Panduan Cara Menanam Jeruk Keprok dari Biji

Menanam jeruk keprok paling mudah dilakukan dari bijinya. Pertama-tama Anda bisa memulainya dengan memilih buah jeruk yang telah matang dari pohonnya. Kalau bisa pilihlah buah yang berukuran paling besar dan rasanya paling manis. Buah dengan karakteristik seperti ini pasti mempunyai biji yang berkualitas tinggi serta memiliki daya tumbuh yang baik. Anda dapat menggunakannya sebagai benih yang unggul.

Dibandingkan dengan jenis-jenis buah jeruk lainnya, jeruk keprok mempunyai penggemar yang paling banyak. Alasannya karena buah ini memiliki rasa yang manis dan menyegarkan. Jeruk keprok biasa dinikmati sebagai buah. Jeruk ini biasanya dimakan mentah, tidak diolah terlebih dulu menjadi makanan atau minuman. Harganya di pasaran juga relatif stabil. Oleh karena itu, bercocok tanam buah jeruk keprok patut Anda coba.

Kelebihan utama menanam dari biji yaitu biaya yang kita keluarkan relatif murah. Bahkan Anda bisa menanam jeruk keprok ini secara gratis apabila mengambil biji-biji dari buah yang tengah dimakan. Selain itu, tanaman yang ditumbuhkan dari biji mempunyai perakaran yang kuat dan banyak. Sehingga tanaman tersebut akan tumbuh besar, memiliki usia yang lama, serta tingkat produktivitasnya dalam menghasilkan buah pun tinggi.

Jika tertarik, Anda bisa mencoba menanam biji jeruk keprok sendiri dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini. Kami sudah mencobanya sendiri dan terbukti berhasil menumbuhkan biji jeruk hingga menjadi pohon yang besar.

Langkah 1. Menyiapkan Biji Jeruk

Anda bisa memulainya dengan mengumpulkan biji-biji dari buah jeruk keprok yang telah masak di pohon. Setelah itu, rendamlah biji tersebut di dalam air hangat selama 8-10 jam. Hal ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhannya sekaligus menyeleksi mana biji yang bisa ditanam dan mana pula biji yang telah mati. Anda hanya perlu menggunakan biji jeruk yang tenggelam di dalam air. Biji ini layak untuk ditanam.

Langkah 2. Menyemai Biji Jeruk

Proses penyemaian biji jeruk bisa Anda lakukan menggunakan media berupa kapas, kain, atau tanah. Namun kali ini kita akan memakai tanah sebagai media tanamnya. Mengapa? Karena penggunaan media tanam berupa tanah memungkinkan untuk sekaligus membibitkan biji tersebut. Jadi benih yang sudah berkecambah tidak perlu dipindah lagi. Masukkan tanah yang telah diayak ke dalam polybag. Lalu tanamkan 1 biji jeruk per polybag. Letakkan polybag ini di tempat yang teduh. Siramlah setiap 2-3 hari sekali.

Langkah 3. Memindahkan Bibit Jeruk

Selama proses pembibitan, polybag wajib diletakkan di tempat yang teduh dan terlindung dari air hujan. Barulah setelah tinggi bibit jeruk keprok mencapai lebih dari 15 cm, Anda bisa memindahkan polybag ke tempat terbuka supaya tanaman bisa mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak untuk mendukung pertumbuhannya. Kemudian setelah tinggi bibit jeruk ini mencapai setidaknya 30 cm, Anda bisa memindahkannya dari polybag ke tanah. Hati-hati saat memindahkan bibit agar sistem perakaran tanaman tidak rusak.

Proses pemindahan tanaman paling baik dilakukan di pagi hari. Sebelumnya tanaman tidak perlu disiram selama 2 hari berturut-turut untuk membuat kondisi media tanamnya agak kering. Tujuannya agar saat dilepaskan dari polybag, media tanam tetap berbentuk utuh dan menempel ke akar tanaman. Lakukan proses pemindahan ini secepat mungkin. Namun Anda wajib berhati-hati tentunya. Setelah tanaman berhasil dipindahkan, Anda bisa menyiraminya dengan air secukupnya saja.