat yang kondisinya kering. Tanaman ini sangat tidak menyukai media tanam yang banyak mengandung air. Biasanya tanaman dengan karakteristik seperti ini mempunyai daun yang kaku dengan pangkal batang yang mengandung air. Contohnya seperti tanaman jenis sukulen dan kaktus. Jika tanaman kaktus atau sukulen Anda layu, coba cek media tanamnya. Bisa jadi kondisinya justru terlampau basah.

Pindahkan ke Tempat Teduh

Tanaman juga membutuhkan sinar matahari dalam jumlah yang berbeda-beda. Ada tanaman yang sangat menyukai sinar matahari sehingga Anda harus menempatkannya di tempat terbuka. Namun ada pula jenis tanaman yang tidak suka dengan sinar matahari. Tanaman ini justru menjadi layu apabila Anda meletakkannya di tempat terbuka. Untuk amannya, Anda bisa memindahkan tanaman yang layu ke tempat yang teduh. Misalnya seperti di teras rumah atau area di bawah pohon.

Pangkas Sebagian Ranting

Ada kemungkinan tanaman menjadi layu akibat mengalami penguapan secara berlebihan. Kondisi ini dapat menimpa tanaman yang ditanam di pot atau polybag tetapi memiliki daun yang terlalu banyak. Postur tanaman yang terlalu rimbun ini mengakibatkanya terjadinya penguapan yang terlalu tinggi. Anda bisa mengatasinya dengan memangkas sebagian ranting tanaman tersebut. Lakukan pemangkasan pada ranting-ranting yang sudah tua, rusak, atau pertumbuhannya tidak terlalu bagus.

Bersihkan Daun, Batang, atau Akarnya

Layu merupakan salah satu tanda bahwa kondisi tanaman sedang tidak sehat. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Salah satunya yaitu tanaman tersebut terserang oleh hama atau penyakit. Untuk memastikannya, Anda bisa mengecek beberapa bagian tanaman tersebut dari mulai daun, batang, hingga akarnya. Periksa baik-baik kondisi tanaman ini. Jika ditemukan gejala-gejala serangan hama/penyakit tertentu, Anda harus segera melakukan tindakan pengendalian. Upaya yang paling mudah yaitu membersihkannya sampai tuntas.

Ganti Media Tanam

Mengganti media tanam bisa Anda coba untuk mengatasi tanaman yang layu. Sebab bukan tidak mungkin masalah utamanya justru terletak pada medai tanam yang digunakan saat ini. Nutrisi di dalam media tanam ini mungkin sudah habis. Atau kasus yang lebih parah yaitu media tanam telah tercemar oleh cairan yang berbahaya bagi tanaman. Bisa juga media tanam tersebut dipenuhi oleh nematoda yang dapat menggerogoti akar tanaman. Jadi jalan satu-satunya yang dapat diambil adalah mengganti media tanaman dengan media yang baru.