Cara Mudah Menanam Raspberry dari Biji

Bagaimana cara menanam raspberry dari biji? Salah satu tanaman berry yang sering kali tumbuh di daerah yang beriklim tropis ialah raspberry. Bagian yang dapat dimanfaatkan dari tanaman ini tentu adalah buahnya. Buah raspberry mempunyai rasa manis agak asam dan cukup banyak mengandung air. Buah ini juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan karena mengandung vitamin C dan zat antioksidan yang tinggi.

Tanaman raspberry diperkirakan berasal dari Amerika. Selain dimakan begitu saja, masyarakat setempat biasanya mengolah buah ini menjadi selai dan jus. Namun kini, tanaman raspberry sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Mengingat kita tinggal di lingkungan tropis, maka tanaman ini akan tumbuh subur di negeri kita.

Tidak sulit kok untuk bisa menanam raspberry sendiri. Proses selengkapnya akan kami terangkan sebagai berikut.

Alat dan Bahan :

  • Buah raspberry
  • Wadah tertutup berwarna hitam
  • Kertas tisu
  • Air mineral
  • Polybag
  • Tanah
  • Pupuk kompos
  • Plastik
  • Pinset

Langkah-langkah :

  1. Siapkan buah raspberry yang kondisinya benar-benar matang. Kemudian ambil biji raspberry yang terkandung di dalam buah tersebut. Biji-biji yang terkumpul lantas direndam sebentar dalam air untuk memastikannya tenggelam. Jika Anda kesulitan dalam menemukan buah raspberry, beli saja benih atau bibit raspberry di www.tokotanaman.com.
  2. Siapkan wadah yang tertutup dan berwarna hitam atau putih. Pastikan kondisi wadah tersebut betul-betul sudah bersih dan steril.
  3. Masukkan dua lapis kertas tisu ke dalam wadah tersebut. Lalu basahi permukaan kertas tisu dengan sedikit air mineral. Ingat cukup sampai basah saja ya. Jangan tergenang karena justru akan membuat biji raspberry membusuk.
  4. Ambil biji raspberry yang telah dibersihkan memakai pinset, lalu susun di atas kertas tisu basah tadi dengan jarak 2 x 2 cm. Ruang kosong yang terbentuk di antara biji ini nantinya akan menjadi tempat pertumbuhan akar. Sebisa mungkin hindari mengambil biji menggunakan tangan kosong.
  5. Setelah itu, wadah penyemaian ini diletakkan di tempat yang mempunyai kelembaban cukup tinggi, sirkulasi udaranya lancar, dan terhindar dari sinar matahari secara langsung. Dalam tempo 2-3 minggu kemudian, biji raspberry akan tumbuh menjadi kecambah. Kecambah raspberry ini baru boleh dipindahkan ke polybag apabila panjang akarnya sudah mencapai 5-10 mm.
  6. Siapkan polybag yang berukuran cukup besar. Masukkan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1 ke dalamnya. Jika tekstur tanah yang dipakai terlalu liat, Anda bisa menambahkan 1 bagian pasir. Media tanam ini juga bisa diganti dengan cocopeat. Untuk memastikan media tanam telah layak pakai, cobalah menyiram dengan air secukupnya. Bila tidak tergenangi air artinya media tanam tersebut cocok dipakai untuk pembibitan raspberry.
  7. Buatlah lubang tanam yang sedalam 5-10 mm di polybag. Pindahkan kecambah raspberry dari wadah penyemaian ke polybag memakai pinset. Hati-hati saat melakukannya supaya tidak merusak sistem perakaran tanaman yang telah terbentuk. Kemudian tanamkan kecambah tersebut ke lubang tanam yang sudah disediakan. Dalam setiap polybag, Anda bisa menanam 1-3 kecambah raspberry sekaligus.
  8. Setelah proses penanaman kecambah raspberry selesai, Anda harus menjaga kelembaban udara di polybag. Adapun caranya yaitu bungkuslah polybag tadi dengan plastik yang bening sampai terikat rapat. Lalu buatlah 3-5 lubang kecil secara acak sebagai tempat sirkulasi udara. Tempatkan polybag ini di teras agar tidak terkena sinar matahari atau air hujan secara langsung.
  9. Setelah bibit raspberry mempunyai 8 daun, Anda bisa memindahkannya ke pot atau ditanam langsung di tanah. Agar tumbuh subur, pastikan tanaman tersebut selalu mendapatkan air dan unsur hara yang cukup untuk mendukung pertumbuhannya.