Panduan Menanam Brokoli dengan Benar

Apakah Anda membutuhkan panduan untuk menanam brokoli? Sebagai sayuran yang mengandung banyak vitamin dan mineral, brokoli kerap dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan pangan. Bagian yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dari tanaman ini ialah bunganya. Bunga brokoli sekilas terlihat mirip seperti kembang kol, tetapi rasa dan tekstur keduanya sangat berbeda.

Brokoli (Brassica oleracea L. Italica) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam famili Brassicaceae (suku kubis-kubisan). Tanaman dipercaya berasal dari Laut Tengah dan telah lama dibudidayakan oleh masyarakat setempat. Warga Indonesia sendiri mengenal brokoli pada tahun 1970-an dan langsung mendapat perhatian khusus karena karakteristik yang dimilikinya. Bagian dari tanaman brokoli yang umum dimakan yaitu kepala bunga berwarna hijau yang tersusun rapat menyerupai cabang pohon dengan batang yang tebal.

Proses penanaman brokoli tidak terlalu susah mengingat tanaman ini sudah lama beradaptasi dengan lingkungan alami di Indonesia. Khusus buat Anda yang tertarik untuk menanamnya, silakan ikuti panduan berikut ini :

Langkah I : Penyemaian Benih Brokoli

Benih brokoli bisa Anda dapatkan di toko tanaman online. Sebelum dilakukan penyemaian terhadap benih tersebut, Anda bisa memberikan perlakuan-perlakuan tertentu terlebih dahulu. Mulailah dengan melakukan sterilisasi benih yakni merendam benih-benih brokoli ke dalam larutan fungisida atau air hangat selama 15-30 menit. Setelah itu, benih direndam di dalam air selama 8-10 jam. Perhatikan bahwa benih yang baik pasti akan tenggelam. Perendaman juga bertujuan untuk memecahkan lapisan kulit pada biji brokoli agar mudah berkecambah.

Proses penyemaian dilakukan menggunakan kotak semai atau polybag yang diisi dengan media semai setebal 5-10 mm. Adapun media yang tepat digunakan untuk menyemai biji brokoli adalah campuran tanah yang halus dan ayakan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Setelah wadah penyemaian sudah siap, taburkanlah benih-benih brokoli ke dalamnya.

Setelah 2 minggu kemudian, benih brokoli tadi akan melakukan proses perkecambahan. Anda bisa memindahkan penanaman kecambah brokoli ini ke polybag khusus, di mana setiap polybag diisi dengan satu kecambah brokoli. Media tanam yang digunakan masih sama seperti di atas, tetapi pengisiannya ke dalam polybag harus dilakukan sampai penuh. Lalu buat lubang tanam sedalam 1-2 cm tepat di tengah-tengah polybag. Berikutnya Anda bisa menanamkan kecambah brokoli tadi.

Langkah II. Penanaman Bibit Brokoli

Lahan yang akan ditanami bibit brokoli wajib diolah terlebih dahulu. Anda dapat membersihkan lahan tersebut dari gulma-gulma yang tumbuh liar, mencangkul lahan sampai gembur, dan menambahkan pupuk kandang untuk meningkatkan kesuburannya. Lahan tadi dicangkul sedalam 20-30 cm untuk selanjutnya dibuat menjadi beberapa bedengan yang berukuran lebar 80-100 cm dengan tinggi 35 cm. Sedangkan jarak antar bedengan yang bagus yaitu 40 cm. Tanah yang ada pada bedengan ditaburi pupuk kandang sebanyak 12-17 ton/hektar untuk menyuburkannya.

Penanaman bibit brokoli dilaksanakan pada jarak 50 x 50 cm untuk varietas yang bertajuk lebar atau 45 x 65 cm untuk varietas yang bertajuk tegak. Waktu yang paling baik untuk memindahkan tanaman dari polybag ke bedengan ialah pagi hari sebelum jam 9 atau sore hari sebelum jam 5. Bibit brokoli yang dipindahtanamkan harus sudah berumur minimal 30 hari atau mempunyai daun sebanyak 3-4 helai. Setiap lubang tanam hanya boleh diisi dengan satu bibit brokoli.

Langkah III. Perawatan Tanaman Brokoli

Penyulaman adalah mengganti tanaman-tanaman muda yang mati pada awal masa pertumbuhan. Untuk tumbuhan brokoli, kegiatan ini dilakukan hingga tanaman berusia 2 minggu terhitung sejak penanaman di lahan. Sementara itu, guna memaksimalkan ukuran dan kualitas massa bunga, Anda perlu memotong tunas cabang sedini mungkin. Sesaat setelah bunga brokoli tumbuh, daun-daun tanaman yang usianya sudah cukup tua diikat sedemikian rupa untuk digunakan sebagai naungan bunga tersebut.