Cara Menanam Petai di Pekarangan Rumah

Bagaimana cara menanam petai di pekarangan rumah? Pohon petai merupakan salah satu tanaman asli Indonesia. Buahnya yang berbau menyengat sangat digemari oleh masyarakat karena memiliki rasa yang nikmat sehingga bisa menambah selera makan. Kandungan minyak atsiri yang ada di dalam buah petai juga dapat menyedapkan cita rasa suatu masakan. Tahukah Anda, buah petai ternyata berkhasiat sebagai obat kencing manis yang alami.

Penggemar buah petai di Indonesia sangatlah banyak. Hal ini terlihat dari tingkat permintaan pasar akan buah berwarna hijau ini terus mengalami peningkatan. Selain dimakan mentah sebagai lalapan, buah petai juga menjadi bumbu wajib berbagai masakan khas Nusantara.  Masakan-masakan yang menggunakan santan akan terasa semakin lezat apabila ditambah dengan petai. Maka tak heran kalau harga buah petai pun termasuk cukup mahal.

Anda bisa mencoba menanam petai di pekarangan rumah untuk mendapatkan keuntungan dari buah yang satu ini.

Pemilihan Bibit

Pohon petai bisa dikembangbiakkan secara vegetatif maupun generatif. Kami lebih merekomendasikan proses pembibitan petai secara vegetatif melalui teknik okulasi. Kelebihan dari teknik ini yaitu bibit yang dihasilkan memiliki sifat-sifat seperti tanaman induknya. Bibit tersebut juga akan menghasilkan buah dalam waktu yang lebih singkat. Pilihlah bibit petai yang sehat, normal, daunnya hijau segar, batangnya kokoh, memiliki percabangan yang rindang, serta bebas dari hama dan penyakit.

Tempat Penanaman

Paling baik membudidayakan petai di lahan yang berada di ketinggian antara 10-800 m di atas permukaan laut. Anda perlu menyiapkan lahan yang akan ditanami petai terlebih dahulu. Caranya dilakukan dengan membersihkan lahan tersebut dari gulma. Kemudian buatlah lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm. Selanjutnya taburkan pupuk kandang dan kompos ke dalam lubang tanam hingga ukuran lubang tanam menjadi 30 x 30 x 30 cm. Biarkan lubang tanam ini selama 2-3 hari.

Penanaman Bibit

Penanaman bibit sebaiknya dilakukan pada waktu pagi atau sore hari. Bibit yang telah Anda terima dari kami tidak boleh langsung dipindahtanamkan ke lubang tanam. Anda harus menunggu bibit tersebut dapat beradaptasi dengan baik yang ditandai dengan tumbuhnya tunas baru. Barulah kemudian bibit ditanamkan ke lubang tanam dengan menyobek polybag-nya terlebih dahulu. Secara hati-hati, angkat bibit petai tersebut lalu tanamkan ke lubang. Pastikan posisi bibit sudah berdiri tegak. Setelah itu, uruglah kembali dengan tanah di sekitarnya.

Perawatan Tanaman

Anda bisa memasang ajir di samping bibit petai yang baru ditanam sebagai penyangga agar tetap bisa berdiri tegak dan tidak rubuh tertiup angin. Siramilah bibit ini setiap pagi dan sore hari, khususnya bila kondisi cuaca sedang panas. Berikan pupuk kandang secara rutin minimal setiap sebulan sekali. Kami sarankan pakailah pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam sebab dapat merangsang pertumbuhan bunga. Anda juga harus membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman petai.