Langkah-langkah Cara Memanen Kelapa Sawit yang Benar

Memanen buah kelapa sawit adalah pekerjaan terakhir yang bisa kita lakukan setelah berhasil membudidayakannya. Buah kelapa sawit ini ukurannya cukup kecil. Panjangnya sekitar dengan diameter mencapai. Oleh karena itu, tidak mungkin bagi kita untuk memanen buah kelapa sawit ini satu per satu. Biasanya buah kelapa sawit dipanen beserta tandannya. Caranya cukup dengan memotong tangkai tandan buah.

Memang benar kalau secara teori memanen tandan buah kelapa sawit itu mudah sekali. Tapi pada kenyataannya tidak segampang itu karena ada banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya. Anda tidak boleh gegabah dalam memanen buah kelapa sawit karena laba perusahaan yang menjadi taruhannya. Buah sawit harus dipanen pada waktu yang tepat dengan cara yang tepat pula. Kesalahan dalam memanennya dapat menimbulkan kerugian yang besar.

Pelaksanaan pemanenan buah kelapa sawit dapat dilakukan oleh para pekerja di lapangan. Jumlah tanaman yang dipanen dipengaruhi oleh penggunaan alat-alat kerja yang tepat dan pemakaian tenaga kerja yang terampil. Sedangkan kualitas hasil panennya ditentukan oleh waktu pemanenan. Semakin kecil kesalahan yang diperbuat, semakin besar pula hasil produksi kebun. Sayangnya para pekerja kerap memetik buah sawit yang masih mentah. Di sisi lain pembiaran buah hingga terlalu matang pun kurang bijak.

Dalam persiapannya, terdapat 3 faktor yang mempengaruhi efektivitas dan efisiensi pemanenan buah kelapa sawit yang meliputi :

Faktor 1. Pengaturan Seksi Potong Buah

Proses pemanenan tidak boleh dilakukan langsung di seluruh lahan, melainkan dikelompokkan menjadi beberapa seksi supaya pekerja dapat melaksanakannya secara optimal serta pohon kelapa sawit pun tetap dapat tumbuh secara normal. Pada umumnya, frekuensi pemanenan buah sawit dilaksanakan sebanyak 6 kali/minggu dengan waktu istirahat 1 kali/minggu. Setiap lahan kelapa sawit bisa dibagi menjadi 6 wilayah. Sedangkan jumlah rotasi panennya sekitar 3,5-4,5 kali/bulan. Ingat, pemanenan hanya boleh dikerjakan saat kondisi cuaca sedang cerah. Apabila tiba-tiba hujan turun, pemanenan wajib dihentikan.

Faktor 2. Persiapan Alat dan Bahan

Ada banyak sekali peralatan dan bahan-bahan yang harus disiapkan dalam memanen buah kelapa sawit. Adapun alat-alat yang harus disiapkan antara lain dodos besar, dodos kecil, pisau egrek, bambu egrek, gancu, angkong, tombak, arit, tali nilon, dan batu asah. Anda membutuhkan alat-alat ini untuk mempermudah dalam memetik tandan buah kelapa sawit dari pohonnya. Selain itu, Anda juga memerlukan alat-alat tambahan untuk mendukung pemeriksaan pekerjaan panen yang meliputi buku catatan karyawan buah, buku penerimaan buah, buku pemeriksaan buah, pensil lilin merah, gancu, dan gancu berstempel.

Faktor 3. Persiapan Tenaga Pemanen

Tenaga pemanen harus tuntas dalam melaksanakan tugasnya. Artinya pemanen tersebut wajib memanen buah sawit, memungut berondolan, memotong dan menyusun pelepah di gawangan mati, serta mengangkut hasil panen ke tempat akhir. Umumnya para pekerja pemanen diambil dari kaum laki-laki supaya tenaganya lebih kuat. Waktu untuk melakukan pemanen bisa dimulai pada pukul 06.30 pagi setiap harinya.

Setelah semua persiapan telah selesai dilakukan, kini waktunya untuk melaksanakan pemanenan TBS (Tandan Buah Sawit). Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Tentukan TBS yang memang sudah layak untuk dipanen. Kriteria-kriterianya antara lain buah kurang matang sebanyak 25%-75%, buah memberondol sebanyak 12,5%-25%, dan sisanya merupakan buah yang sudah matang.
  2. Potonglah pangkal pelepah daun yang menyangga TBS menggunakan dodos. Kalau pohon sudah cukup tinggi, Anda bisa memakai egrek.
  3. Kumpulkan pelepah daun dengan menelungkupkannya di gawangan agar tidak berserakan. Ingat, sampah di lahan dapat menjadi sarang bibit penyakit.
  4. Pohon yang sudah dipanen kemudian diberi keterangan berupa tanggal panen di bekas potongan pelepahnya untuk memudahkan pemantauan.
  5. TBS yang telah dipanen lantas diletakkan ke gerobak untuk dibawa ke tempat pengumpulan.
  6. Setelah terkumpul cukup banyak, TBS-TBS ini kemudian diangkut ke pabrik menggunakan mobil bak terbuka.