Yuk, Belajar Cara Mencangkok Tanaman Puring!

Apakah Anda ingin belajar tata cara mencangkok tanaman? Kami sarankan mulailah dengan mencangkok tanaman puring terlebih dahulu. Sebab puring merupakan tanaman yang sangat mudah untuk dicangkok. Kami jamin Anda tidak akan mengalami kesulitan saat melakukannya. Hal ini tak terlepas dari kemampuan bertahan hidup puring yang sangat bagus. Apalagi batang puring juga memiliki lapisan kayu yang cukup tebal dan cepat menumbuhkan akar.

Selama ini, puring dikenal sebagai tanaman hias yang biasa ditanam di taman dan pekarangan rumah. Tanaman ini memiliki daun yang sangat indah. Daun tersebut terlihat begitu menarik dengan warna-warni cerah yang dimilikinya. Tidak hanya hijau atau kuning saja, daun tanaman puring juga mempunyai warna merah, cokelat, dan hitam. Warna-warna ini saling bercampur menghiasi daun-daun puring sehingga penampilannya terlihat unik sekali.

Anda tentu bisa menanam puring dari bijinya. Cukup dengan menyemainya terlebih dahulu, lalu tanamlah bibit puring yang sudah tumbuh di pot atau polybag. Tapi sayangnya menanam biji puring membutuhkan waktu yang sangat lama sampai tanaman tersebut tumbuh besar. Selain itu, sifat bibit puring yang dihasilkan pun tidak sama dengan tanaman induknya. Bibit tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dari tanaman induk.

Cangkok merupakan solusi yang paling tepat untuk memperbanyak tanaman puring dalam waktu yang jauh lebih cepat. Bibit tanaman puring yang dihasilkan menggunakan metode cangkok juga mempunyai sifat dan karakteristik yang sama persis dengan tanaman induk.

Proses Mencangkok Tanaman Puring

Alat dan Bahan :

  • Tanaman puring
  • Cutter
  • Plastik hitam
  • Tanah
  • Pupuk kompos
  • Tali rafia

Langkah-langkah :

  1. Siapkan tanaman puring yang akan menjadi tanaman induk. Tanaman tersebut harus dalam kondisi yang sehat dan subur.
  2. Pilihlah salah satu cabang tanaman yang layak untuk dicangkok. Ciri-cirinya yaitu batang tersebut harus sudah tua, warnanya cokelat gelap, dan berdiameter minimal 1 cm.
  3. Kupaslah lapisan kulit batang yang akan dicangkok menggunakan cutter. Buatlah kupasan selebar 3-4 cm mengelilingi batang tersebut. Ingat, bagian batang yang dikupas cukup lapisan kulitnya saja, jangan sampai mengenai lapisan kayu.
  4. Bersihkan bagian batang yang baru saja dikupas dari sisa-sisa lapisan kambium. Setelah itu, Anda bisa membiarkannya sebentar agar kondisinya agak kering.
  5. Siapkan media tanam untuk mencangkok yang terbuat dari campuran tanah dan pupuk kompos. Campurkan bahan-bahan sampai tercampur rata.
  6. Lubangi plastik hitam yang akan dipakai untuk mencangkok. Bungkuslah bagian batang yang telah dikupas memakai plastik ini. Ikat bagian bawahnya memakai tali rafia.
  7. Masukkan media tanam secukupnya ke dalam plastik hitam tersebut. Tekanlah media tanam ini ke bawah supaya padat. Isikan media tanam ini sampai penuh. Kemudian ikatlah bagian atas plastik hitam memakai tali rafia.
  8. Selama proses pencangkokan tanaman berlangsung, Anda perlu menjaga kondisi media tanam agar senantiasa lembab. Maka dari itu, Anda harus menyiraminya setiap hari. Anda bisa menggunakan botol semprot agar tidak merusak media tanam.
  9. Tanda bahwa upaya pencangkokan puring yang Anda lakukan telah berhasil yaitu tumbuhnya akar pada batang yang terbungkus oleh media tanam. Semakin lama, akar tersebut akan semakin tumbuh memanjang.
  10. Jika ukuran akar yang dihasilkan oleh batang yang sedang dicangkok sudah cukup panjang serta batang tersebut juga tampak sehat dengan tetap menumbuhkan tunas daun, maka Anda sudah bisa memisahkannya dari tanaman induk.

Dibandingkan dengan metode setek batang tanaman puring yang sudah pernah kami bahas sebelumnya, metode cangkok puring ini relatif lebih aman dilakukan dan risikonya pun tidak terlalu tinggi. Hal ini disebabkan bibit tanaman saat dipisahkan dari tanaman induk sudah mempunyai akar sendiri. Sehingga bibit tersebut bisa langsung melanjutkan kehidupan normalnya. Akan tetapi, waktu yang dibutuhkan untuk mencangkok memang lebih lama daripada setek batang.