Cara Menanam Tanaman Hias Aphelandra Spp yang Benar

Tanaman zebra (Aphelandra spp.) adalah tumbuhan tropis yang berasal dari Brazil. Tanaman ini biasanya hidup di pedalaman hutan. Berkat keindahan daunnya, aphelandra kini sering ditanam sebagai tanaman hias indoor. Tanaman zebra mempunyai ukuran yang cukup besar. Daunnya tebal dengan warna hijau keabu-abuan dan garis-garis putih cokelat. Keindahan daun ini menjadi daya tarik utama tanaman zebra. Bunganya sendiri umunya mekar pada akhir musim kemarau.

Jenis-jenis

Jenis-jenis tanaman aphelandra yang biasa ditanam sebagai tanaman hias antara lain :

  1. Aphelandra squarrosa adalah tanaman zebra yang paling umum ditanam. Jenis ini mempunyai daun berwarna hijau perak dengan corak putih. Sedangkan bunganya berwarna kuning.
  2. Aphelandra aurantiaca adalah jenis tanaman zebra yang memiliki pertumbuhan paling lambat. Dengan demikian postur tanaman pun lebih terjaga. Bunganya sendiri berwarna merah.
  3. Aphelandra tetragona adalah spesies tanaman zebra yang mampu tumbuh tinggi dan besar hingga panjangnya bisa mencapai lebih dari 5 kaki. Begitu pula dengan ukuran bunganya yang begitu besar serta berwarna merah.

Syarat Hidup Tanaman Aphelandra

Tanaman aphelandra atau tanaman zebra menghendaki lingkungan tumbuh dengan kriteria-kriteria sebagai berikut :

  • Cahaya : Tanaman zebra memang sangat menyukai cahaya. Namun tanaman ini lebih suka sinar yang teduh. Usahakan tanaman ini tidak langsung terkena sinar mentari.
  • Air : Jangan biarkan kondisi media tanamnya terlalu kering. Tanaman zebra lebih suka media tanam yang cukup basah. Anda bisa menyiraminya secara berkala.
  • Temperatur : Tumbuhan zebra ini menghendaki temperatur udara di bawah 30 derajat celsius. Beberapa jenis aphelandra bahkan akan mati jika terkena suhu yang terlalu panas.
  • Tanah : Gunakan media tanam yang subur dan gembur untuk menanam tanaman zebra ini. Aphelandra akan tumbuh subur saat ditanam di tanah yang banyak mengandung zat organik.
  • Pupuk : Lakukan pemupukan terhadap tanama zebra setiap seminggu sekali menggunakan pupuk yang berjenis slow-release untuk mendukung pertumbuhannya.

Metode Perbanyakan Tanaman

Anda bisa memperbanyak tanaman aphelandra dengan memisahkan tanaman anakannya dari tanaman induk. Biasanya tanaman anakan ini tumbuh tepat di samping tanaman aphelandra induk. Tanaman aphelandra ini akan terus menghasilkan anakan-anakan sepanjang hidupnya. Pisahkan dengan hati-hati antara tanaman induk dan tanaman anakan. Kemudian tanamlah bibit tersebut di pot yang berisi tanah yang subur. Selama proses adaptasi berlangsung, tanaman sebaiknya diletakkan di tempat yang teduh.

Lakukan penyiraman secara berkala untuk memenuhi kebutuhan air tanaman aphelandra sekaligus menjaga tingkat kelembaban media tanamnya. Pastikan kondisi media tanam ini tidak pernah terlalu kering. Tanaman aphelandra bisa mati akibat mengalami kekeringan. Lakukan pemupukan secara berkala menggunakan pupuk kandang atau pupuk penyubur daun. Anda juga perlu rutin melakukan pemindahan tanaman ke pot yang lebih besar supaya pertumbuhannya tetap optimal.