Inilah 4 Penyebab Bunga/Buah Mudah Rontok

Apa sih penyebab bunga/buah mudah rontok? Kita semua pasti akan merasa senang luar biasa tatkala melihat tanaman yang dirawat dengan sepenuh hati akhirnya menumbuhkan bunga. Apalagi jika tanaman tersebut merupakan tumbuhan berbuah. Ini artinya sebentar lagi kita bisa menikmati buah sepuasnya secara gratis. Ibarat kita sedang berlari maraton, melihat garis finish sudah di depan mata pasti begitu gembira.

Namun apa jadinya kalau bunga-bunga yang sudah tumbuh tadi berguguran satu per satu? Tangkai demi tangkai bunga tersebut jatuh ke permukaan tanah seolah-olah mengisyaratkan sesuatu yang tidak baik. Impian untuk menikmati buah secara cuma-cuma pun rontok tak tersisa. Kini tinggal ranting tanaman yang tidak mungkin menumbuhkan buah apabila proses penyerbukan bunga tidak berjalan sempurna.

Paling tidak ada 4 penyebab utama kenapa bunga mudah rontok, di antaranya :

  1. Kondisi Cuaca Ekstrim

Kesehatan tumbuhan yang ditanam di lingkungan outdoor sangat bergantung pada kondisi cuaca. Pada musim penghujan misalnya, curah hujan yang tinggi dan disertai angin kencang mampu mengakibatkan bunga-bunga berguguran. Tingkat kelembaban udara yang terlalu juga dapat mengakibatkan benang sari yang terdapat di dalam bunga akan saling lengket satu sama lain karena terikat uap air. Akibatnya benang sari tersebut tidak saling bertemu dan tidak membuahi putik.

Begitu pula pada saat musim kemarau, kondisi suhu yang terlalu panas akan mengakibatkan rendahnya tingkat kelembaban udara ketika siang hari. Hal ini menyebabkan kondisi bunga tersebut terlalu kering sehingga layu. Lama-kelamaan bunga tadi akan rontok sebab tidak kuat lagi menopang tubuhnya akibat dari kondisinya yang semakin rapuh.

  1. Kekurangan Unsur Hara

Setiap tanaman membutuhkan unsur hara yang cukup untuk mendukung pertumbuhannya. Saat tanaman memasuki fase generatif yang ditandai dengan berbunga dan berbuahnya tanaman tersebut, maka kebutuhan akan unsur hara P (phosphor) dan K (kalium) meningkat tajam. Media tanam yang kekurangan kedua unsur ini akan mengakibatkan tanaman tidak dapat menghasilkan bunga/buah dengan baik.

Kasus kerontokan bunga atau buah akibat tanaman yang kekurangan unsur hara P dan K paling banyak terjadi pada tanaman yang dipelihara menggunakan pot. Kasus ini akan semakin parah manakala kebutuhan air yang diperlukan oleh tanaman tersebut tidak memadai. Pemberian pupuk yang mengandung unsur P dan K secara tepat serta pengairan yang dilakukan dengan benar dapat mengatasi masalah ini.

  1. Serangan Hama dan Penyakit

Seharusnya setelah terjadi proses persarian bunga yang ditandai dengan bertemunya benang sari dan putik akan diikuti dengan proses pembentukan bakal buah. Selanjutnya bakal buah tersebut akan semakin tumbuh dan berkembang sampai akhirnya berubah menjadi buah yang sempurna. Namun apabila keseluruhan proses tersebut tidak berjalan sesuai semestinya, ada kemungkinan tanaman mendapatkan serangan hama atau penyakit.

Serangan hama dan penyakit paling parah dapat terjadi mulai dari saat tanaman membentuk bagian kelopak bunga sampai pembentukan bakal buah setelah tahap persarian bunga. Hama yang berjenis ulat senang sekali memakan bakal buah yang baru terbentuk. Sedangkan hama penggerek akan menghisap cairan bakal buah tersebut. Pengendalian hama/penyakit memakai pestisida dan fungisida yang sesuai harus segera dilaksanakan.

  1. Faktor Lain

Ada faktor-faktor lain yang juga turut mempengaruhi proses persarian bunga. Apabila faktor tersebut tidak terpenuhi, maka bunga yang tidak mengalami persarian ini akan berguguran sendiri. Misalnya yaitu waktu pematangan benang sari dan putik yang tidak terjadi secara bersamaan mengakibatkan proses persarian bunga tidak dapat terlaksana. Tidak adanya agen penyerbukan bunga seperti angin dan serangga pun bisa mengakibatkan kegagalan pertumbuhan bunga.