Panduan Budidaya Lidah Buaya di Lahan Gambut

Apakah Anda tertarik untuk membudidayakan lidah buaya? Prosesnya dimulai dari mengolah lahan gambut terlebih dahulu. Buatlah parit yang mengelilingi lahan tersebut yang berfungsi sebagai saluran drainase. Ukurannya lebar atas 50 cm, lebar bawah 35 cm, dan kedalaman sekitar 50-60 cm. Bibit lidah buaya membutuhkan air yang cukup untuk membantunya beradaptasi dengan lingkungan baru. Namun jika terlalu banyak mendapatkan air, bibit tersebut justru akan membusuk dan diserang cendawan.

Lahan juga harus dibersihkan dari semua vegetasi yang ada. Caranya dengan membabat habis semua vegetasi tumbuhan tersebut hingga ke akarnya. Batang tanaman bisa dijemur sampai kering untuk kemudian digunakan sebagai kayu bakar. Sedangkan daun-daunnya dapat dijadikan pupuk kompos organik. Setelah lahan sudah bersih, selanjutnya ialah pembuatan bedengan yang dilakukan sekaligus dengan pencangkulan. Bedengan dibuat sesuai dengan jarak tanam yang akan diaplikasikan.

Populasi 8.000 pohon/hektar menggunakan jarak tanam 1,25 x 1,00 m. Sementara untuk populasi 6.000 pohon/hektar memakai jarak tanam 1,25 x 1,25 m. Bedengan-bedengan ini dibangun dengan ukuran lebar 75 cm, tinggi 20-30 cm, dan panjang menyesuaikan kondisi lahan. Beberapa petani ada pula yang membuat bedengan berbarengan dengan pembumbunan tanaman untuk menghemat waktu dan tenaga.

Pengadaan Bibit

Anda bisa membeli bibit lidah buaya yang siap tanam di www.tokotanaman.com. Bibit yang dijual oleh kami sudah berusia sekitar 3-4 bulan dan berkualitas unggul. Kalau ingin membuat sendiri, Anda bisa mengambil anakan lidah buaya yang kemudian didederkan selama minimal 1 bulan hingga besarnya menyerupai ibu jari dengan tinggi 10-15 cm. Jarak tanam pada lahan pendederan tersebut ialah 15 x 15 cm atau 15 x 20 cm. Selama proses ini berlangsung, bibit perlu diberikan pupuk kandang, pupuk urea, dan abu.

Penanaman Bibit

Bibit lidah buaya harus dipastikan benar-benar sehat dan tidak mempunyai luka pada daun pelepahnya. Bibit yang baru saja dicabut harus segera ditanamkan di lahan. Sebaiknya daun yang menguning atau berpenyakit dibuang. Waktu yang paling baik untuk menanam lidah buaya adalah pagi hari sebelum jam 10 atau sore hari setelah jam 4. Bibit ini lantas ditanamkan pada lubang tanam yang memiliki kedalaman 4-6 cm. Usahakan tidak ada daun yang tertimbun tanah karena dapat memicu serangan cendawan.

Penyulaman Tanaman

Lakukan pengamatan terhadap pertumbuhan tanaman selama 10-14 hari setelah penanaman. Bibit lidah buaya yang telah mati atau pertumbuhannya tidak normal sebaiknya dicabut lalu diganti dengan bibit baru. Jumlah bibit yang dibutuhkan dalam penyulaman ini tergantung jarak tanam yang dipilih. Jangan merasa sayang saat hendak membuang bibit tanaman yang kondisinya tidak baik. Sebab kalau terus dirawat, tanaman tersebut justru akan merepotkan Anda dan hasilnya pun tidak terlalu bagus.

Pemupukan Tanaman

Tujuan utama pemupukan lidah buaya adalah memicu pertumbuhan vegetatifnya supaya daun pelepahnya tumbuh subur. Untuk meraih tujuan tersebut perlu dilakukan pemupukan yang dosisnya disesuaikan dengan umur tanaman. Pupuk dasar diberikan langsung ke lahan sebelum penanaman dimulai untuk meningkat kesuburan tanah. Rinciannya terdiri dari pupuk kandang 200 gram, urea 20 gram, TSP 10 gram, KCl 10 gram, abu tanaman 25 gram, dan kulit udang 25 gram masing-masing per pohon.

Setelah itu, pemupukan susulan mulai diberikan ketika tanaman sudah berusia 1,5-2 bulan. Di antaranya meliputi urea 20 gram, TSP 10 gram, dan KCl 10 gram masing-masing per pohon. Pupuk-pupuk anorganik ini diberikan setiap 2 bulan sekali. Berbeda dengan pupuk organik yang diberikan setiap 24 minggu sekali. Pupuk organik ini terdiri dari pupuk kandang 250-300 gram, abu tanaman 30-50 gram, dan kulit udang 25-40 gram masing-masing per pohon. Pemberian pupuk dilakukan dengan membenamkannya ke tanah di tengah-tengah tanaman.

Penyiangan Gulma

Gulma bisa disiangi kapan saja supaya tidak menghambat pertumbuhan lidah buaya dengan menyerap nutrisi yang ada di dalam tanah. Tetapi biar lebih efektif dan efisien, pembersihan gulma bisa dikerjakan setiap kali sebelum dilakukan pemupukan susulan. Cabutilah gulma-gulma ini menggunakan arit atau tangan langsung. Kemudian lakukan pembersihan alur-antar bedengan serta membetulkan bedengan. Anakan-anakan yang ditumbuhkan dari tanaman lidah buaya yang telah berumur 1 tahun sebaiknya dipisahkan dari induknya agar pertumbuhannya tetap optimal.

Panen dan Pascapanen

Daun pelepah lidah buaya umumnya sudah bisa dipanen setelah umurnya mencapai 10-12 bulan tergantung pertumbuhannya. Yang penting ukuran daun pelepah tersebut sudah memenuhi kriteria permintaan pasar. Tanaman lidah buaya yang tumbuh subur mempunyai pelepah pertama dengan panjang 40-70 cm, ketebalan daging 2-3 cm, dan bobotnya mencapai 0,6-1,4 kg. Daun pelepah ini dipotong menggunakan pisau yang tajam serta pastikan tidak melukai bagian daging pelepah maupun batang tanaman. Pemanenan dapat dilakukan sebulan sekali sebanyak 1-2 daun pelepah/pohon.

Daun-daun pelepah lidah buaya yang telah dipanen lantas dicuci sampai bersih di bawah air mengalir. Lalu diangin-anginkan sebentar hanya untuk mengeringkan permukaannya saja. Setelah itu, bungkus setiap daun pelepah lidah buaya ini menggunakan koran lalu masukkan ke dalam peti dengan susunan yang rapi. Daun pelepah lidah buaya pun siap dipasarkan ke Kota Pontianak atau Jakarta. Kalau Anda ingin mendapatkan harga yang lebih bagus, cobalah jalinan hubungan kerja sama dengan perusahaan di luar negeri.