Cara Menanam Tomat secara Organik

Bagaimana cara menanam tomat secara organik? Tomat (Solanum lycopersicum) adalah tanaman anggota suku terong-terongan (Solanaceae) yang berasal dari Amerika. Buah tomat bisa dimakan langsung tanpa diproses atau diolah menjadi masakan sayur dan minuman jus tomat. Rasanya yang manis keasaman menimbulkan dan mengandung banyak air dapat menimbulkan sensasi yang segar di mulut.

Tomat mengandung nutrisi yang cukup tinggi. Bahkan kadar vitamin C yang tersimpan di buah ini setara dengan apel dan jeruk. Agar gizi yang kita dapatkan dari buah tomat tetap utuh, disarankan untuk mengonsumsi buah tomat yang ditanam secara organik. Sehingga kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya pun tidak terkontaminasi oleh bahan-bahan kimia.

Bagaimana cara penanaman tomat secara organik? Berikut ini panduan langkah-langkahnya!

Langkah 1 : Pengadaan Bibit

Bibit tomat yang berkualitas unggul bisa Anda dapatkan di toko kami dengan harga yang cukup murah, terutama bila pembeliannya dilakukan dalam jumlah yang besar. Usahakan setelah diterima, bibit tersebut dikondisikan terlebih dahulu dengan lingkungan barunya sebelum ditanam. Setiap satu hektar lahan pertanian bisa ditanami setidaknya 100-150 gram bibit tomat tergantung kondisi lahan dan jarak penanamannya.

Langkah 2 : Pemilihan Lahan

Faktor lahan berpengaruh besar terhadap keberhasilan Anda dalam membudidayakan tomat dengan metode organik. Pada dasarnya, kriteria lahan yang bagus untuk dijadikan media tanam tomat yaitu tidak berair, memiliki pH sekitar 5.5-6.5, serta bertekstur gembur. Tambahkan pupuk kandang dan pupuk kompos secukupnya untuk meningkatkan kesuburan lahan penanaman.

Langkah 3 : Penanaman Bibit

Penanaman bibit tomat disarankan pada sore hari sehingga tingkat harapan hidupnya lebih tinggi. Buat lubang penanaman dengan kedalaman antara 20-30 cm dengan diameter menyesuaikan ukuran polybag pada bibit. Pindahkan bibit tanaman tomat dari polybag ke lubang tadi dengan hati-hati. Usahakan bibit tersebut tidak mengalami kerusakan pada bagian akarnya. Atur posisi batang tomat hingga berdiri tegak, kemudian tutup kembali lubang tadi dengan tanah di sekelilingnya.

Langkah 4 : Pemeliharaan Tanaman

Yang perlu dicamkan baik-baik dalam memelihara tomat ialah tanaman ini kurang menyukai air. Jadi penyiraman hanya dilakukan saat kondisi media tanam agak kering. Anda bisa menyiram tanaman setiap pagi ketika musim kemarau, sedangkan pada musim penghujan hanya sesekali saja.

Tanaman tomat yang tumbuh kurang baik sebaiknya disingkirkan sehingga tidak menggangu tanaman lain dan lahan pun tetap berfungsi optimal. Selanjutnya tanam lah tumbuhan tomat yang baru ke dalam tempat tersebut. Proses ini dinamakan penyulaman dan bisanya dilakukan pada hari ke-7 sampai ke-10 setelah penanaman bibit.

Mengingat batang tomat memiliki struktur yang tidak terlalu kokoh, Anda perlu memasang ajir untuk menyangganya. Pemasangan ajir bisa mulai dikerjakan pada minggu ke-3 sampai pertumbuhan batang terhenti. Ajir terbuat dari bilah bambu yang dipasang membentuk segitiga serta mengikat batang utama tanaman tomat.

Selanjutnya adalah pemangkasan yang ditujukan pada daun yang terletak begitu dekat dengan tanah serta cabang-cabang yang mempunyai daun kebanyakan. Setelah pertumbuhan batang berhenti, tunas-tunas yang tumbuh di ketiak daun juga perlu dipangkas agar pertumbuhan tanaman terfokus pada tunas penghasil buah tomat.

Pemupukan ulang perlu dilaksanakan secara berkala supaya tanaman tomat bisa mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkannya. Karena bertanam secara organik, pupuk yang dipakai pun harus bersifat organik seperti pupuk kandang dan pupuk kompos. Tambahan berupa PPC (Pupuk Pelengkap Cair) juga perlu diberikan setiap 10 hari sekali.

Gulma yang tumbuh di sekitar tanaman bisa dicabut dengan tangan kosong sembari Anda memberikan pupuk ulang. Sementara dalam pengendalian hama, pestisida yang digunakan harus organik. Pestisida organik ini biasanya terbuat dari ekstrak dan fermentasi tanaman tertentu yang mengandung racun bagi hama. Penyemprotan hama paling bagus dilaksanakan saat sore hingga malam hari.

Langkah 5 : Pemanenan Buah

Tanaman tomat biasanya akan menghasilkan buah yang layak panen setelah usianya mencapai 75 hari. Pemetikan bisa dilakukan pada buah-buah yang berwarna kuning dengan pangkal buah yang mengering. Tujuannya supaya buah tersebut tidak lekas membusuk. Cara memanennya, pegang buah tomat memakai tangan kiri lalu gunting pangkal buahnya dengan tangan kanan. Pemanenan bisa dilakukan setiap 3-4 hari sekali.