Untuk Pemula, Cara Menanam Biji Matoa yang Baik

Pohon matoa (Pometia pinnata) memang menarik sekali untuk ditanam. Pohon ini diketahui merupakan tanaman asli  Papua. Sekilas pohon matoa ini nampak seperti pohon cokelat. Dari mulai postur pohonnya, batang, sampai daun matoa terlihat sangat mirip dengan tanaman cokelat. Namun setelah tumbuh buahnya, barulah kita dapat memastikan jika tanaman tersebut memang benar tanaman matoa. Buah matoa memiliki rasa yang manis dan segar seperti kombinasi antara rasa buah kelengkeng, durian, dan duku.

Di habitat alaminya, pohon matoa bisa memiliki batang sebesar 1 m dengan tinggi mencapai 18 m. Pohon ini biasanya tumbuh di dataran rendah hingga tempat yang berada di ketinggian 1200 m dpl. Tanaman ini lebih suka tumbuh di tanah yang kering, subur, tidak tergenangi air, serta memiliki curah hujan yang tinggi. Tanaman matoa menghasilkan buah setiap setahun sekali. Waktu tumbuhnya bunga sekitar bulan Juli sampai Oktober. Barulah setelah 4 bulan bunga ini muncul akan berkembang menjadi buah matoa.

Kalau ingin menanam matoa, Anda bisa membeli bibitnya di tempat kami. TokoTanaman.com menyediakan berbagai bibit tanaman buah-buahan, termasuk matoa, dengan harga yang terjangkau. Bibit yang kami jual memiliki kualitas yang unggul sehingga lebih mudah ditanam. Tapi Anda juga tetap dapat menanam matoa dari bijinya. Biji matoa dari buah yang telah matang dari pohonnya bisa disemai untuk ditanam menjadi bibit. Kira-kira bagaimana prosesnya? Silakan Anda bisa mengikuti panduan di bawah ini!

Siapkan Buah Matoa yang Matang

Untuk menanam tumbuhan dari biji, Anda harus menggunakan buah yang matang dari pohonnya. Anda tidak bisa memakai biji dari buah yang diperam karena risiko tumbuhnya buah ini sangat kecil. Begitu pula untuk menanam biji matoa, silakan Anda siapkan buah matoa yang sudah matang. Kemudian kupaslah kulit serta daging buah matoa ini. Usahakan permukaan biji buahnya tidak terluka dan tidak tergores. Biji matoa lantas direndam di air hangat untuk merangsangnya agar cepat berkecambah.

Siapkan Media Tanam yang Tepat

Menanam biji matoa pada dasarnya sama seperti menanam biji durian. Biji matoa menghendaki media tanam yang subur dan gembur supaya dapat tumbuh dan berkembang menjadi kecambah. Anda bisa menggunakan media tanam dari campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam padi dengan perbandingan 2:1:1. Gunakan tanah yang telah dibersihkan, pupuk kandang yang matang, serta sekam padi yang telah diproses dengan sempurna. Aduklah bahan-bahan ini sampai tercampur rata. Kemudian masukkan ke dalam polybag.

Tanamlah Biji Matoa dengan Benar

Biji matoa sebaiknya direndam di air hangat terlebih dahulu supaya peluang tumbuhnya biji tersebut makin besar. Rendamlah biji ini selama 10-12 jam. Lantas biji matoa dapat ditanam di media tanam di atas. Buat lubang tanam dengan kedalaman 5-8 cm. Kemudian masukkan biji ini ke dalam lubang tersebut dan timbun lagi dengan tanah di sekitarnya. Setelah itu, letakkan polybag yang telah ditanami biji matoa ke tempat yang teduh serta terhindar dari pancaran sinar matahari secara langsung.

Rawatlah Tanaman dengan Baik

Agar biji matoa bisa berkembang menjadi kecambah dan tumbuh menjadi tanaman matoa, Anda harus merawatnya dengan baik selama proses penyemaian berlangsung. Caranya mudah sekali. Tugas Anda hanya mengontrol tingkat kelembaban media tanam supaya tetap lembab namun jangan terlalu basah atau terlalu kering. Jadi siramilah polybag hanya pada saat kondisi permukaan tanahnya sudah terlihat kering. Biasanya Anda perlu menyiraminya setiap 3-5 hari tergantung kondisi cuaca.

Tanamlah Bibit Langsung di Tanah

Proses penyemaian yang berlangsung dengan baik akan memicu tumbuhnya biji matoa menjadi tanaman kecil. Mula-mula akan muncul tunas daun dari dalam tanah yang akan terus berkembang dari hari ke hari. Anda bisa terus menyiraminya secara teratur sampai tinggi tanaman tersebut mencapai 25-30 cm. Barulah bibit matoa yang berasal dari biji ini dapat dipindahkan untuk ditanam langsung di tanah. Buatlah lubang tanah yang berukuran 25 x 25 x 30 cm terlebih dahulu. Lalu masukkan pupuk kandang ke dalamnya setebal 5-10 cm. Lantas tanamkan bibit matoa ke dalam lubang ini.

Terus Merawatnya sampai Besar

Tanaman matoa akan tumbuh subur kalau mampu mendapatkan air dan nutrisi yang dibutuhkannya secara maksimal. Untuk itu, Anda perlu menyirami tanaman ini secara rutin, terutama di musim kemarau yang panas. Siramilah tanaman ini setiap 1-3 hari sekali tergantung kondisi tanah di sekitarnya. Hal lain yang perlu Anda lakukan dalam merawat matoa yaitu memberikannya pupuk setiap sebulan sekali. Berikan pupuk kandang untuk mendukung pertumbuhan tanaman tersebut. Jangan lupa siangi juga gulma yang tumbuh di sekitar tanaman agar pertumbuhan matoa tidak terganggu.