Cara Menanam Pisang Tanduk yang Benar

Bagaimana cara menanam pisang tanduk yang benar? Pisang tanduk (Musa spp) merupakan merupakan kuliver pisang dari famili Musaceae. Dibandingkan dengan pisang-pisang lainnya, pisang tanduk memiliki tinggi batang 2,5-3 m dengan ukuran buah yang lebih panjang mencapai 35 cm dan berat maksimal 300 gram/buah. Daging buahnya berwarna putih kekuningan, terasa manis sedikit asam, dan memiliki aroma khas yang cukup kuat. Di beberapa daerah, pisang ini juga sering disebut pisang byar.

Tanaman pisang tanduk dapat tumbuh dengan baik di daerah yang beriklim tropis dengan kondisi udara yang hangat dan agak lembap. Suhu udara yang disukainya berkisar antara 20-27 derajat celsius. Untuk mendukung pertumbuhan yang optimal, sebaiknya tanaman ini ditanam di daerah yang terletak antara 10-1500 m dpl yang memiliki curah hujan sekitar 200-220 mm/tahun dan tingkat kelembapan tanah antara 60-70 persen.

Tanah yang paling layak dipakai untuk menanam pisang tanduk memiliki pH sekitar 4,5-7,5 dengan kandungan bahan organik minimal 3%. Kondisi tanah tersebut juga harus bersifat gembur, subur, serta dilengkapi dengan sistem aerasi yang baik. Oleh karena itu, disarankan melengkapi lahan pertanian tersebut menggunakan sistem pengairan tambahan untuk mendukung pertumbuhan pisang tanduk yang dipelihara.

Persiapan Bibit Pisang Tanduk

Bibit pisang tanduk berupa anakan pohon pisang yang masih berukuran cukup kecil. Ciri-ciri anakan pisang yang berkualitas bagus yaitu sehat, tidak cacat, dan mempunyai daun yang berbentuk pedang. Selain memakai anakan, perbanyakan pohon pisang pun bisa dilakukan melalui bagian bonggolnya. Sebelum ditanam, bonggol tersebut harus dibelah menjadi dua bagian, lalu rendam di dalam air bersuhu 52 derajat celsius/larutan pestisida untuk mematikan nematoda dan hama penggerek. Saat ini juga telah dikembangkan metode perbanyakan tanaman pisang melalui kultur jaringan dari ujung pucuknya.

Setelah didapatkan bibit pisang, kemudian tanam lah bibit tersebut di lahan budidaya dengan kedalaman 30 cm. Paling baik proses penanaman bibit pisang ini dikerjakan pada awal musim penghujan sehingga nantinya kebutuhan air pada tanaman muda pun akan tercukupi. Di Indonesia khususnya, jarang sekali petani yang menanam pisang sebagai tanaman utama. Mereka biasanya menjadikan pohon pisang sebagai tanaman pencampur pada sistem tumpangsari, tanaman perawat pada lahan cokelat, kopi, dan lada, serta tanaman sela pada perkebunan kelapa sawit atau karet.

Pemeliharaan Tanaman Pisang Tanduk

Teknik pemeliharaan yang paling mendasar adalah membersihkan gulma yang tumbuh di lahan secara berkala. Pembersihan gulma ini dapat dilakukan melalui cara mekanik atau menggunakan bahan kimia seperti herbisida. Sedangkan pemupukan ulang dilakukan setiap tiga bulan sekali memakai pupuk organik yang dicampur urea dan kalium nitrat.

Untuk tanaman yang dipelihara di musim kemarau dengan curah hujan kurang dari 200 mm/tahun, perlu dibangun saluran irigasi di areal perkebunan pisang. Pemangkasan juga harus senantiasa dilakukan pada dedaunan yang telah layu dan berpenyakit untuk meningkatkan produktivitasnya serta mencegah penyebaran bibit penyakit. Setelah tanaman pisang tampak menghasilkan buah, segera lah pasang penyangga dari bambu untuk menahan bebannya agar tidak roboh. Sedangkan untuk memaksimalkan pertumbuhan buah pisang tersebut, Anda perlu membuang 1-2 sisir pisang yang muncul terakhir kali.

Pemanenan Buah Pisang Tanduk

Sebaiknya buah pisang tanduk dipanen ketika kondisinya masih mengkal untuk memperpanjang daya tahannya. Buah pisang yang telah matang akan cepat sekali membusuk dikarenakan banyak mengandung air dan zat glukosa. Tingkat kematangan buah bisa dilihat dari adanya siku-siku yang terdapat pada setiap buah, di mana buah pisang yang mempunyai penampang melintang yang agak bulat berarti sudah cukup matang. Penampang siku-siku akan menghilang dengan sendirinya seiring kematangan buah pisang yang semakin bertambah.

Proses pemanenan pisang sebaiknya dikerjakan oleh paling tidak dua orang. Seorang bertugas menebang pohon pisang dan satunya lagi harus menahan pohon tersebut supaya tidak terjatuh ke permukaan tanah yang dapat menyebabkan rusaknya buah pisang. Setelah itu, tandan pisang dipotong dengan menyisakan sebagian gagangnya agar mudah dijinjing.