Cara Menanam Biji Alpukat yang Benar

Bagaimana cara menanam biji alpukat yang benar? Buah alpukat memiliki cita rasa yang begitu lezat dari perpaduan antara manis, gurih, dan legit. Tidak heran kalau penggemarnya ada banyak sekali, termasuk Anda salah satunya. Kabar baiknya adalah tanaman alpukat bisa tumbuh dengan baik di daerah-daerah yang beriklim tropis. Jadi Anda bisa mencoba menanamnya sendiri di pekarangan rumah menggunakan bijinya.

Buah alpukat banyak mengandung nutrisi yang penting untuk tubuh. Anda bisa memakannya mentah begitu saja atau mengolahnya terlebih dahulu menjadi makanan dan minuman yang menggugah selera. Misalnya seperti jus alpukat, puding, sushi, atau salad. Jika Anda sangat menyukai buah alpukat tetapi tidak mau keluar banyak uang untuk membelinya, silakan tanam sendiri saja pohon alpukat. Panduan selengkapnya kami jelaskan sebagai berikut!

Langkah 1. Menyiapkan Biji Alpukat yang Tua

Paling mudah menanam alpukat adalah dari bijinya. Tetapi cara ini memiliki kelemahan yaitu pohon akan menghasilkan buah lebih lama daripada cangkok atau okulasi. Butuh waktu setidaknya 5-10 tahun sampai usia pohon tersebut cukup dewasa. Anda membutuhkan biji alpukat dari buah yang telah matang dari pohon. Belah buah alpukat ini menggunakan tangan agar tidak melukai permukaan bijinya. Setelah itu, cucilah biji tersebut di bawah air yang mengalir. Hati-hati karena lapisan kulit biji sama sekali tidak boleh terkelupas.

Langkah 2. Menentukan Bagian Bawah dan Atas

Meskipun biji alpukat memiliki bentuk yang berbeda-beda, tetapi semua biji tersebut mempunyai bagian atas dan bagian bawah. Pada saat melakukan upaya perkecambahan nanti, Anda harus merendam bagian bawah biji alpukat, sedangkan bagian atasnya tidak boleh terkena air. Selang beberapa hari kemudian bagian bawah biji akan menumbuhkan akar yang menandakan kalau proses perkecambahan telah berhasil. Bagian bawah biji alpukat memiliki penampang yang datar. Berbeda dengan bagian atasnya yang berbentuk agak runcing.

Langkah 3. Merendam Biji Alpukat di Dalam Air

Anda memerlukan gelas yang bening sebagai wadah untuk menampung media perkecambahan berupa air dan zat perangsang tumbuh. Isilah gelas tersebut dengan air sampai ketinggian volumenya mencapai setengah tinggi biji alpukat. Lalu tambahkan zat perangsang tumbuh secukupnya. Masukkan biji alpukat ke dalam gelas dengan posisi yang benar yakni bagian bawah biji berada di dasar. Setelah itu, Anda tinggal meletakkan gelas di tempat yang bisa mendapatkan sinar matahari secara langsung.

Langkah 4. Mengganti Air setiap 5-7 Hari Sekali

Masa perkecambahan merupakan waktu yang paling rawan bagi biji alpukat untuk bisa tumbuh atau tidak. Peran Anda untuk merawat biji tersebut sangat diperlukan di sini untuk mendukung keberhasilannya. Anda tidak boleh membiarkan biji alpukat tergeletak begitu saja di dalam air. Sebab seiring dengan berjalannya waktu kondisi air rendaman tersebut akan kotor serta menjadi sarang bakteri dan jamur. Untuk mencegah kemungkinan terburuk ini, silakan Anda ganti air rendamannya setiap 5-7 hari sekali.

Langkah 5. Menunggu Biji Alpukat Menumbuhkan Akar

Setidaknya Anda membutuhkan waktu sekitar 2-4 minggu untuk merendam biji alpukat supaya menumbuhkan akar. Tidak menutup kemungkinan waktunya akan lebih lama sebab setiap biji alpukat mempunyai tingkat pertumbuhan yang berbeda. Ada yang cepat tumbuh menjadi kecambah, namun ada pula yang lambat. Dalam proses perkecambahannya nanti, mula-mula biji alpukat bagian atas akan retak yang diikuti dengan mengelupasnya lapisan kulit biji. Setelah itu, tumbuh akar dan tunas bagian bawah dan atas biji alpukat.

Langkah 6. Memindahkan Benih Alpukat ke Polybag

Jangan terburu-buru dalam memindahkan benih alpukat ke polybag. Bukan tidak mungkin benih tanaman yang masih terlalu muda ini malah mati jika Anda salah saat memindahkannya. Minimal Anda harus menunggu tinggi tunas yang ditumbuhkan oleh biji alpukat hingga tingginya mencapai 10-15 cm. Barulah kemudian Anda bisa memindahkan benih alpukat ke polybag. Sebelumnya Anda harus mengisi polybag dengan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1.