Cara Menanam Cabai Merah di Dalam Polybag

Bagaimana cara menanam cabai merah di dalam polybag? Cabai merah (Capsicum anunum L) adalah sayuran buah yang kerap dimanfaatkan sebagai bumbu masakan dan obat-obatan. Tanaman ini berasal dari Benua Amerika. Buah cabai merah yang telah masak ditandai dari kulitnya yang berwarna kemerah-merahan. Penanaman cabai merah paling bagus dilakukan di dataran rendah sampai dataran tinggi dengan pH tanah sekitar 5,5-6,5.

  1. Tahap Perlakuan Benih

Benih cabai merah perlu direndam ke dalam fungisida Previcur N untuk membunuh jamur yang melekat di permukaannya. Dosis yang dipakai ialah 1-2 cc per liter air. Proses perendaman ini dilakukan selama 1 jam. Alternatif lainnya yakni merendam benih cabai merah dengan air hangat bersuhu antara 45-50 derajat cesius selama semalam penuh. Keesokan harinya, benih-benih tersebut ditiriskan dan siap untuk disemai.

  1. Tahap Pembuatan Media Semai

Media semai yang cocok digunakan untuk menumbuhkan benih cabai merah terbuat dari campuran tanah dan pupuk kandang yang sudah matang dengan perbandingan 1:1. Sebelum digunakan, kedua bahan ini perlu disterilisasi terlebih dahulu guna menekan pertumbuhan pantogen. Caranya bahan-bahan ini dikukus selama 6 jam kemudian diangin-anginkan. Setelah suhunya normal, masukkan media semai ke dalam bak persemaian.

  1. Tahap Penyemaian Benih

Penyemaian benih dilakukan satu per satu dalam bak persemaian yang telah berisi media semai secukupnya. Setelah benih cabai merah dimasukkan, kemudian taburkan media semai yang telah diayak di atas benih-benih tadi untuk menutupinya. Setelah itu, bak persemaian ditutup menggunakan mulsa berupa daun pisang, plastik hitam, atau karung goni untuk menjaga tingkat kelembabannya. Benih cabai merah umumnya akan tumbuh menjadi bibit setelah 5-7 hari kemudian sehingga mulsa wajib dibuka.

  1. Tahap Penanaman Bibit

Sebelum proses ini dimulai, media yang akan digunakan untuk menanam bibit cabai merah perlu disiram terlebih dahulu supaya kondisinya menjadi jenuh. Idealnya, penanaman dilaksanakan setelah bibit terbut berusia sekitar 20-30 hari atau bibit mempunyai 4-5 helai daun. Penanaman yang paling baik dikerjakan pada saat sore hari sehingga bibit-bibit cabai merah ini mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya.

  1. Tahap Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanaman cabai merah mencakup penyiraman yang dilakukan secara rutin ketika pagi dan sore hari. Pengecualian pada waktu cuaca sedang mendung, tanaman tidak perlu disiram. Sesuaikan debit air yang digunakan dengan kondisi polybag dan tingkat kesuburan tanaman.

  1. Tahap Pengendalian OPT

Pekerjaan pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) harus dilaksanakan dengan metode yang tepat. Pekerjaan ini dilakukan ketika ditemukan adanya tanda-tanda serangan dari hama atau pun penyakit yang menyerang tanaman cabai merah. Prosesnya bisa dengan memanfaatkan pestisida alami maupun pestisida kimia dengan cara disemprotkan ke bagian tanaman yang terserang. Metode lainnya bisa juga dengan menerapkan teknik pengendalian OPT secara mekanis.

  1. Tahap Pemupukan Susulan

Tanaman cabai merah yang dipelihara di dalam polybag harus mendapatkan pupuk susulan untuk menjaga ketersediaan bahan organik yang terkandung pada media tanam. Pupuk susulan ini diberikan pada waktu tanaman berusia 1 bulan memakai pupuk NPK dengan dosis 10 gram/liter air untuk setiap 5 tanaman. Pemberiannya dilaksanakan dengan menyiramkan pupuk ini ke tanaman setiap 10 hari sekali hingga tiba masa panen.

  1. Tahap Panen dan Pascapanen

Kebanyakan cabai merah yang dipelihara di polybag menghasilkan buah yang layak panen pada usia sekitar 70-120 hari setelah tahap penanaman. Hal ini sangat dipengaruhi oleh varitas benih cabai merah yang dipilih serta ketinggian tempat budidaya. Selain dijual dalam kondisi segar, buah cabai merah yang telah dipanen juga bisa dikeringkan terlebih dahulu. Penjemuran dilakukan secara berulang-ulang di bawah terik matahari langsung sampai didapatkan buah cabai merah dengan kadar air yang sesuai dengan permintaan pasar.