Faktor-faktor Penyebab Bahan Bonsai Mati

Terdapat 2 teknik dalam pembuatan bonsai yaitu membentuk tanaman sedari kecil serta berburu bahan bonsai di alam. Kebanyakan para penghobi tanaman memilih cara yang kedua sebab hasilnya lebih cepat bisa dinikmati. Anda dapat menemukan bahan bonsai dengan berburu di pinggir pantai, tengah hutan, gunung, atau lokasi-lokasi lainnya. Bukan tidak mungkin dengan mengeksplorasi tempat-tempat ini, Anda bakal mendapatkan bahan bonsai yang kualitasnya tinggi.

Nantinya dari proses perburuan bahan bonsai tersebut, Anda akan memperoleh banyak bahan bonsai yang bisa diolah lebih lanjut. Bentuknya pun bermacam-macam sebab saking banyaknya. Ada bahan bonsai yang memiliki batang lurus, cabangnya meliuk-liuk, atau menyerupai rupa suatu binatang. Anda tentu berharap semua bahan bonsai yang sudah terkumpul ini bisa tumbuh semuanya menjadi tanaman bonsai yang subur. Tetapi sayangnya kenyataan tidak selalu seindah harapan.

Setelah Anda menanam bahan bonsai ini ke media tanam yang sesuai, beberapa di antaranya menunjukkan tanda-tanda akan mati. Ada bahan bonsai yang daunnya banyak yang rontok, bonsai daunnya berguguran, batangnya mengerut da kering, hingga bahan bonsai tersebut mengalami layu di seluruh bagiannya. Kira-kira apa sih penyebabnya?

Penyebab 1. Pemangkasan yang Tidak Tepat

Tidak sedikit para pemburu bonsai yang sangat bersemangat ketika menemukan bahan bonsai yang sangat banyak. Apalagi jika lokasinya berada di tempat-tempat yang belum pernah dijamah pemburu lainnya. Mereka ingin mengambil semua bahan bonsai tersebut. Namun apalah daya karena keterbatasan tenaga dan tempat penyimpanannya memaksa mereka buat memangkas bahan bonsai tadi semaksimal mungkin agar lebih ringan dan tidak memakan banyak tempat.

Mereka pun segera mengeluarkan segala peralatannya untuk memangkas bahan bonsai yang telah ditemukan tadi. Tetapi ingat ya, pemangkasan bahan bonsai yang benar hanya ditujukan pada ranting-ranting yang tidak berguna. Sedangkan bagian daun dan akarnya sama sekali tidak boleh dipangkas. Biarkan daun dan akar bahan bonsai tadi tetap utuh agar tanaman bisa mudah beradaptasi serta tidak menjadi stres. Kedua bagian tanaman ini sangat berguna bagi bakal tanaman bonsai agar tetap tumbuh dengan baik di awal penanamannya.

Penyebab 2. Menanam dengan Seenak Hati

Menanam bahan bonsai tidak bisa disamakan dengan menanam bibit tumbuh-tumbuhan. Prosesnya jauh lebih sulit dan membutuhkan trik tersendiri agar bahan bonsai tersebut bisa menyesuaikan diri terhadap kondisi lingkungan barunya dengan kondisi yang minim. Sebisa mungkin hindari menanam bahan bonsai yang baru diperoleh langsung menggunakan pot karena berpotensi besar mengakibatkannya mati. Penyebabnya tidak lain media tanam yang ditaruh di pot kondisinya akan cenderung panas.

Lebih baik tanamlah bahan bonsai ini di karung yang telah diisi tanah kebun yang subur dan pupuk kandang secukupnya. Perhatikan penempatan posisi tanaman pada saat menanamnya. Usahakan bahan bonsai yang baru ditanam ini tidak terkena sinar matahari secara langsung. Untuk bagusnya sih Anda bisa meletakkannya di tempat yang teduh dan terlindungi. Keluarkan semua bahan bonsai ini di waktu pagi hari karena sinar mentari pagi sangat bagus untuk mendukung pertumbuhannya.

Penyebab 3. Pola Penyiraman yang Salah

Ternyata proses penyiraman juga berpengaruh besar terhadap kondisi bahan baku tanaman bonsai. Khusus untuk bahan bonsai yang baru ditanam, jangan sekali-kali menyiraminya ketika siang hari saat kondisi cuaca sedang panas. Menyiram tanaman di waktu yang panas seperti halnya Anda merebusnya. Korbannya ialah akar dan batang bonsai akan mati akibat mendapat panas yang berlebihan. Sebaiknya siramilah bahan ini di waktu malam hari. Di samping lebih aman, menyiram saat malam ternyata juga berguna untuk merangsang pertumbuhan akar.

Penyebab 4. Memaksakan Pembentukan Bonsai

Anda harus memperhatikan proses pembentukan bonsai sebaik-baiknya. Lakukan upaya pembentukan jika memang memungkinkan. Namun bila bonsai tadi tidak bisa dibentuk sesuai dengan kehendak, jangan pernah memaksakannya. Biasanya pemilik bonsai tidak sabar dalam membentuk bonsai ini dan ingin sekali jadi. Padahal proses pembentukan tanaman bonsai itu membutuhkan waktu yang lama. Anda tidak bisa membentuk batang yang tadinya lurus menjadi berlekuk-lekuk hanya dengan sekali proses.

Pemaksaan saat membentuk bonsai dapat mengakibatkan ranting menjadi patah, tanaman mengalami stres, hingga akhirnya bahan tadi mati. Anda wajib melakukan proses ini secara bertahap serta menyesuaikan kondisi bahan bonsai tadi. Setiap kali Anda akan membentuknya usahakan melakukan penyiraman terlebih dahulu supaya batang bahan tersebut menjadi lebih lentur. Hal ini membuat kondisi tanaman tadi mudah dibentuk sesuai keinginan Anda.