Tanaman Kacang Panjang agar Berbuah Lebat

Kacang panjang (Vigna sinensis L.) berasal dari India dan Afrika Tengah. Tanaman ini termasuk dalam famili papilionaceae. Polong muda kacang panjang banyak mengandung vitamin A, B, dan C. Sedangkan bijinya kaya akan kandungan protein, lemak, dan karbohidrat. Akar kacang panjang mempunyai bintil akar yang bisa mengikat nitrogen bebas dari udara. Sehingga kacang panjang juga memiliki kemampuan untuk menyuburkan tanah.

Proses penanaman kacang panjang dimulai dari pengolahan tanah. Proses ini dilakukan dalam dua tahap yaitu pembersihan lahan serta penggaruan untuk menghaluskan tanah. Setelah itu, benih kacang panjang ditanam dengan jarak tanam 100 x 40 cm. Setiap lubang tanam dapat diisi dengan 2 biji sekaligus. Lalu dalam waktu 7 hari kemudian, pilih salah satu tanaman yang pertumbuhannya paling bagus. Sedangkan satunya lagi sebaiknya disingkirkan.

Pupuk dasar yang digunakan untuk mendukung pertumbuhan kacang panjang adalah pupuk kandang dengan dosis 10 ton/ha. Pupuk ini diberikan pada waktu seminggu sebelum tanam. Selain itu, perlu juga diberikan pupuk urea 100 kg/ha dan pupuk KCl 100 kg/ha. Pupuk kandang diberikan dengan cara ditebar. Sementara untuk pupuk KCl diberikan secara larikan sedalam 10 cm dengan jarak dari tanaman mencapai 10 cm. Khusus pupuk urea diberikan dalam 2 tahap yaitu saat tanam dan setelah tanaman berumur 3 minggu.

Jenis pupuk lainnya yang juga dibutuhkan oleh tanaman kacang panjang ialah pupuk phosphat. Pupuk ini berpengaruh secara nyata terhadap jumlah dan karakteristik polong yang dihasilkan oleh tanaman. Dosis pupuk phosphat yang tepat digunakan adalah 300 kg/ha. Pupuk ini dapat diberikan pada usia tanaman 15 HST, 25 HST, dan 35 HST. Pemberian pupuk phosphat secara tepat terbukti mampu memaksimalkan tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong basah, berat polong basah, dan panjang polong basah tersebut.

Pemeliharaan Tanaman

Terdapat lima pekerjaan yang harus dilakukan dalam memelihara tanaman kacang panjang, antara lain :

  1. Penyulaman dengan menggantikan benih kacang panjang yang tidak tumbuh atau tanaman yang pertumbuhannya kurang baik. Kegiatan ini dilakukan 7 hari setelah tanam agar pemanfaatan lahan tetap optimal.
  2. Penyiraman yang dilakukan setiap pagi dan sore, kecuali hujan. Penyiraman sebaiknya memakai gembor atau teko khusus untuk menyiram. Siramlah tanaman sampai kondisi tanahnya cukup lembab.
  3. Pemasangan lanjaran juga perlu dilakukan mengingat kacang panjang merupakan tanaman rambat. Lanjaran berfungsi sebagai tempat membelitnya tanaman. Pekerjaan ini dilakukan setelah tinggi tanaman mencapai 25 cm atau berumur 14 HST.
  4. Penyiangan gulma dilaksanakan pada saat umur tanaman mencapai 1 minggu setelah tanam, kemudian terus rutin dilakukan. Cangkul kecil dapat digunakan untuk menyiangi gulma yang tumbuh.
  5. Pengendalian hama dan penyakit yang menyerang tanaman kacang panjang dilakukan secara kimiawi menggunakan fungisida Dithane M-45 dan insektisida Perfecthan 400 EC 2 cc/L air dengan cara disemprotkan.

Pemangkasan Pucuk Cabang

Pemangkasan pucuk cabang sangat penting dilaksanakan untuk meningkatkan produktivitas tanaman dalam menghasilkan polong. Proses pemangkasan ini cukup dilakukan satu kali yakni sebelum tanaman menghasilkan bunga. Tujuannya adalah untuk merangsang pertumbuhan cabang-cabang baru yang lebih produktif. Sebaiknya waktu pemangkasan cabang dikerjakan pada sore hari. Diketahui jumlah polong basah kacang panjang terbanyak, terberat, dan terpanjang dapat dijumpai apabila tanaman mendapatkan perlakuan pemangkasan cabang pada umur 35 HST.