Teknik Dasar Melakukan Okulasi Tanaman

Bagaimana cara melakukan okulasi tanaman? Tahukah Anda, terdapat beberapa cara yang bisa dilaksanakan untuk melakukan perbanyakan tanaman. Para petani umumnya memilih teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan karena prosesnya cukup mudah dengan tingkat keberhasilan yang sangat besar. Teknik ini juga memungkinkan tanaman lebih cepat tumbuh tinggi dan menghasilkan. Beberapa contoh teknik perbanyakan tumbuh-tumbuhan secara vegetatif buatan antara lain cangkok, stek, okulasi, enten, dan runduk.

Pada kesempatan kali ini, kita akan belajar secara bersama-sama tentang metode perbanyakan tanaman memakai teknik okulasi. Teknik ini pada dasarnya dilakukan dengan menggabungkan  dua tanaman menjadi satu sehingga tercipta bibit baru yang mempunyai sifat-sifat unggul dari campuran kedua induknya. Batang bawah berasal dari tanaman yang ditumbuhkan dengan biji sehingga akarnya banyak, panjang, dan kokoh. Sedangkan batang atas merupakan tunas dari tanaman induk yang mempunyai tingkat produktivitas dan kualitas yang bagus.

Sama seperti teknik cangkok, teknik okulasi hanya bisa diaplikasikan pada tanaman-tanaman berkayu yang mengandung kambium.

Alat dan Bahan :

  • Bibit tanaman yang berasal dari biji
  • Tunas tanaman yang sesuai
  • Pisau tajam
  • Tali rafia

Langkah-langkah :

  1. Siapkan bibit tanaman yang ditumbuhkan dari biji. Bibit tersebut harus sudah berumur setidaknya 6-8 bulan. Nantinya kita akan menggunakan bibit ini sebagai batang bawah.
  2. Buatlah jendela okulasi pada bibit tanaman tersebut memakai pisau yang tajam dan steril. Jendela ini dibuat pada ketinggian 10 cm dari permukaan media tanam. Ukuran jendela yang disarankan ialah 1 x 5 cm.
  3. Siapkan mata tunas tanaman dari pohon induk yang sudah diketahui memiliki tingkat produktivitas tinggi serta kualitas hasilnya bagus. Ambil mata tunas tersebut dengan hati-hati memakai pisau. Usahakan ukuran mata tunas yang diambil dibuat lebih kecil daripada ukuran jendela okulasi.
  4. Mata tunas yang telah diambil lantas ditempelkan persis di jendela okulasi. Masukkan mata tunas ini pada posisi yang tepat. Kemudian tahan posisinya dengan mengikat mata tunas tersebut menggunakan tali rafia hingga terikat sempurna.
  5. Rawatlah bibit tanaman ini sebagaimana Anda merawat bibit-bibit tanaman yang lain. Anda perlu menyiraminya setiap 2-3 hari sekali untuk menjaga kondisi kelembaban media tanam. Pastikan media tanam tidak mengalami kekeringan atau terlampau basah karena dapat menyebabkan kematian.
  6. Selang setelah Anda merawat bibit okulasi ini dalam waktu 2-3 minggu, Anda bisa mengecek hasil dari teknik okulasi yang telah dikerjakan. Okulasi dikatakan berhasil apabila mata tunas tetap berwarna hijau dan memperlihatkan tanda-tanda pertumbuhan. Sebaliknya jika mata tunas tersebut berubah warna menjadi cokelat sampai kering artinya okulasi yang Anda kerjakan telah gagal.

Kami ucapkan selama bagi Anda yang langsung berhasil mengokulasi tanaman di awal masa percobaan. Tetapi bagi Anda yang mengalami kegagalan, jangan pernah menyerah dan lekas berputus asa. Namanya juga baru belajar. Jadi sangat wajar apabila Anda gagal terlebih dahulu. Kuncinya adalah terus lakukan praktek mengokulasi tanaman sebaik-baiknya sebagaimana panduan yang telah kami bagikan di atas. Pasti di percobaan selanjutnya Anda pun akan meraih keberhasilan. Selamat mencoba ya!