Tips agar Buah Belimbing Besar dan Manis

Bagaimana tips agar buah belimbing besar dan manis? Belimbing adalah tanaman buah yang termasuk dalam famili Oxalidaceae di genus Averrhoa. Tumbuhan ini ternyata berasal dari Indonesia lho dan menjadi ikon kota Depok. Buah belimbing mempunyai citarasa yang manis dan berair dengan aroma yang menyegarkan.

Buah belimbing yang berkualitas tinggi memiliki ukuran yang besar dengan rasa manis yang menonjol. Buah juga tidak terasa sepat meskipun kandungan air di dalamnya cukup banyak. Untuk mendapatkan buah dengan kualitas yang maksimal, para petani belimbing harus melakukan berbagai upaya yang tepat. Berikut ini langkah-langkah di antaranya :

  1. Gunakan Tanah yang Tepat

Pohon belimbing memang bisa ditanam di berbagai jenis tanah. Di antara jenis tanah tersebut, tanah lempung lah yang paling bagus digunakan sebagai media tanamnya. Tanah lempung ini sebaiknya mempunyai pH sekitar 5,5-6 dan terletak di daerah yang memiliki curah hujan yang berkisar antara 1500-2500 mm/tahun. Belimbing yang dipelihara di tanah dengan karakteristik seperti ini mampu menghasilkan buah yang lebat dan terasa lebih manis.

  1. Penyinaran Matahari yang Cukup

Belimbing akan menghasilkan buah yang manis dan berukuran lebih besar saat dibudidayakan di daerah yang beriklim kering dengan penyinaran maksimal dan curah hujan rendah. Kondisi yang demikian akan memicu proses fotosintesis secara maksimal asalkan kebutuhan air pada tanaman juga tetap terpenuhi. Di sisi lain, iklim yang terlalu basah menyebabkan buah belimbing terlalu banyak mengandung air sehingga rasa manisnya pun berkurang dan rentan membusuk.

  1. Pemupukan Secara Berkala

Unsur kalium yang terkandung di dalam tanah berperan penting dalam memicu pembentukan zat gula di dalam buah. Guna mencukupi kebutuhan kalium pada tanaman belimbing, Anda bisa melakukan pemupukan susulan secara berkala menggunakan pupuk KCL atau KNO3 dengan dosis 500-1000 gram/tahun. Jangan lupa untuk segera menyiram tanaman setelah melakukan pemupukan agar penyerapannya lebih optimal.

  1. Penyiraman yang Efektif

Ada 3 metode yang dapat digunakan untuk menyiram tanaman belimbing yaitu sistem tetes, sistem kabut, dan sistem tetes sederhana. Pelaksanaan metode penyiraman dengan sistem tetes dapat dilakukan dengan memakai selang air yang telah disambungkan ke menara air sehingga air akan bergerak dari tower ke lahan akibat gaya gravitasi. Hal ini berbeda dengan sistem kabut yang harus menggunakan alat bantu yang disebut sprinkler. Sedangkan penyiraman memakai sistem tetes sederhana memanfaatkan botol bekas yang diberi lubang jarum pada bagian bawahnya sebagai wadah air sehingga air akan menetes secara perlahan menyirami tanaman.

  1. Pembungkusan Buah Kecil

Hama yang paling berbahaya bagi tanaman belimbing yakni lalat buah. Lalat ini akan menanamkan telurnya di dalam buah sehingga memperlambat pertumbuhan buah tersebut dan menyebabkannya busuk. Agar buah belimbing terhindar dari serangan hama ini, cara yang paling praktis adalah membungkusnya memakai plastik. Tapi sebelumnya tutupi buah belimbing dengan koran terlebih dahulu untuk mencegah permukaannya terluka atau pun lembab. Barulah kemudian Anda bisa membungkus buah-buah tadi menggunakan plastik yang bening. Jangan lupa berikan beberapa lubang jarum di bagian bawah plastik untuk mengeluarkan embun yang terjebak di dalamnya.