Cara Menanam Biji Kedelai di Polybag

Tanaman kedelai adalah tumbuhan penghasil biji kedelai yang menjadi bahan baku pembuatan tahu dan tempe. Sebelumnya biji kedelai ini perlu diolah terlebih dahulu. Selain itu, biji kedelai juga dimanfaatkan dalam proses pembuatan kecap. Kendati ada banyak sekali makanan khas Indonesia yang menggunakan biji kedelai sebagai bahan bakunya, tapi sayangnya masih sedikit petani kita yang membudidayakannya. Imbasnya berakibat pada harga biji kedelai yang tidak stabil dan cenderung mahal.

Ini merupakan kesempatan emas bagi Anda yang ingin mencoba membudidayakan kedelai. Anda bisa menanam biji kedelai. Tapi sebelumnya Anda perlu membuat bibit terlebih dulu di polybag agar peluang keberhasilannya berkembang menjadi kecambah lebih tinggi. Jika Anda langsung menanam biji kedelai di lahan dikhawatirkan tanaman yang baru tumbuh akan mati oleh siraman air hujan, angin kencang, atau serangan hama dan penyakit. Berbeda kalau Anda menanamnya di polybag, di mana Anda bisa merawatnya dengan lebih baik.

Sebenarnya tidak terlalu sulit kok untuk menanam biji kedelai ini di dalam polybag. Yuk, ikuti langkah-langkah di bawah ini!

Alat dan Bahan :

  • Biji kedelai
  • Air hangat
  • Polybag
  • Tanah
  • Pupuk kandang
  • Mangkuk

Cara Menanam :

  1. Anda perlu menyiapkan benih kedelai terlebih dahulu. Benih ini berupa biji kedelai yang masih hidup/tidak mati sehingga bisa ditanam. Anda bisa membelinya di toko tanaman atau warung kelontong yang menjual bahan-bahan kebutuhan pokok.
  2. Masukkan biji kedelai yang akan Anda tanam ke dalam mangkuk. Kemudian tuangkan air hangat secukupnya ke dalam mangkuk tersebut. Usahakan seluruh biji kedelai yang akan ditanam terendam oleh air hangat. Rendamlah selama 8-10 jam.
  3. Siapkan media tanam yang terbuat dari campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1. Kami menyarankan pemakaian pupuk kandang dari kotoran sapi yang terkenal bagus untuk memicu pertumbuhan tanaman. Sebelumnya tanah yang dipakai perlu diayak terlebih dahulu. Aduklah sampai tercampur rata.
  4. Masukkan media tanam ke dalam polybag sampai terisi penuh. Jika perlu, Anda perlu menekan media tanam di polybag ini untuk memadatkannya. Diamkan media tanam ini selama 8-10 jam sembari menunggu biji kedelai yang sedang direndam di air hangat.
  5. Buatlah lubang tanam dengan kedalaman sekitar 2-3 cm atau kira-kira satu ruas jari tangan. Tanamkan biji kedelai ke dalam lubang tersebut, lalu timbun dengan media tanam di sekitarnya. Masing-masing polybag cukup ditanami sebutir biji kedelai. Lanjutkan penanaman ini sampai seluruh polybag berhasil ditanami biji kedelai.
  6. Polybag yang sudah ditanami biji kedelai diletakkan di tempat persemaian. Tempat ini harus dilengkapi dengan naungan/penutup untuk mencegah kerusakan bibit akibat hujan dan angin. Disarankan pula untuk memasang pagar di sekelilingnya untuk mencegah serangan hama.
  7. Anda perlu menyiraminya setiap 1-2 hari sekali. Usahakan kondisi media tanam tetap lembab namun tidak terlalu basah sehingga biji kedelai dapat berkembang menjadi kecambah. Hati-hati saat menyirami tanaman kedelai yang baru tumbuh ini sebab kondisi batangnya masih cukup lemah.
  8. Anda bisa memindahkan tanaman kedelai ke lahan jikalau tinggi bibit kedelai sudah mencapai lebih dari 10 cm. Tanaman dengan tinggi seperti ini sudah cukup kuat sehingga layak untuk ditanam di lahan. Waktu pemindahan sebaiknya dilakukan pagi hari.
  9. Tidak apa-apa jika Anda ingin tetap menanam kedelai di polybag. Tapi polybag harus dipindahkan ke tempat terbuka saat tinggi tanaman kedelai sudah lebih dari 10 cm. Tujuannya agar tanaman bisa mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak. Lalu ganti polybag-nya dengan ukuran yang lebih besar secara berkala.