Cara Merawat Kaktus dan Sukulen

Bagaimana caranya merawat kaktus dan sukulen? Tidak sedikit orang yang suka menanam tumbuh-tumbuhan, termasuk Anda salah satunya. Adanya tanaman di rumah dapat membuat lingkungan tempat tinggal menjadi indah dan asri. Selain dapat menghasilkan oksigen yang diperlukan oleh tubuh, tanaman juga tampak begitu menyegarkan mata. Maka tak heran dari yang semula sekadar iseng, kini Anda hobi memelihara tanaman hias.

Beberapa orang lebih suka mengoleksi tanaman kaktus dan sukulen. Alasannya karena tanaman tersebut memiliki keindahan tersendiri yang berbeda daripada tanaman lainnya. Kaktus dan tanaman sukulen merupakan tumbuhan yang sangat unik. Pilihannya sangat bervariasi, mulai dari tanaman yang bentuknya sederhana sampai kaktus yang terlihat aneh. Anda bisa menanamnya dengan mudah karena perawatan kedua tumbuhan ini tidak begitu sulit.

  1. Pakai Media Tanam yang Tepat

Komposisi media tanam harus disesuaikan dengan kondisi iklim dan cuaca di lingkungan tempat tinggal Anda serta jenis tanaman yang akan dipelihara. Khusus untuk kaktus dan tanaman sukulen biasanya memakai media tanam yang terbuat dari campuran pupuk kandang, perlite, pasir, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:4:7:7. Usahakan media tanam yang terbentuk bersifat porous alias tidak menyimpan air. Itu sebabnya, disarankan memakai pasir malang yang notabene memiliki butiran-butiran besar.

  1. Ganti Pot Secara Berkala

Pot yang digunakan untuk menanam kaktus atau sukulen sebaiknya tidak kebesaran sebab dapat menurunkan tingkat porositasnya. Gunakan pot yang ukurannya pas sesuai tinggi tanaman, lalu gantilah secara berkala. Proses penggantian pot ini bisa dilakukan ketika tanaman sudah tampak tidak muat lagi, kondisinya tidak terlalu sehat, atau tingkat pertumbuhannya menurun. Penggantian pot wajib diikuti dengan penggantian media tanamnya pula.

  1. Perhatikan Kebutuhan Tanaman

Tanaman kaktus/sukulen membutuhkan sinar matahari dan udara yang bagus untuk mendukung pertumbuhannya. Tanaman yang kekurangan sinar atau udara akan menunjukkan gejala berupa warnanya memucat dan ukurannya pun menjadi kurus. Dalam kondisi seperti ini, Anda sebaiknya memindahkan tanaman tersebut ke tempat yang lebih terbuka secara perlahan-lahan. Sebab pemindahan yang terlalu cepat justru akan mengakibatkan tanaman mengalami kebakaran oleh sinar ultraviolet.

  1. Siram dengan Air Seperlunya

Kaktus dan sukulen dikenal sebagai tanaman yang memiliki kemampuan untuk menyimpan cadangan air. Itu sebabnya, penyiraman pada tumbuhan ini sebaiknya dikerjakan seperlunya saja. Penyiraman yang terlampau sering malah akan mengakibatkan tanaman tersebut membusuk akibat menyimpan air terlalu banyak. Pada musim penghujan, Anda bisa menyiram kaktus/sukulen setiap seminggu sekali. Sedangkan saat musim kemarau, frekuensi penyiraman bisa ditingkatkan menjadi 1-2 kali per minggu.

  1. Berikan Pupuk sesuai Kebutuhan

Pemupukan pada tanaman kaktus/sukulen cukup diberikan pada fase pertumbuhan. Hal ini dikarenakan semua jenis tanaman sukulen dan kaktus mengalami tahap berhenti tumbuh alias masa dormen. Pemberian pupuk yang terlampau banyak selain dapat mengurangi keindahan tanaman karena terlalu rimbun, juga akan menyebabkan pembusukan secara dini. Disarankan pakailah pupuk yang mengandung kadar nitrogen rendah untuk mengontrol pertumbuhan tanaman.