Merawat Pohon Mangga yang Berbunga agar Tidak Rontok

Bagaimana cara merawat pohon mangga yang berbunga agar tidak rontok? Panen raya merupakan waktu yang paling ditunggu-tunggu oleh para petani, tak terkecuali pula Anda sebagai petani mangga. Selepas panen raya ini berlalu selalu ada tantangan yang muncul untuk menghadapi masa panen raya berikutnya. Anda tentu menginginkan supaya hasil panen di masa mendatang lebih banyak dari sekarang. Begitu pula jika saat ini Anda mengalami gagal panen, semoga di masa panen berikutnya bisa memperoleh hasil yang baik.

Salah satu faktor penyebab gagalnya pohon mangga berbuah adalah gugurnya bunga dan buah mangga tersebut. Hal ini bisa dipengaruhi oleh sifat genetik tanaman, kondisi lingkungan sekitar, serta gangguan hama dan penyakit. Pohon mangga sebenarnya mampu menghasilkan bunga sampai 1000-8000 kuntum/rangkaian tandan bunga. Tetapi kurang lebih hanya 1 persen saja yang mampu berkembang menjadi buah. Penyebabnya yaitu jumlah bunga jantan terlalu banyak, jumlah sel telur yang normal sangat rendah, kemampuan tumbuh benang sari relatif rendah, dan tidak terjadinya penyerbukan.

Pohon mangga yang gagal berbuah juga bisa disebabkan oleh faktor lingkungan. Misalnya curah hujan yang terlampau tinggi, tekanan angin kencang, serta ketersediaan unsur hara dan air di dalam tanah yang sedikit akan menyebabkan bunga berguguran. Pemberian pupuk yang tidak tepat dan kondisi drainase tanah yang jelek pun dapat memicunya. Selain itu, adanya serangan hama dan penyakit akan mengakibatkan dampak yang lebih serius. Tidak hanya pohon mangga enggan berbuah, tetapi bisa juga pohon tersebut mati.

Upaya pengendalian harus dilakukan sedini mungkin guna mencegah bunga mangga mengalami kerontokan. Pengendalian gugur bunga dan buah mangga secara terpadu perlu dilaksanakan sebelum terjadinya periode pembungaan. Prinsip utamanya ialah merangsang pembungaan, menstimulir dan mendorong pembuahan, serta menjaga agar buah yang sudah terbentuk tidak berguguran.

Pengasapan Kanopi Tanaman

Cara merangsang pembungaan pada pohon mangga bisa dilakukan dengan metode pengasapan. Anda hanya perlu mengarahkan asap dari pembakaran serasah pohon mangga tepat di setiap kanopi tanaman. Idealnya pengasapan dilaksanakan ketika daun-daun tanaman sudah cukup tua serta curah hujan tidak terlalu deras. Proses pengasapan ini harus dikerjakan secara terus-menerus selama 9 hari berturut-turut sampai pohon mangga menunjukkan tanda-tanda akan mengeluarkan tandan bunga.

Penyemprotan dengan KNO3 1%

Beberapa obat kimia disinyalir dapat memicu tumbuhnya bunga pada pohon mangga. Salah satunya yang bisa Anda gunakan adalah KNO3 1%. Penggunaan bahan ini jauh lebih praktis daripada metode pengasapan kanopi tanaman dan hasilnya pun lebih memuaskan. Anda hanya perlu menyemprotkan KNO3 1% di setiap kuncup bunga secara merata. Kenyataannya metode ini sanggup menaikkan prosentase jumlah buah mangga jenis arumanis hingga mencapai 28 persen.

Pemakaian Zat Pengatur Tumbuh

Anda juga bisa memanfaatkan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) berupa paklobutrazol 2500-3750 ppm. ZPT ini diaplikasikan dengan cara menyiramkannya ke dalam tanah di sekeliling tajuk tanaman pada saat fase pupus satu. ZPT paklobutrazol akan mempengaruhi pembentukan ranting reproduktif, rangkaian bunga, pembentukan buah, dan peningkatan kualitas buah. Diketahui penggunaan ZPT paklobutrazol 3750 ppm mampu meningkatkan jumlah ranting reproduktif dan mempercepat masa pembungaan sekitar 2 bulan lebih awal.

Selain dari metode-metode di atas, bentuk perawatan pohon mangga yang sedang berbunga lainnya yaitu :

  1. Pemupukan secara berimbang agar tanaman bisa tumbuh subur dan mendapatkan nutrisinya.
  2. Perbaikan drainase tanah sehingga kebutuhan air pada tanaman tercukupi dengan baik.
  3. Penggunaan pestisida dan fungisida anjuran untuk mencegah serangan hama dan penyakit.
  4. Pembungkusan malai bunga menggunakan plastik warna merah untuk melindungi buah mangga.