Langkah-langkah Cara Perawatan Tanaman Kubis

Bagaimana cara perawatan tanaman kubis yang benar? Kubis (Brassica oleraceae), atau dikenal sebagai kol, adalah tanaman sayur yang tergolong dalam famili Brassicaceae. Tumbuhan ini memiliki batang yang lunak dengan daun yang berukuran cukup lebar. Beberapa jenis kubis yang banyak dibudidayakan oleh para petani lokal di antaranya kubis putih, kubis merah, kubis hijau,  dan kubis savoy.

Tanaman kubis dapat hidup pada ketinggian 200-2000 m dpl tergantung varietasnya. Tanaman ini mampu tumbuh dengan baik pada suhu antara 10-24 derajat celsius. Pada dasarnya, kubis membutuhkan air dalam jumlah yang cukup banyak. Kubis biasanya ditanam melalui benih. Ciri-ciri benih kubis yang unggul di antaranya bentuknya sempurna, bebas hama dan penyakit, murni, berasal dari tanaman unggul, memiliki daya kecambah lebih dari 80 persen, dan tenggelam bila direndam di air.

Setelah Anda berhasil menanam kubis, kini saatnya untuk merawatnya secara baik dan benar. Hal-hal apa sajakah yang perlu diperhatikan dalam perawatan tanaman kubis?

Hal 1 : Penjarangan dan Penyulaman

Penjarangan adalah upaya untuk mengurangi tingkat populasi kubis. Tujuannya agar tidak terjadi persaingan antar tanaman yang begitu sengit dalam memperoleh unsur hara dan air sehingga menyebabkan pertumbuhannya terganggu.  Penjarangan dilaksanakan pada saat proses pemindahan bibit dari tempat persemaian ke lahan budidaya, kecuali untuk bibit yang disemai di bumbung.

Penjarangan selanjutnya dilakukan ketika tanaman berusia 6 minggu atau sudah memiliki 5-6 daun untuk semaian biji. Sedangkan untuk semaian daun, penjarangan susulan ini dikerjakan waktu tanaman kubis berumur 28 hari. Mengingat usianya yang cukup pendek, budidaya kubis tidak perlu dilakukan penyulaman.

Hal 2 : Penyiangan Gulma

Pelaksanaan proses penyiangan gulma dilakukan bertepatan dengan proses penggemburan tanah. Proses ini dilaksanakan sebelum pemupukan tanaman atau sesuai dengan kondisi lahan. Secara keseluruhan prosesnya lebih baik dikerjakan secara manual. Caranya adalah menyiangi tanaman-tanaman liar yang tumbuh di lahan menggunakan sabut secara hati-hati. Usahakan agar sabit jangan sampai mengenai sistem perakaran kubis karena bisa mengganggu pertumbuhannya. Penyiangan tidak perlu dilakukan lagi mendekati tahap akhir penanaman.

Hal 3 : Pembubunan

Pembubunan pada dasarnya berguna untuk menjaga ketinggian bedengan dan kedalaman parit serta meningkatkan tingkat kegemburan lahan. Agar lebih efisien, prosesnya lebih baik dilakukan bersamaan dengan penyiangan gulma. Adapun mekanisme caranya adalah membentuk kembali galian parit yang sudah tertimbun oleh longsoran tanah memakai cangkul atau cetok. Selanjutnya tanah hasil galian tersebut ditimbunkan ke permukaan bedengan.

Hal 4 : Perempelan

Maksud dari perempelan ialah menjaga tingkat pertumbuhan tanaman kubis agar sesuai dengan harapan. Perempelan dikerjakan dengan membuang cabang atau tunas samping pada masa awal pertumbuhannya. Dengan begini, pemanfaatan zat makanan yang telah dibuat melalui proses fotosintesis pun dapat terkonsentrasi penuh pada pembentukan bagian bunga.

Hal 5 : Pemupukan

Pemupukan susulan pada budidaya kubis dilakukan sebanyak tiga tahap. Pemupukan susulan pertama dilakukan ketika tanaman sudah terlihat subur menggunakan pupuk urea sebanyak 1 gram/tanaman yang ditaburkan melingkari tanaman sejauh 3 cm. Pemupukan susulan kedua dilaksanakan pada waktu tanaman berumur 10-14 hari memakai pupuk urea dengan dosis 3-5 gram/tanaman yang ditaburkan berjarak 7-8 cm.

Sedangkan pemupukan ketiga dikerjakan ketika tanaman sudah berusia 3-4 minggu menggunakan pupuk urea sebanyak 5 gram/tanaman dan ditaburkan mengelilingi batang pada jarak 7-8 cm. Apabila pada umur 8 minggu tanaman kubis belum menunjukkan pertumbuhan yang maksimal, Anda bisa memberikan pupuk susulan sekali lagi.

Hal 6 : Pemberantasan Hama dan Penyakit

Pemberantasan hama dan penyakit pada tanaman kubis biasanya dilakukan secara kimiawi menggunakan pestisida atau fungisida yang sesuai. Untuk pencegahan, pestisida harus disemprotkan setiap 2 minggu sekali dengan dosis yang ringan. Sedangkan untuk penanggulangan, penyemprotan pestisida perlu diaplikasikan secepat mungkin dengan dosis yang tepat sehingga hama dan penyakit bisa diberantas sampai tuntas.