Panduan Budidaya Ubi Jalar di Karung Beras

Apakah Anda ingin membudidayakan ubi jalar di karung beras? Ubi jalar merupakan salah satu makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Ubi jalar mengandung karbohidrat yang tinggi dari zat gula yang tersimpan di dalamnya. Rasanya yang manis dan gurih berpadu dengan teksturnya yang lembut dapat menimbulkan sensasi lezat tersendiri di dalam mulut. Selain direbus atau dikukus, ubi jalar juga dapat dibuat menjadi berbagai makanan dan minuman olahan.

Kalau Anda mengaku sebagai pencinta ubi jalar, tidak ada salahnya menanam tumbuhan ini sendiri. Anda bisa menggunakan wadah penanaman berupa karung beras atau karung goni bekas. Tujuannya supaya pengolahan tanahnya lebih ringan, perawatannya lebih mudah, dan tanaman dapat menghasilkan umbi yang lebih banyak. Selain itu, Anda pun tidak perlu repot menggali tanah saat ingin memanen umbi ubi jalar.

Menanam ubi jalar paling gampang dilakukan menggunakan teknik setek batang. Anda tinggal menanam batang tanaman ubi jalar di tanah yang subur. Dalam kurun waktu 5-7 hari akan tumbuh daun-daun muda dari batang tersebut yang menandakan kalau Anda sudah berhasil menanam ubi jalar. Tetapi untuk kali ini, kita akan belajar bagaimana menanam ubi jalar menggunakan umbinya. Dengan begini, Anda bisa mendapatkan hasil umbi yang lebih bagus seperti induknya.

Berikut ini panduan langkah-langkahnya!

Alat dan Bahan :

  • Umbi ubi jalar
  • Cutter
  • Tusuk gigi
  • Gelas kaca
  • Air bersih
  • Karung bekas
  • Pupuk kompos
  • Tanah
  • Cangkul
  • Cetok

Langkah kerja :

  1. Siapkan umbi ubi jalar yang memiliki kualitas bagus. Pastikan umbi tersebut memiliki warna yang menarik, rasanya manis, dan teksturnya lembut. Kondisi umbi juga harus sehat, normal, serta bebas dari penyakit
  2. Pakailah cutter untuk membelah umbi ubi jalar menjadi dua bagian yang sama besar. Kemudian tancapkan tusuk gigi tepat di bagian tengah masing-masing potongan umbi jalar tersebut.
  3. Tuangkan air bersih secukupnya ke dalam gelas kaca. Lalu masukkan potongan umbi jalar ke gelas kaca. Gunakan tusuk gigi sebagai penyangga agar posisi potongan umbi terendam sebagian di air.
  4. Letakkan gelas kaca di tempat yang bisa mendapatkan sinar matahari. Dalam kurun waktu beberapa hari akan tumbuh akar dari bagian bawah potongan umbi ubi jalar. Selang beberapa hari kemudian akan tumbuh juga tunas muda di bagian atasnya.
  5. Setelah ukuran tunas yang tumbuh dari potongan umbi ubi jalar sudah cukup besar, Anda bisa mengeluarkannya dari gelas kaca. Gunakan cutter untuk memotong umbi tersebut menjadi beberapa bagian. Pastikan setiap potongan mempunyai tunas dan akar.
  6. Buat media tanam yang sesuai dengan syarat hidup tanaman ubi jalar. Anda bisa mencampurkan tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1 atau 2:1 tergantung tingkat kesuburan tanah yang dipakai. Setelah jadi, masukkan media tanam ini ke dalam karung beras.
  7. Tanamlah potongan umbi ubi jalar yang telah memiliki tunas dan akar ke dalam media tanam di karung. Tanamlah umbi tersebut tepat di bagian tengah karung, lalu atur sedemikian rupa supaya dapat berdiri dengan tegak.
  8. Setiap hari Anda perlu memantau kondisi pertumbuhan ubi jalar yang Anda tanam. Lakukan penyiraman pada saat kondisi media tanamnya kelihatan agak kering. Pemupukan memakai pupuk kandang juga perlu dilakukan setiap bulan agar tanaman tumbuh subur.
  9. Seperti kita tahu, ubi jalar termasuk salah satu tanaman yang tumbuh secara menjalar. Namun jika Anda membiarkan batang tanaman ini hidup menjalar di atas tanah, maka mudah terserang hama atau penyakit. Solusinya Anda harus membuatnya tumbuh berdiri tegak dengan memasang tongkat ajiran sebagai tempat pegangannya.
  10. Tanaman ubi jalar yang dirawat dengan baik akan cepat menghasilkan umbi yang banyak dan ukurannya pun besar-besar. Anda tidak perlu menggali tanah untuk mengambil umbi ubi jalar. Silakan bongkar saja isi karung tempat penanamannya, maka semua umbi pun bisa dipanen dengan mudah.