Cara Menanam Bunga Aster dan Merawatnya

Apakah Anda ingin memiliki tanaman yang berbunga indah, rajin berbunga, dan perawatannya mudah? Kalau iya, Anda bisa mencoba menanam tanaman bunga aster. Bunga aster memang sangat mudah ditanam. Setiap tanaman ini mampu bertahan hidup hingga 1-2 tahun lamanya. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan beradaptasinya yang sangat baik. Tumbuhan aster dapat ditanam di mana saja, baik dataran tinggi maupun dataran rendah.

Diketahui bunga aster berasal dari Tiongkok. Variasinya ada banyak sekali. Ada yang seperti bunga mawar, bunga krisan, bunga mawar, atau bunga matahari. Warna bunganya beraneka ragam. Tidak hanya merah, kuning, dan putih saja, tetapi ada pula bunga aster yang berwarna biru dan ungu. Pesona bunga ini memang sangat cantik. Anda bisa menanamnya di taman atau pekarangan rumah sebagai penghias. Pasti indah sekali.

Gampang kok untuk menanam bunga aster ini. Anda bisa mengikuti panduan di bawah dalam menanam dan merawatnya!

Pakailah Media Tanam yang Subur

Dalam menanam bunga aster, Anda perlu menggunakan media tanam yang subur. Media ini bisa Anda buat dengan mencampur tanah kebun, sekam padi, dan pupuk kandang memakai perbandingan 1:1:1. Aduklah bahan-bahan ini sampai terbentuk media tanam yang sama rata. Jika Anda tidak mau ribet membuatnya sendiri, Anda bisa membeli media tanam yang sudah jadi di online shop kami.

Tanam dari Benih/Biji atau Tunas

Perbanyakan aster dapat dilakukan memakai benih berupa biji atau bibit dari anakan tanaman yang diambil dari tunas baru yang tumbuh. Anda bisa membeli benih dan bibit bunga aster di www.tokotanaman.com. Sebelum ditanam di tanah, benih wajib disemai terlebih dahulu di media persemaian yang terbuat dari campuran tanah, sekam padi, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Lakukan penyemaian menggunakan polybag agar mudah merawatnya. Bibit yang tumbuh bisa dipindahkan ke tanah setelah tingginya mencapai 10-15 cm.

Cara Menanam Aster yang Benar

Tanaman aster hendaknya ditanam di area yang cukup luas mengingat pertumbuhannya cukup cepat. Bibit bunga aster yang sudah cukup besar lantas dipindahkan ke tempat penanaman. Anda dapat langsung menanamnya di tanah atau memakai pot. Tanamlah bibit ini dengan posisi yang tegak agar posturnya bagus dan akarnya pun mudah menyebar. Jika menanamnya di pot, Anda bisa meletakkan pot tersebut di tempat yang teduh untuk sementara waktu sampai tanaman terlihat sehat dan bugar.

Rawatlah Aster agar Tumbuh Subur

Memelihara tanaman aster tidak terlalu sulit. Anda hanya perlu membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman secara rutin. Jangan lupa untuk melakukan penyiraman setiap hari dan memberikan pupuk tambahan setidaknya 3 bulan sekali. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman tersebut agar semakin subur, berikan pupuk kandang dan pupuk kompos secukupnya saja. Sedangkan agar tanaman ini rajin berbunga dan daunnya rimbun, Anda perlu memberi pupuk NPK sebayak 1 sendok makan per tanaman.

Lakukan Pemangkasan agar Rimbun

Agar postur tanaman aster terlihat indah, Anda perlu melakukan pemangkasan. Tanaman yang tidak dipangkas akan tumbuh lurus ke atas sehingga terlihat kurus dan jangkung. Penampilan tanaman pun menjadi kurang menarik. Diperlukan pemangkasan secara berkala agar tanaman menumbuhkan cabang-cabang baru. Semakin banyak jumlah cabang yang dimilikinya, maka semakin indah pula tanaman aster ini. Apalagi saat waktunya berbunga, jumlah bunganya akan melimpah dan tampak lebih menarik.

Tips supaya Aster Rajin Berbunga

Pada dasarnya, tanaman aster tidak mengenal musim berbunga. Tanaman ini bisa menghasilkan bunga setiap saat asalkan periode fisiologisnya sudah memasuki masa berbunga. Untuk merangsang agar tanaman aster ini rajin berbunga, Anda bisa mengikuti kiat-kiat ini. Pastikan tanaman bisa mendapatkan sinar matahari secara maksimal, lakukan penyiraman setiap hari agar tanaman tidak mengalami kekeringan, kurangi jumlah daun lewat pemangkasan, serta berikan pupuk yang banyak mengandung kalium dan phosphor.