Cara Menanam Lobak yang Baik

Bagaimana cara menanam lobak yang baik? Lobak merupakan tanaman dalam famili Brassicaceae yang lumrah dimanfaatkan bagian umbinya untuk dikonsumsi. Sekilas lobak terlihat menyerupai wortel, tetapi warnanya merah dan ukurannya pun lebih besar. Tanaman lobak termasuk mudah dibudidayakan, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi.

Tanaman lobak akan tumbuh subur apabila ditanam di tanah yang bersifat gembur, banyak mengandung humus, tidak ada kerikil di lapisan tanah atas, serta derajat tingkat keasamannya berkisar antara 5-6. Adapun waktu yang paling tepat untuk mulai menanam lobak ialah sepanjang musim penghujan atau awal musim kemarau.

Pada umumnya, tumbuhan lobak ditanam dari bijinya. Kini biji lobak tidak perlu didatangkan dari luar negeri karena sudah ada banyak toko tanaman yang menjualnya. Selain itu, tanaman lobak pun cukup mudah berbunga dan menghasilkan biji. Untuk penanamannya, biji lobak tidak perlu disemai terlebih dahulu, melainkan bisa langsung ditanam di lahan yang telah disediakan.

Pengolahan Lahan

Sebelum biji ditanam di lahan, Anda wajib mengolah tanah tersebut terlebih dahulu agar kondisinya sesuai dengan syarat hidup tanaman lobak. Pengolahan dimulai dengan mencangkul tanah hingga kedalaman 30-40 cm untuk membuat teksturnya berubah menjadi gembur. Kemudian taburkanlah pupuk kandang sebanyak 10 ton/hektar untuk meningkatkan kesuburannya.

Setelah permukaan tanah selesai diratakan, langkah selanjutnya ialah membentuk beberapa bedengan. Pembuatan bedengan ini perlu disesuaikan dengan kontur lahan. Bedengan ini dibuat membujur dari arah barat ke timur supaya penyinaran cahaya matahari dapat berlangsung secara maksimal. Sedangkan jarak antar bedengan yang ideal adalah 30 cm.

Penanaman Benih

Benih lobak yang sudah Anda beli dari www.tokotanaman.com lantas dikeluarkan dari kemasannya. Benih tersebut direndam selama 20-30 menit di dalam segelas air untuk memisahkan biji berdasarkan kelayakannya. Biji lobak yang layak ditanam ialah biji yang tenggelam di air.

Buatlah beberapa lubang penanaman di atas bedengan dengan jarak 30 x 30 cm sampai 50 x 50 cm tergantung varietasnya. Setiap lubang ini selanjutnya ditanami sebutir benih lobak. Biji-biji ini harus ditaburkan tipis merata di sepanjang bedengan. Lalu tutuplah menggunakan tanah dengan lapisan yang tipis. Siramlah bedengan secukupnya untuk menjaga kondisi kelembabannya.

Perawatan Tanaman

Kebutuhan air yang diperlukan oleh tanaman lobak harus dipenuhi melalui penyiraman secara rutin. Berikutnya penyiangan perlu dilakukan terhadap gulma yang tumbuh di area bedengan, mulai dari usia 2-3 minggu. Sembari menyiangi rumput, Anda juga bisa meninggikan kembali bedengan tersebut.

Agar tingkat pertumbuhan tanaman lobak menjadi semakin optimal, tidak ada salahnya Anda memberikan pupuk buatan. Adapun pupuk yang perlu ditambahkan ialah urea dan TSP dengan perbandingan 1:2. Campuran kedua pupuk ini diberikan dalam dosis 6 gram per tanaman. Pemberian pupuk tersebut dilakukan dengan menaburkannya di tanah sejauh 5 cm dari umbi.

Pemanenan Umbi

Bagian yang umum dikonsumsi dari tanaman lobak ialah umbinya. Umbi lobak biasanya dapat dipanen setelah ukurannya sudah cukup besar, kurang lebih saat umurnya mencapai 60-70 hari. Jangan sampai terlambat dalam memanen umbi lobak karena akan berkayu sehingga rasanya pun menjadi tidak enak. Rata-rata potensi hasil umbi lobak adalah 15-20 ton/hektar.