Kesalahan-kesalahan dalam Merawat Pohon Tin

Anda mungkin tertarik untuk menanam tin? Setelah membaca artikel sebelumnya, kami yakin Anda sudah mampu melakukannya sendiri. Yap, tin merupakan tumbuhan yang cukup mudah ditanam. Anda bisa menanamnya dari biji atau memperbanyak tanaman tin menggunakan teknik cangkok dan okulasi. Perawat tanaman tin juga tidak terlalu rumit. Anda hanya perlu sesekali menyiram untuk menjaga kondisi kelembaban media tanamnya.

Sayangnya masih banyak pembeli bibit tanaman tin di www.tokotanaman.com yang berbuat kekeliruan dalam merawat tin. Mereka menganggap kalau tin tidak ubahnya seperti tanaman-tanaman asli Indonesia. Mereka pun lantas menyiramnya setiap hari serta memberikan pupuk secara rutin. Hasilnya sudah pasti tanaman tin tiba-tiba mati akibat membusuk. Tin merupakan tanaman gurun yang justru menyukai media tanam yang cenderung kering.

Nah, berikut ini kesalahan-kesalahan yang paling sering dilakukan hobiis dalam merawat tin!

Kesalahan 1. Menyirami Tanaman Setiap Hari

Air adalah sumber kehidupan. Semua makhluk hidup di dunia membutuhkan air untuk dapat terus melangsungkan hidup. Begitu pula tanaman. Tanpa air, tanaman pasti akan mati. Tapi yang perlu Anda ketahui ialah kebutuhan air setiap tanaman itu berbeda-beda. Khususnya tin tidak membutuhkan air yang terlalu banyak karena secara alamiah tin hidup di gurun. Jikalau Anda menyiram tin setiap hari, maka dapat dipastikan kalau tanaman ini akan membusuk.

Tanaman tin tak boleh disiram setiap hari. Apalagi jika Anda menyiramnya dua kali sehari yaitu setiap pagi dan sore, ini merupakan kesalahan besar. Jika Anda nekat terus menyiram tanaman tin setiap hari, dalam kurun waktu seminggu saja tanaman tersebut pasti layu akibat bagian akarnya membusuk. Bibit tin yang baru diterima cukup disiram sekali. Lalu tunggu 4 hari baru disiram lagi. Usahakan kondisi media tanam tidak terlalu basah.

Kesalahan 2. Langsung Meletakkan di Tempat Terbuka

Ini merupakan kesalahan umum yang paling banyak dilakukan oleh pembeli bibit di toko kami. Bibit yang baru saja mereka terima langsung diletakkannya di tempat terbuka. Bahkan tidak jarang mereka langsung memindahkan bibit tersebut ke polybag atau ditanam di tanah. Ingat baik-baik bahwa ini merupakan tindakan yang salah kaprah. Bibit tanaman yang baru dipindah ke tempat yang jauh tidak boleh diletakkan di tempat yang menerima sinar matahari langsung.

Apa alasannya? Hal ini dikarenakan bibit tersebut harus melakukan proses adaptasi terlebih dahulu dengan lingkungan barunya. Upaya penyesuaian diri ini akan berlangsung mulus jika kondisi lingkungan baru tidak jauh berbeda dengan lingkungan lama. Oleh sebab itu, Anda harus meletakkan bibit tin yang baru diterima di tempat yang teduh terlebih dahulu. Jangan langsung menaruhnya di tempat terbuka sebab tanaman tersebut bisa layu, gosong, dan mati akibat terpapar sinar matahari langsung sebelum dirinya siap.

Kesalahan 3. Memberikan Pupuk Terlalu Sering

Pupuk adalah sumber nutrisi bagi tanaman. Pupuk menyediakan unsur organik dan anorganik yang dibutuhkan oleh tanaman untuk terus tumbuh. Tanaman yang tercukupi kebutuhan nutrisinya dengan baik akan tumbuh subur dan normal. Tanaman tersebut juga akan berbuah lebih cepat serta menghasilkan buah dalam jumlah yang lebih banyak. Itu sebanyak, Anda harus memberikan pupuk kepada tanaman tin secara berkala.

Usahakan berikanlah pupuk kepada tanaman tin dengan dosis, waktu, dan cara pemberian yang tepat. Jangan berlebihan dalam memberikannya. Pupuk yang terlalu banyak justru akan berubah menjadi racun bagi tanaman tin. Sedangkan untuk bibit tin yang baru Anda terima dari kami, pemupukan susulan paling cepat dilakukan dalam waktu 2 minggu setelah bibit tersebut diterima. Kami akan mengulas metode pemupukan untuk tanaman tin pada artikel selanjutnya.

Kesalahan 4. Salah Membuka Plastik Cangkok/Okulasi

Seperti kita tahu, perbanyakan tanaman tin bisa dilakukan menggunakan metode cangkok atau okulasi. Anda bisa melakukannya sendiri di rumah sesuai dengan petunjuk dari kami. Pada dasarnya proses pencangkokan atau okulasi tanaman tin ini tak berbeda dari metode biasanya. Setelah batang menumbuhkan akar yang cukup banyak, Anda bisa memisahkan bibit tersebut dari tanaman induknya.

Kesalahan sering dilakukan saat kita hendak memisahkan bibit yang sudah jadi dari tanaman induknya. Karena terburu-buru, bagian plastik cangkoknya tidak terbuka dengan sempurna. Ada beberapa bagian akar tanaman tin yang turut terpotong secara tidak sengaja. Beruntung jika bagian akar yang terpotong tadi hanya sedikit. Namun apabila bagian akar yang terpotong cukup banyak, bibit tanaman tadi kemungkinan besar akan mati.