Cara Mudah Menanam Markisa dari Biji

Bagaimana cara menanam markisa dari biji? Tahukah Anda, markisa adalah tanaman yang termasuk dalam genus Passiflora dan berasal dari Benua Amerika. Terdapat dua spesies tanaman markisa yang banyak dibudidayakan di Indonesia yaitu markisa kuning (Passiflora flavicarva) dan markisa ungu (Passiflora edulis).

Salah satu teknik perbanyakan tanaman markisa adalah melalui biji. Metode ini akan menghasilkan bibit tanaman yang memiliki batang kuat dengan perakaran yang dalam. Sayangnya sifat tanaman yang dihasilkan agak menyimpang dengan sifat tanaman indukan. Sebaiknya pilih tumbuhan induk yang produktif, tergolong varietas unggul, daya tumbuhnya baik, berumur minimal tiga tahun, serta tahan terhadap hama dan penyakit.

Adapun langkah-langkah penyemaian biji markisa adalah sebagai berikut :

  1. Pilih buah markisa yang ukurannya besar, sehat, dan berkualitas bagus. Kemudian belah buah tersebut menjadi dua bagian untuk diambil bijinya. Setelah itu, bersihkan biji markisa menggunakan abu dapur lalu cuci memakai air. Setelah bersih, biji-biji ini lantas diangin-anginkan supaya kering.
  2. Ada dua metode yang dapat dilakukan untuk menyemai biji markisa. Pertama ialah Anda bisa menyemai biji ini ke dalam wadah khusus, lalu pindahkan bibit markisa yang sudah tumbuh ke dalam polybag. Dan kedua, Anda dapat langsung menyemai biji markisa di polybag.
  3. Buat wadah persemaian yang berbentuk kotak dari bahan plastik. Isilah wadah tersebut menggunakan media semai yang terdiri atas tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Biji-biji markisa ini disemaikan dengan jarak yang cukup rapat sedalam 1-1,5 cm. Jagalah tingkat kelembaban media supaya tidak terlalu basah ataupun kering.
  4. Bibit yang sudah berusia 5-6 minggu dan mempunyai daun sebanyak 4-5 helai, Anda bisa memindahkan bibit-bibit markisa ini ke dalam polybag yang berisi campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Setiap polybag cukup ditanami dengan satu bibit markisa.
  5. Setelah semua bibit berhasil ditanam pada polybag, susunlah polybag-polybag tersebut secara teratur untuk memudahkan dalam pemeliharaannya. Bentuk perawatan yang perlu dilakukan meliputi penyiraman, pemupukan, serta pengendalian hama dan penyakit.
  6. Penyiraman bibit markisa dilaksanakan setiap dua hari sekali. Sedangkan proses pemupukan susulan dapat dikerjakan setelah bibit berusia 15 hari menggunakan pupuk NPK 10-20 gram/10 liter air yang disiramkan ke tanaman dengan dosis 100 cc/polybag. Memasuki umur 3-4 bulan, bibit markisa bisa Anda pindahkan dari polybag ke lapangan.