Cara Menanam Millet dan Membudidayakannya di Lahan Terbuka

Millet tergolong ke dalam tanaman serealia. Tanaman ini termasuk salah satu superfood karena banyak mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh. Proses budidayanya pun dapat dilakukan dengan gampang. Setidaknya millet lebih mudah dibudidayakan daripada tanaman padi atau gandum. Menariknya, millet dapat ditanam di lahan yang mempunyai tingkat kesuburan tanah yang rendah, strukturnya tanahnya kering, dan beriklim panas. Tanaman ini justru tumbuh subur di musim kemarau.

Sebagai sumber gizi alternatif, millet mengandung 75% karbohidrat. Kadar ini mirip seperti pada beras yang mengandung 79% karbohidrat. Sedangkan soal kandungan proteinnya, millet lebih unggul dengan kadar protein mencapai 9%. Selain itu, millet juga mengandung zat antioksidan yang dapat mencegah penuaan serta mampu mencegah timbulnya kanker. Biji millet biasanya dimasak layaknya nasi, diolah menjadi roti, atau dibuat camilan seperti bubur, dodol, dan sebagainya.

Bagi Anda yang tertarik membudidayakan tanaman millet secara luas, Anda dapat mengikuti panduan lengkap di bawah ini!

Persiapan Lahan

Mekanisme budidaya millet tidak berbeda jauh dengan membudidayakan tanaman sorgum. Anda bisa menanam millet di lahan terbuka atau green house. Pastikan lahan tersebut aman dari gangguan hama seperti burung, tikus, dan ayam. Sama seperti sorgum, menanam millet ini tidak perlu menyemainya di tempat pembibitan terlebih dahulu. Melainkan Anda bisa langsung menanamnya di lahan. Setiap lubang tanam dapat diisi dengan sejumput atau semalai benih millet. Jarak tanamnya yaitu 75 x 20 cm atau 70 x 25 cm.

Penyulaman Tanaman

Penyulaman pada dasarnya merupakan proses penanaman kembali tanaman saat usianya masih muda. Ketika menanam benih millet, tidak semua biji ini berhasil tumbuh menjadi tanaman. Sebagian lagi ada yang mati, membusuk, pertumbuhannya tidak normal, rusak, atau terserang hama/penyakit. Anda harus mencabut tanaman yang tumbuh tidak semestinya ini sampai ke bagian akar. Kemudian tanam lagi biji millet di bekas lubang tanamnya. Proses penyulaman biasanya dilaksanakan sekitar 15-20 hari sejak hari penanaman.

Pemasangan Ajir

Sebagaimana tanaman serelia lainnya, millet mempunyai batang utama yang bersifat semu. Batang ini tidak terlalu keras dan kaku, serta tidak mampu berdiri dengan tegak. Anda harus membantu tanaman millet supaya dapat berdiri sehingga bisa tumbuh semakin tinggi. Dengan demikian, biji-biji millet yang dihasilkannya pun akan melimpah. Caranya yakni Anda bisa memasang ajir di batang millet ini. Pakailah tongkat ajir sepanjang 1 meter, lalu ikatkan batang tanaman millet pada ajir tersebut.

Pemangkasan Cabang

Pemangkasan juga perlu diberlakukan terhadap tanaman millet. Tujuannya untuk membentuk postur tanaman, merangsang pertumbuhan cabang-cabang produktif, dan membuang cabang yang tak normal. Pelaksanaan pemangkasan tanaman millet dilaksanakan sebanyak 2 kali. Tahap pertama yaitu ketika melakukan pemasangan ajir. Kemudian pemangkasan dilakukan sekali lagi dengan jeda waktu 3-4 minggu setelah pemangkasan tahap pertama. Lakukan proses pemangkasan ini dengan cermat.

Penyiangan Gulma

Supaya tanaman millet mampu tumbuh dengan subur, maka Anda harus memastikan tanaman tersebut bisa mendapatkan semua unsur hara, air, dan cahaya matahari semaksimal mungkin. Keberadaan gulma yakni tanaman pengganggu yang tumbuh di lahan mesti disingkirkan sampai ke bagian akarnya. Gulma ini mencakup semua tanaman selain millet yang tumbuh di lahan budidaya. Solusi aman membasmi gulma ini yaitu menyianginya secara teratur paling tidak setiap 1-2 minggu.

Pemupukan Susulan

Pupuk merupakan sumber nutrisi bagi tanaman millet sehingga dapat tumbuh dengan baik dan normal. Tanpa nutrisi yang cukup, tanaman ini tidak akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya serta biji-biji yang dihasilkannya pun tidak optimal. Dalam melakukan pemupukan susulan terhadap tanaman millet, Anda bisa menggunakan pupuk urea, TSP, dan KCl dengan perbandingan 2:1:1. Bila perlu, Anda juga bisa menambahkan pupuk fosfor secukupnya untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman ini.

Penyiraman Tanaman

Pada waktu-waktu tertentu, tanaman millet bisa Anda sirami secara manual agar tetap dapat bertahan hidup. Misalnya yaitu pada awal masa pertumbuhannya, ketika tidak ada hujan dalam waktu yang cukup lama, atau lahan nampak begitu kering sampai konturnya menjadi pecah-pecah. Siramilah tanaman ini sebanyak 2 kali/hari agar tidak mengalami kematian. Tentu akan sangat merepotkan kalau Anda harus menyirami tanaman satu per satu. Maka dari itu, Anda bisa memanfaatkan sprinkler tanaman.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pada dasarnya, tanaman millet mempunyai daya tahan yang sangat baik. Tanaman ini tergolong salah satu tanaman yang tahan terhadap serangan hama maupun penyakit. Sebenarnya tidak terlalu banyak ragam penyakit/hama yang dapat menyerang millet. Tanaman ini juga tidak mudah terserang. Kendati demikian, Anda mesti melakukan upaya-upaya preventif untuk mengantisipasi serangan hama ataupun penyakit ini. Pemantauan kondisi tanaman mutlak dilakukan secara berkala untuk memastikan tanaman millet ini senantiasa tetap sehat.