Pengendalian Penyakit Umbi Busuk Pada Tanaman Kentang

Kentang merupakan tanaman budidaya yang banyak ditanam oleh para petani di Indonesia. Tanaman ini tumbuh baik di dataran tinggi yang terletak pada ketinggian 1000-2000 m dpl. Kentang adalah tanaman penghasil umbi yang dapat dikonsumsi. Permintaan pasar yang begitu besar terhadap umbi kentang ini membuat harganya menjadi tinggi. Salah satu sentra budidaya tanaman kentang di Indonesia terletak di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Di sini tanaman kentang menjadi komoditi utamanya.

Menanam kentang memang lumayan susah. Selain perawatannya yang harus dilaksanakan secara terus-menerus, tanaman ini juga rentang terserang penyakit. Tanaman kentang yang sakit akan berimbas pada pertumbuhan umbinya yang tidak akan maksimal. Umbi dari tanaman kentang yang terkena penyakit ini menjadi tidak mulus, cacat, kerdil, berlubang-lubang, dan bentuknya aneh. Sehingga pasar pun tak mau menerima umbi yang mutunya rendah tersebut, meskipun sebenarnya masih layak untuk dimakan.

Salah satu penyakit yang kerap menyerang tanaman kentang sehingga Anda wajib mewaspadainya ialah penyakit umbi busuk. Penyakit ini dikenal pula dengan sebutan penyakit lodoh. Penyebab utamanya yaitu kapang patogen Phytophythora infestans. Kapang ini mudah tumbuh di daerah yang dingin dan lembab sehingga wajar sekali apbila tanaman kentang sering terkena serangannya. Diketahui bahwa patogen ini mampu berkembang secara oospora (seksual) dan zoospora (aseksual).

Perlu Anda ketahui, Phytophythora infestans sebenarnya bukan kapang asli tanah. Tetapi kapang ini bisa menyerang bagian-bagian tanaman kentang yang berada di dalam maupun di atas tanah. Serangannya dapat menurunkan tingkat produksi kentang hingga mencapai 90 persen. Sayangnya hingga kini belum ada fungisida yang benar-benar mampu mengendalikannya. Salah satu metode pengendalian yang kerap dilakukan petani ialah mengganti fungisida yang mengandung bahan aktif dan cara kerja yang berbeda-beda.

PENYEBAB

Apa yang menyebabkan penyakit umbi busuk pada tanaman kentang? Penyebabnya yaitu Phytophythora infestans. Spora dari Phytophythora infestans ini menyebar melalui angin, air, atau serangga. Spora yang jatuh di permukaan daun yang kondisinya basah akan langsung berkecambah dan tumbuh. Kemudian kapang ini akan memasuki batang tanaman dan terus menjalar ke seluruh bagian tanaman kentang. Pada akhirnya, kapang ini pun berhasil menginfeksi umbi kentang dan memicu terjadinya pembusukan. Kapang Phytophythora infestans akan semakin ganas menyerang manakala kondisi lingkungannya cukup lembab.

Kerajaan : Chromista

Divisi : Oomycota

Kelas : Oomycetes

Ordo : Pythiales

Famili : Pythiaceae

Genus : Phytophthora

Spesies : Phytophythora infestans

GEJALA AWAL

Gejala-gejala awal dari serangan Phytophythora infestans pada tanaman kentang di antaranya :

  • Gejala pada daun yaitu munculnya bercak-bercak berwarna abu-abu yang ukurannya cukup besar dengan bagian tengah yang agak gelap dan basa.
  • Gejala pada akar dan leher akar yaitu kondisi bagian-bagian tanaman tersebut menjadi busuk dan berubah warna menjadi hitam.
  • Gejala pada umbi yaitu umbi kentang membusuk dan berubah warna menjadi abu-abu gelap atau hitam. Jika umbi ini diinkubasi di suhu 15-20 oC, maka akan muncul konidia dalam jumlah banyak berupa tepung berwarna abu-abu.

CARA MENGIDENTIFIKASI

Cara mengidentifikasi keberadaan Phytophythora infestans dapat dilakukan dengan mengambil sampel berupa irisan daun atau umbi kentang dari tanaman yang dicurigai sakit pada media berupa PDA steril. Lalu tambahkan kloramfenikol ke dalam cawan petri steril. Lantas sampel ini diinkubasikan pada suhu 25 oC selama 3-5 hari. Koloni-koloni yang tumbuh kemudian dapat diidentifikasi, baik secara makroskopis mupun mikroskopis untuk menentukan ada tidaknya kapang patogen ini.

Identifikasi juga perlu dilakukan terhadap tanah di sekitar tanaman kentang yang menunjukkan gejala serangan patogen Phytophythora infestans. Caranya dengan menggunakan metode umpan berupa buah apel varietas manalagi. Jamur yang tumbuh di buah apel ini, lalu dibiakkan lagi dalam media PDA miring dan disimpan di dalam paraffin cair steril untuk pengujian tahap berikutnya. Ciri-ciri patogen ini yaitu memiliki morfologi sporangium yang berbentuk bulat dengan papila pada ujungnya dan hifa yang tidak bersekat.

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN

Salah satu biopestisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan kapang Phytophythora infestans ialah biofungisida yang mengandung bahan aktif mikroorganisme sel jamur antagonis yaitu Trichoderma spp. Jamur ini dapat menghambat pertumbuhan kapang patogen penyebab penyakit busuk umbi. Selain itu, jamur Trichoderma spp. juga aman bagi tanaman kentang. Jamur ini memiliki aktivitas antagonisme yang kuat terhadap jamur patogen dengan mekanisme hiperparasitisme dan antibiosis yang dimilikinya.