Cara Menanam Belimbing Manis di Dalam Pot

Tahukah Anda, tanaman belimbing manis (Averrhoa carambola) dapat ditanam di dalam tanah langsung atau melalui media pot. Ini dikarenakan tumbuhan belimbing mudah beradaptasi di segala jenis tanah. Dengan perawatan yang baik, belimbing manis yang Anda pelihara bisa tumbuh secara normal dan menghasilkan buah yang rasanya manis.

Menanam belimbing di dalam pot tentu dapat mengatasi keterbatasan lahan. Nantinya buah-buah belimbing yang dihasilkan bisa dikonsumsi sendiri dan dijadikan oleh-oleh bagi tamu yang berkunjung. Bahkan apabila hasilnya cukup banyak, Anda bisa menjualnya di pasar sehingga dapat menambah pendapatan keluarga.

Yuk, pelajari cara penanaman belimbing manis di bawah ini :

  1. Pilih Pot, Media Tanam, dan Benih yang Bagus

Anda bisa menggunakan pot plastik, tanah, dan kayu atau bekas barang-barang yang sudah tidak terpakai. Yang terpenting, pot tersebut memiliki garis tengah antara 50-60 cm dan tinggi 40-60 cm. Buat lubang pada bagian dasar pot untuk membuang sisa air yang berlebihan.

Sementara itu, media tanam yang dipakai berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1 atau sesuai tingkat kesuburan tanah. Sebelum dimasukkan ke pot, media ini disterilkan terlebih dahulu untuk membasmi bibit penyakit yang terkandung di dalamnya. Taruh pecahan genteng, spons, atau serabut kelapa di bagian dasar pot. Kemudian isikan media ini ke dalam pot sampai tingginya mencapai 10 cm dari bibir pot.

Sebaiknya pilih bibit belimbing manis yang berasal dari teknik okulasi (sambungan) sehingga sifat-sifat baik indukannya dapat terjaga. Asal usul bibit juga harus diketahui dengan jelas. Lebih bagus lagi jika Anda berhasil mendapatkan bibit yang besertifikat karena memiliki kualitas yang benar-benar terjamin.

Bibit belimbing manis selanjutnya ditanam di dalam pot pada posisi di tengah-tengahnya. Jangan lupa padatkan media di sekeliling bibit supaya tidak gampang goyah. Bila Anda menggunakan bibit hasil okulasi, usahakan bagian sambungannya tidak tertimbun dalam tanah untuk mencegah terjadinya infeksi penyakit busuk akar.

  1. Perawatan yang Benar secara Rutin

Walaupun pada dasarnya tanaman belimbing manis mudah tumbuh, tetapi tanaman ini tetap membutuhkan perawatan secara rutin supaya pertumbuhannya normal dan dapat menghasilkan buah yang bermutu tinggi. Bentuk-bentuk perawatan yang harus diberikan meliputi pemupukan, pemangkasan, penyiraman, serta pengendalian hama dan penyakit.

Media tanam yang ada di dalam pot juga perlu diganti secara berkala untuk menjaga tingkat kesuburannya. Media tanam yang keras dan padat akan mengakibatkan tanaman belimbing menjadi kerdil karena pertumbuhannya terhambat. Begitu pun pada saat tanaman berusia 2-3 tahun, di mana sistem perakarannya sudah terlalu memenuhi pot, maka tanaman ini pun harus dipindahkan ke pot lain yang ukurannya lebih besar dengan memangkas beberapa akarnya terlebih dahulu.

Cara mengganti media tanam yaitu Anda harus mengeluarkan media tanam yang lama setengahnya dahulu. Lalu tepuk bagian samping pot supaya akar tanaman terlepas. Secara perlahan-lahan, keluarkan tanaman belimbing dari dalam pot dan pangkas akarnya menggunakan gunting yang steril.

Setelah itu, siapkan media tanam yang baru berupa campuran tanah dan pupuk kandang. Setelah jadi, masukkan media tanam ini ke dalam pot sampai memenuhi volumenya. Berikutnya tanamkan kembali tanaman belimbing manis ke dalam pot serta siram dengan air secukupnya agar tidak mengalami stres.

  1. Masa Panen dan Penanganannya

Pada umumnya, tanaman belimbing akan menghasilkan buah yang dapat dipanen ketika berusia 60-90 hari terhitung setelah bunga mekar. Hal ini sangat dipengaruhi oleh varietas belimbing yang ditanam. Contohnya buah belimbing Sembiring dapat dipanen pada umur 60-70 hari setelah mekarnya bunga. Sedangkan pemanenan buah belimbing Demak biasanya dilakukan pada waktu 80-90 hari sesudah bunga mekar. Buah belimbing manis bisa dipanen sebanyak 4-6 kali setiap tahun.