Cara Menanam Bunga Sakura di Indonesia

Bunga sakura dikenal pula dengan sebutan cherry blossom. Ini merupakan salah satu tanaman paling populer di dunia berkat keindahannya. Daya tarik utama tanaman sakura terletak pada bunganya. Bunga sakura berwarna pink dan mempunyai pesona yang indah sekali. Pada saat bermekaran, bunga ini akan memenuhi seluruh bagian tanaman. Sehingga pohon sakura ini akan terlihat menarik dipenuhi bunga seolah-olah memiliki daun berwarna pink.

Tanaman sakura merupakan tumbuhan asli Jepang. Tanaman ini akan tumbuh subur ketika ditanam di tempat yang beriklim sedang sampai dingin. Bagi kita yang tinggal di Indonesia, menanam bunga sakura akan sangat sulit dilakukan sebab negara kita memiliki iklim tropis. Kondisi cuaca di Indonesia berbeda sekali dengan Jepang. Di sini kondisi cuacanya sangat panas, apalagi ketika waktu siang hari di musim kemarau yang panjang.

Akan tetapi, menanam pohon sakura di Indonesia bukanlah perkara yang mustahil. Sebab faktanya sudah ada tanaman bunga sakura yang berhasil tumbuh di sini yaitu di Kebun Raya Bogor. Anda mungkin juga tertarik untuk mencoba menanamnya? Yuk, ikuti panduan di bawah ini!

  1. Belilah Bibit Bunga Sakura

Kami menyarankan Anda untuk menanam pohon sakura dari bibitnya. Menanam bibit sakura lebih mudah dilakukan ketimbang menanam benih atau bijinya. Belilah bibit bunga sakura dari petani lokal yang sudah berhasil menanam pohon ini. Sehingga bibit tersebut sudah beradaptasi dengan baik terhadap kondisi iklim di Indonesia. Anda pun tidak perlu repot merawatnya lagi. Anda bisa membeli bibit bunga sakura di toko kami yaitu www.tokotanaman.com.

  1. Siapkan Tempat Penanaman

Mengingat tanaman sakura sangat menyukai tempat yang dingin, maka Anda tidak boleh menanamnya di sembarang tempat. Apalagi di Indonesia yang rata-rata setiap tempat memiliki cuaca yang panas. Tanaman sakura hanya dapat ditanam di dataran tinggi saja.

Di tempat tersebut, suhunya hampir mirip seperti di Jepang pada musim panas dan musim semi. Sehingga kemungkinan besar pohon sakura dapat tumbuh dengan baik. Namun jika Anda tertarik menanamnya di dataran rendah, tidak ada salahnya mencoba. Kalau berhasil tumbuh lumayan, kan?

  1. Adaptasikan Terlebih Dahulu

Setelah bibit bunga sakura yang kami kirim berhasil Anda terima dengan baik, Anda tidak boleh langsung menanam bibit tersebut di tempat yang terbuka. Sebab kondisi bibit ini masih sangat lemah setelah menempuh perjalanan jauh. Bukan tidak mungkin kondisi di daerah kami berbeda dengan daerah Anda, sehingga bibit tersebut harus menyesuaikan diri terlebih dahulu.

Sebaiknya Anda tetap membiarkan bibit ini di polybag-nya. Bila perlu, tambahkan media tanam yang subur ke dalam polybag sampai penuh. Lalu letakkan tanaman di tempat yang teduh. Misalnya di teras rumah. Lakukan penyiraman setiap 1-2 hari sekali dengan memperhatikan kondisi media tanamnya. Rawatlah tanaman ini sekitar 2-3 minggu sampai menumbuhkan tunas daun yang baru.

  1. Tanamlah dengan Hati-hati

Setelah bibit bunga sakura Anda sudah mempunyai tunas baru artinya kondisi bibit tersebut sudah sehat dan siap untuk dipindahtanamkan ke tempat yang lain. Anda bisa membuat lubang tanam terlebih dahulu yang berukuran 30 x 30 x 50 cm. Setelah itu, masukkan tanah bagian atas ke dalam lubang ini sampai kedalamannya kini berubah menjadi 25-30 cm saja.

Langkah berikutnya yaitu menanam bibit bunga sakura ke lubang tanam yang telah Anda buat. Anda bisa melepaskan bagian polybag-nya terlebih dahulu dengan hati-hati. Jika sulit melakukannya, gunting saja polybag tersebut. Tahan media tanamnya memakai tangan agar tidak sampai rusak. Masukkan bibit ini ke lubang tanam. Aturlah posisinya agar berdiri tegak dan menghadap posisi yang pas. Lalu timbun memakai tanah di sekitarnya.

  1. Merawat Tanaman Sakura

Di habitat alaminya, tanaman sakura terkenal sebagai tanaman yang mudah tumbuh. Tanaman ini tak ubahnya seperti pohon peneduh lainnya yang tidak memerlukan perawatan yang terlalu rumit. Untuk merawat tanaman ini, Anda hanya perlu menyiraminya secara teratur setiap hari. Cabutlah rumput yang tumbuh di sekitar tanaman agar tidak mengganggu pertumbuhannya. Anda juga perlu rutinnya memberinya pupuk tambahan supaya pertumbuhan tanaman ini semakin subur.