Macam-macam Insektisida untuk Tanaman

Tahukah Anda, insektisida adalah senyawa kimia yang berfungsi untuk mengendalikan hama-hama tanaman berupa serangga-serangga pengganggu. Prinsip kerjanya ada dua macam yaitu meracuni makanan (tanaman) atau meracuni serangga itu sendiri secara langsung. Tanaman memang tidak pernah luput dari serangan serangga. Sebab serangga membutuhkan tanaman untuk mendapatkan makanan atau sebagai tempat tinggal dan tempat bertelur.

Upaya pengendalian hama memang lebih mudah dilakukan menggunakan insektisida. Untuk mengatasi hama yang berada di dalam jaringan tanaman, kita bisa menggunakan insektisida sistemik atau insektisida sistemik lokal. Tujuannya agar residu ditranslokasikan ke jaringan di dalam tanaman. Hal ini akan membuat serangga-serangga yang memakan tanaman mati keracunan. Insektisida jenis ini cocok digunakan untuk mengendalikan semua serangga hingga serangga-serangga yang tinggal di dalam jaringan tanaman.

jenis-jenis-insektisida.jpg

Sementara itu, serangga yang memiliki mobilitas tinggi dan bergerak secara aktif dapat dikendalikan dengan insektisida yang memiliki sifat kontak dan sistemik dengan efek residual yang lama. Sehingga serangga yang terkena insektisida secara langsung atau serangga yang belum terkena tetapi kembali lagi untuk memakan tanaman tetap terkena racun. Hindari menggunakan insektisida kontak murni karena serangga-serangga jenis ini akan langsung beterbangan dan kabur ketika Anda menyemprotkannya.

Insektisida berdasarkan proses distribusi di dalam tanaman terbagi menjadi tiga macam, di antaranya :

  1. Insektisida Sistemik

Insektisida sistemik ialah insektisida yang diserap oleh tanaman melalui bagian-bagian seperti stomata daun, meristem akar, lentisel batang, dan celah-celah alami lainnya. Setelah masuk ke dalam jaringan, insektisida ini selanjutnya melewati sel-sel menuju ke xylem dan floem sebagai jaringan pengangkut.

Melalui jaringan pengangkut inilah insektisida ditranslokasikan ke bagian-bagian tanaman lainnya, baik ke arah atas (akropetal) maupun ke arah bawah (basipetal). Residu insektisida akan ditinggalkan di setiap sel yang telah dilewatinya. Jika memakan bagian tanaman yang sudah mengandung residu insektisida, serangga akan terkena racun hingga akhirnya mati.

  1. Insektisida Nonsistemik

Insektisida nonsistemik adalah insektisida yang hanya menempel pada permukaan bagian luar tanaman dan tidak dapat diserap oleh jaringan tanaman. Insektisida ini selanjutnya akan menyebarkan residu di area di sekitarnya. Lamanya waktu residu insektisida menempel di permukaan tanaman dipengaruhi oleh jenis bahan aktif yang digunakan, teknologi pembuatan, dan cara mengaplikasikannya.

Serangga yang memakan atau melewati bagian tanaman yang sudah terkena residu insektisida akan terserang racun dan mengakibatkannya mati. Walaupun efektif dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi tanaman, sayangnya insektisida nonsistemik ini mudah tercuci oleh air hujan dan air siraman. Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan kondisi cuaca dan jadwal penyiraman bila akan menggunakannya.

  1. Insektisida Sistemik Lokal

Insektisida sistemik lokal adalah insektisida yang hanya bisa diserap oleh bagian daun tanaman. Hanya jaringan daun yang dapat menyerap insektisida ini. Sedangkan akar, batang, dan bagian-bagian tanaman yang lain tidak mampu menyerapnya. Selain itu insektisida lokal juga hanya tetap berada di daun dan tidak akan ditranslokasikan ke bagian tanaman lain karena efek translaminar.

Insektisida sistemik lokal yang telah jatuh di permukaan bagian atas daun selanjutnya akan menembus di lapisan epidermis. Dari sini insektisida tersebut akan memasuki jaringan parenkim pada mesofil lantas menyebar ke seluruh bagian mesofil daun. Hal ini membuatnya mampu memasuki bagian dalam sel-sel di lapisan epidermis daun bagian bawah. Serangga yang memakan daun tersebut akan teracuni.

Berdasarkan proses masuknya insektisida tersebut ke dalam tubuh serangga, maka kita bisa membaginya menjadi tiga kelompok insektisida antara lain :

  1. Insektisida Racun Perut

Insektisida racun Perut adalah insektisida yang bekerja dengan memasuki saluran pencernaan serangga melalui makanannya. Artinya serangga harus mengonsumsi makanan yang sudah terkena racun insektisida terlebih dahulu supaya dapat bekerja. Racun akan memasuki organ-organ pencernaan serangga sehingga diserap oleh usus. Dari sini racun akan ditranslokasikan ke tempat sasaran sesuai bahan aktif yang digunakan seperti perut, lambung, atau pusat saraf.

  1. Insektisida Racun Kontak

Insektisida racun kontak adalah insektisida yang memasuki tubuh serangga melalui pori-pori kulit, lubang-lubang alami, atau mengenai mulut secara langsung. Serangga yang bersinggungan atau terkena kontak langsung dengan insektisida akan terinfeksi racun sehingga mati. Insektisida racun kontak juga bisa menjadi insektisida racun perut apabila dimakan oleh serangga sehingga meracuni organ-organ pencernaan serangga tersebut.

  1. Insektisida Racun Pernapasan

Insektisida racun pernapasan ialah insektisida yang bekerja dengan memasuki saluran pernapasan serangga yaitu trakea. Umumnya insektisida ini memiliki wujud berupa gas, asap, dan uap air. Dalam ukuran mikro, insektisida ini akan melayang-layang di udara hingga akhirnya dihirup oleh serangga dan masuk ke dalam saluran pernapasannya. Ketika jumlah insektisida yang memasuki saluran pernapasan sudah cukup banyak, selanjutnya insektisida ini akan menyerang organ-organ pernapasan serangga dan sistem saraf yang berhubungan.