Cara Menanam Tin dengan Teknik Stek Batang

Belum banyak orang Indonesia yang menanam pohon tin. Hal ini dikarenakan tin berasal dari Timur Tengah. Tetapi faktanya pohon tin bisa tumbuh subur di negeri kita. Pohon tin yang ditanam di Indonesia juga mampu menghasilkan buah. Anda yang kini sedang bingung mau menanam tumbuhan apa, kami sarankan cobalah membudidayakan tin. Buah tin ini laku dijual dengan kisaran harga Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu per kilogram.

Tidak perlu risau memikirkan bagaimana caranya menanam tin. Kami dari TokoTanaman.com telah siap memberikan panduan kepada Anda secara lengkap. Pohon tin pada dasarnya cukup mudah ditanam. Tanaman ini juga dapat dikembangbiakkan melalui berbagai metode seperti cangkok, okulasi, dan stek batang. Tin mempunyai lapisan kayu di batangnya sehingga mudah diperbanyak. Khusus kali ini, kita akan belajar menyetek batang tin.

Berikut ini caranya stek batang tanaman tin!

Langkah 1. Persiapan Awal

Dalam menyetek batang tin, Anda perlu menyiapkan bahan-bahannya terlebih dahulu yang terdiri dari media tanam, potongan batang, dan zat perangsang tumbuh. Media tanam yang paling bagus digunakan untuk keperluan menyetek batang adalah cocopeat. Namun jika tidak ada, Anda bisa menggantinya dengan campuran tanah, pupuk kompos, dan pasir. Buatlah media tanam yang bersifat porous dari campuran bahan-bahan ini.

Cutting merupakan potongan batang yang akan digunakan sebagai bahan baku penyetekan. Usahakan Anda mengambilnya dari bagian batang yang sudah cukup tua. Anda bisa memakai potongan batang yang berukuran 10-25 cm yang mempunyai 3-5 mata tunas. Pilih batang yang diameternya lebih dari 1 cm. Sedangkan zat perangsang tumbuh bisa dibeli di toko tanaman. Gunanya untuk merangsang pertumbuhan akar tanaman. Sebagai alternatif, Anda bisa memanfaatkan air sari bawang merah sebagai zat perangsang tumbuh.

Langkah 2. Pembersihan Cutting

Cutting yang akan ditanam harus dibersihkan terlebih dahulu, terutama jika Anda baru saja memotongnya dari pohon indukan. Anda bisa mencuci potongan batang ini di bawah aliran air untuk membuang getah yang keluar. Tujuannya untuk mencegah serangan jamur di bagian ini. Kemudian cutting perlu diangin-anginkan hingga mengering. Setelah kering, balutlah bagian bawah cutting dengan tisu yang sudah dibasahi zat perangsang tumbuh. Kemudian simpan cutting tersebut di dalam wadah tertutup selama 3 hari sampai mengeluarkan bintik-bintik putih.

Langkah 3. Penanaman Cutting

Masukkan media tanam secukupnya ke dalam polybag. Tanamkan cutting tin pada media tanam tersebut. Pastikan posisi penanamannya tidak terbalik. Potongan batang yang ditanam terbalik tidak akan tumbuh. Anda bisa memperhatikan bagian ruas mata tunasnya. Posisi ruas mata tunas ini harus menghadap ke atas. Setelah Anda selesai menanam cutting tin, Anda bisa menyirami dengan air secukupnya. Kemudian tutup cutting menggunakan plastik transparan. Lalu letakkan di tempat yang teduh. Dalam waktu 3-4 minggu, cutting tin biasanya sudah menumbuhkan tunas daun yang baru.