Cara Merawat Pohon Pepaya agar Tumbuh Subur

Bagaimana cara merawat pohon pepaya agar tumbuh subur? Budidaya pepaya dapat dilakukan dari biji. Biji pepaya yang bagus untuk benih harus berasal dari buah yang dihasilkan oleh pohon sempurna. Bentuk buahnya memanjang, bebas penyakit, serta tumbuh dengan normal. Biarkan buah yang akan dijadikan bakal indukan ini sampai matang di pohon. Kemudian ambil bijinya yang terdapat di dalam rongga buah. Biji yang hitam bisa tumbuh menjadi pohon. Sebaliknya biji yang berwarna keputih-putihan adalah biji mati.

Biji yang berkualitas bagus biasanya terletak di bagian ujung buah. Peluang biji tersebut tumbuh menjadi pohon yang sempurna lebih besar daripada biji yang berada di bagian pangkal buah. Jadi disarankan untuk mengambil biji yang terletak hanya di bagian ujung sampai tengah saja. Sedangkan biji pepaya yang ada di pangkal buah tidak perlu digunakan. Selanjutnya biji-biji pepaya ini direndam di dalam air selama 12 jam. Gunakan biji yang terendam di air sebab biji-biji yang tetap terapung kemungkinan besar tidak bernas.

Penanaman biji pepaya bisa dilakukan secara langsung di lahan budidaya. Kalau mau perawatan awalnya lebih mudah, sebaiknya semai terlebih dahulu biji tersebut menggunakan polybag. Barulah setelah tumbuh cukup besar Anda bisa memindahkannya ke lahan penanaman.

Pemupukan

Pemupukan awal dilakukan pada saat pengolahan lahan penanaman. Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang yang berguna untuk meningkatkan kesuburan media tanam. Kemudian lakukan pemupukan secara berkala menurut jadwal yang telah ditentukan. Pemupukan susulan pertama dilaksanakan ketika tanaman sudah berumur 2 minggu setelah bibit dipindahkan ke lahan.

Metode pemberian pupuk susulan ini dilakukan dengan membuat galian/parit yang mengelilingi tanaman pepaya terlebih dahulu. Setelah itu, campuran pupuk dimasukkan ke dalam galian/parit tersebut. Adapun ukuran kedalaman galian/parit yang dianjurkan berkisar antara 5-10 cm. Berikanlah pupuk ini pada saat kondisi cuaca sedang cerah dan tidak curah hujan. Awali dengan menyiram tanaman terlebih dahulu supaya penyerapan pupuk bisa lebih optimal.

Di bawah ini jadwal dan dosis pemupukan pada tanaman pepaya :

  1. Pemupukan Pertama dilaksanakan pada umur 2 minggu menggunakan urea 30 gram, SP-36 40 gram, ZA 40 gram, dan KCl 20 gram masing-masing per pohon.
  2. Pemupukan Kedua dilaksanakan pada umur 1 bulan menggunakan urea 40 gram, SP-36 70 gram, ZA 70 gram, dan KCl 30 gram masing-masing per pohon.
  3. Pemupukan Ketiga dilaksanakan pada umur 4 bulan menggunakan urea 45 gram, SP-36 80 gram, ZA 80 gram, dan KCl 60 gram masing-masing per pohon.
  4. Pemupukan Keempat dilaksanakan pada umur 6 bulan menggunakan urea 50 gram, SP-36 90 gram, ZA 90 gram, dan KCl 70 gram masing-masing per pohon.
  5. Pemupukan Selanjutnya sampai Pemanenan dilakukan setiap 1 bulan menggunakan urea 60 gram, SP-36 100 gram, ZA 100 gram, dan KCl 75 gram masing-masing per pohon.

Penyulaman

Tujuan dari penyulaman adalah menggantikan pohon tumbuh tidak sempurna dengan bibit yang baru. Pada budidaya pepaya, proses penyulaman ini bisa mulai dikerjakan ketika tanaman sudah berusia 1,5 bulan sejak penanaman. Tanaman yang memiliki pertumbuhan jelek dan berindikasi diserang penyakit harus dicabut untuk selanjutnya digantikan dengan bibit pepaya yang baru. Anda hanya perlu memelihara tanaman yang tumbuh dengan baik.

Setelah tanaman menghasilkan bunga, umumnya sekitar umur 4 bulanan, kerjakan pula seleksi tanaman lanjutan yang bertujuan untuk mendapatkan pohon pepaya yang sempurna. Berikut ini langkah-langkah caranya :

  • Amati bunga yang tumbuh di ketiak daun yang dihasilkan oleh masing-masing pohon pepaya. Bunga dikatakan betina apabila tumbuh tunggal. Sedangkan jika bunganya berkelompok atau tumbuh dalam rangkaian yang panjang artinya jantan. Pohon yang berjenis kelamin jantan harus dicabut karena sulit berbuah. Kalau pun bisa menghasilkan, ukuran buahnya sangat kecil.
  • Namun tidak semua pohon pepaya betina adalah pohon yang sempurna. Untuk mengetahuinya, Anda perlu melakukan proses penyeleksian lagi. Petiklah bunga yang ditumbuhkan oleh pohon betina, lalu tekan bagian ujung ketiak daun bekas tumbuhnya bunga tersebut menggunakan ibu jari sampai terbuka. Dalam kurun waktu 1-2 bulan akan tumbuh bunga baru di tempat tersebut. Jika bunga yang tumbuh adalah jantan, maka ini adalah pohon sempurna yang patut dipertahankan. Sebaliknya jika tumbuh bunga betina lagi artinya bukan pohon sempurna sehingga perlu dicabut.

Pemanenan

Buah-buah pepaya yang dihasilkan oleh pohon sempurna biasanya sudah layak panen setelah berumur antara 9-14 bulan. Buah yang dipetik harus mendekati stadium matang pohon agar daya tahannya bisa lebih lama. Ciri-cirinya yaitu adanya garis-garis berwarna kekuning-kuningan yang menyebar di seluruh permukaan kulit buah pepaya. Namun bila hasil panen akan didistribusikan ke tempat yang cukup jauh, pemanenan dapat dilakukan lebih dini. Frekuensi pemanenan dilaksanakan setiap 10 hari sekali dengan tingkat produktivitas mencapai 20-35 ton per hektar.