Ciri-ciri Tanaman Padi yang Terkena Penyakit Kerdil

Bagaimana cara mengatasi penyakit kerdil pada tanaman padi? Penduduk Indonesia memiliki makanan pokok berupa nasi. Nasi ini dibuat dari beras yang dimasak supaya matang. Bulir-bulir beras tersebut diambil dari biji yang dihasilkan oleh tanaman padi. Oleh karena itu, tumbuhan padi di Indonesia penting sekali. Ada banyak petani yang mengadu untung terhadap tanaman yang satu ini. Mereka berusaha keras supaya tanaman padi yang dibudidayakannya mampu tumbuh dengan baik dan berbuah banyak.

Selama beberapa tahun terakhir, serangan hama wereng cokelat kerap terjadi di Indonesia. Hama ini juga sering membawa virus-virus sehingga serangannya pun menjadi berkali-kali lipat. Virus kerdil hampa dan virus kerdil rumput merupakan virus yang paling penting untuk diwaspadai. Sebab kedua virus ini dapat menimbulkan dampak yang sangat serius. Tanaman padi menjadi kerdil karena pertumbuhannya terhambat serta mempunyai tingkat produksi yang rendah dalam menghasilkan bulir-bulir padi.

Adapun ciri-ciri tanaman padi yang terkena serangan penyakit kerdil hampa atau RRSV (Rice Ragged Stunt Virus) antara lain :

  1. Pertumbuhannya terhambat (kerdil)
  2. Daun berwarna hijau gelap
  3. Tepi daun berbentuk tidak rata
  4. Daun berlekuk-lekuk atau sobek
  5. Ujung daun terpilin
  6. Tulang daun mengalami pembengkakan
  7. Tulang daun membentuk puru
  8. Pada stadia bibit, daun baru akan melintir dan tepi daun bergerigi pada 2 minggu setelah inokulasi.
  9. Pada stadia berbunga, daun atas dan daun bendera menunjukkan gejala melintir.
  10. Pada stadia berbunga, malai tidak keluar atau keluar sebagian. Malai yang keluar biasanya hampa, gabah, atau kopong.

Sedangkan ciri-ciri tanaman padi yang terserang penyakit kerdil rumput atau RGSV (Rice Grassy Stunt Virus) yaitu :

  1. Tanaman mengalami penghambatan pertumbuhan
  2. Tanaman menghasilkan anakan yang cukup banyak
  3. Daunnya menjadi pendek dan sempit
  4. Pertumbuhan tanaman cenderung tegak
  5. Batang berwarna hijau pucat atau kuning pucat
  6. Daunnya sering berbintik atau bercak cokelat tua
  7. Daunnya kadang-kadang tetap hijau bila diberi banyak pupuk nitrogen

Ada strain penyakit yang lebih patogenik daripada RGSV yakni penyakit kerdil rumput tipe 2 atau RGSV-2. Penyakit ini dapat mengakibatkan diskolorisasi daun kuning-oranye dan tanaman cepat mati. Ciri-ciri penyakit rumput kerdil tipe 2 atau RGSV-2 meliputi :

  1. Pada stadia awal, tanaman agak kerdil, daun bawahnya menguning, dan helaian daun menyempit. Di daun bawah tersebut kadang-kadang muncul bercak karat yang tidak beraturan.
  2. Pada tanaman yang terinfeksi umur 30 hari, gejalanya mirip penyakit tungro. Hanya beberapa anakan yang terserang dalam setiap rumpun. Gejala kuning pun kadang hanya terjadi di daun bawah/daun tua saja.
  3. Pada stadia dewasa, daun berubah warna menjadi kuning-oranye, lebar daun normal, serta jumlah anakan dan tinggi tanaman tidak mengalami perubahan drastis. Tanaman masih tampak seperti tanaman yang sehat.