Cara Pemupukan Pada Tanaman Tin dan Dosisnya

Kami yakin Anda pasti sudah tahu tentang tanaman tin kan? Bahkan Anda sudah menanamnya sendiri di pekarangan rumah. Tin adalah tanaman penghasil buah tin yang dianggap sebagai buah yang suci karena mempunyai banyak manfaat. Tanaman tin secara alami tumbuh di daerah gurun pasir. Oleh karena itu, tanaman ini tidak membutuhkan air yang terlalu banyak. Namun untuk mendukung pertumbuhannya, Anda tetap harus memberikan pupuk.

Pupuk memang tetap harus diberikan kepada tanaman tin yang Anda budidayakan. Pupuk berguna untuk memenuhi kebutuhan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman tin. Anda perlu memberikan pupuk secara tepat sehingga tanaman bisa tumbuh subur dan menghasilkan buah-buah tin yang seperti Anda inginkan. Ada aturan tentang tata cara pemberian pupuk dan berapa dosis yang tepat untuk diberikan supaya berdampak positif bagi tanaman tin.

Tanaman tin membutuhkan pupuk dalam jumlah yang tepat dan berimbang. Pemberian pupuk dalam dosis yang rendah dan berkala lebih kami sarankan daripada memberikan pupuk dalam jumlah yang banyak sekaligus tetapi frekuensinya jarang. Misalnya Anda bisa memberikan pupuk setiap seminggu sekali sehingga tanaman bisa tumbuh subur. Jenis pupuk yang diberikan sebaiknya beragam agar kebutuhan unsur makro dan mikro tanaman terpenuhi.

Tidak ada patokan khusus pupuk merek apa yang cocok untuk diberikan kepada tanaman tin. Jauh lebih penting apabila Anda memperhatikan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Perlu diketahui, tanaman tin sangat membutuhkan unsur hara yaitu kalium (K) dan nitrogen (N). Anda bisa memberikan kedua unsur hara ini sekaligus dengan mencampurnya memakai perbandingan K 45-46% dan N 13%.

Pupuk yang dihasilkan dari campuran pupuk K dan pupuk N sangat bagus digunakan untuk tanaman tin yang notabene sensitif terhadap klorida (Cl). Campuran ini bersifat mudah larut di air dan gampang diserap oleh tanaman. Campuran ini juga bersifat netral, bukan asam atau basa sehingga baik sekali dipakai sebagai sumber unsur nitrogen, terutama di lahan dengan pH tanah yang rendah. Pupuk ini juga boleh dikatakan lebih baik daripada urea.

Unsur Kalium (K)

Unsur kalium bagi tanaman tin berguna untuk mengatur pembukaan dan penutupan stomata di daun. Kalium berperan penting dalam menekan potensi penguapan sehingga sanggup meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan. Selain itu, kalium juga berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tanaman sehingga tidak mudah terserang penyakit. Tanaman tin yang kekurangan kalium akan mengalami nekrosis, klorosis interveinal, dan rentan pada serangan jamur patogen dan penyakit layu.

Unsur Nitrogen (N)

Unsur nitrogen adalah komponen yang paling penting dari semua protein. Unsur ini berperan besar terhadap tingkat pertumbuhan tanaman tin. Sedangkan tanaman tin yang kekurangan nitrogen akan membuat pertumbuhannya terhambat, laju pertumbuhannya terlambat, serta mengalami klorosis dan nekrosis. Sebagian besar nitrogen yang didapatkan oleh tanaman diperoleh dari tanah dalam bentuk NO3-.

Pemberian Pupuk

Pemberian pupuk ke tanaman tin yang paling bagus melalui metode kocor atau siram. Anda bisa membeli pupuk di toko pertanian atau secara online melalui www.tokotanaman.com. Kalau mau menghemat biaya pembelian pupuk, Anda bisa menggunakan air di kolam ikan. Air kolam ikan banyak mengandung bahan organik yang dibutuhkan oleh tanaman. Bahan ini dihasilkan melalui proses fermentasi sisa pakan dan kotoran ikan. Anda bisa memelihara ikan lele di kolam terpal yang berukuran 3 x 4 m kalau tidak ingin repot memelihara ikan. Anda juga memberikan pupuk KNO3 kepada tanaman tin.