Pedoman Praktis Cara Stek Batang Kelor

Bagaimana caranya melakukan stek batang kelor? Kelor (Moringa oleifera) adalah tumbuhan kebun yang berasal famili Moringaceae. Pohon kelor dapat tumbuh hingga tingginya mencapai 7-11 m. Daunnya berbentuk bulat telur dan berukuran kecil yang tersusun secara majemuk dalam satu tangkai. Sedangkan bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dengan tudung pelepah bunga yang berwarna hijau.

Proses perbanyakan tanaman kelor biasanya dilakukan secara generatif maupun vegetatif. Kelor dapat diperbanyak menggunakan biji atau stek batang. Dibandingkan dengan biji, petani lebih menyukai teknik stek batang untuk memperbanyak kelor karena lebih mudah, praktis, dan cepat tumbuh. Tanaman kelor yang ditanam memakai stek juga memiliki cabang yang lebih banyak sehingga rimbun. Cocok sekali dengan fungsi utamanya sebagai pohon peneduh, pembatas jalan, pagar hidup, dan batang rambatan.

Perbanyakan Kelor dengan Stek Batang

Cabang  tanaman kelor yang akan dipakai untuk stek batang harus dalam kondisi yang sehat, sudah cukup dewasa, dan diameter sekitar 4-5 cm. Anda bisa memotong cabang tersebut secara menyerong dengan panjang antara 0,5-1,5 cm sesuai kebutuhan. Cabang yang akan ditanam di kebun sebaiknya berukuran lebih panjang sehingga tidak mudah dirusak oleh binatang ternak.

Cabang yang telah dipotong dari tanaman indukan harus ditanam maksimal dalam waktu 3 hari. Untuk menanam cabang  kelor, Anda bisa membuat lubang tanam terlebih dahulu dengan kedalaman 10-30 cm. Pastikan 1/3 dari panjang cabang kelor tertimbun di dalam tanah. Hindari menancapkan cabang tersebut langsung ke tanah karena bisa merusak bagian kulit ujungnya sehingga bisa merusak pertumbuhan akar tanaman.

Proses penanaman kelor dengan stek batang sebaiknya dilakukan pada akhir musim kemarau atau awal musim penghujan. Jarak tanamnya bisa disesuaikan dengan tujuan penanaman. Pohon kelor yang dipakai untuk pagar harus ditanam dengan jarak yang lebih rapat daripada tanaman perambat. Karena tidak memiliki sistem perakaran yang dalam, tanaman kelor yang diperbanyak dengan stek batang lebih rentan terhadap serangan angin, kekeringan, dan rayap.

Pemeliharaan awal dilakukan dengan menyiram cabang setiap pagi dan sore hari atau tergantung kondisi cuaca. Setelah umurnya mencapai 15-20 hari biasanya cabang tersebut sudah mempunyai akar. Hal ini terlihat dari tumbuhnya tunas baru pada bagian pucuk cabang kelor. Berikanlah pupuk kandang setiap sebulan sekali agar pohon kelor ini bisa tumbuh subur.