Cara Menanam Bakalan Bonsai yang Baik dan Benar

Harga tanaman bonsai yang sudah jadi di pasaran memang lumayan mahal. Maklum saja proses untuk membuatnya sangat rumit dan membutuhkan waktu yang lama sekali. Sehingga wajar kalau tanaman yang bernilai seni tinggi tersebut dibanderol dengan harga yang tinggi pula. Kalau Anda mau mempunyai tanaman bonsai yang harganya lebih murah, Anda dapat membeli bakalan bonsai lalu membentuknya sendiri. Sedangkan jika mau yang gratis, Anda bisa mencari bakalan bonsai langsung di hutan.

Harga bakalan bonsai bervariasi tergantung jenis tanamannya. Rata-rata tanaman yang dapat digunakan sebagai bakalan adalah tanaman yang berkayu, bukan tanaman herba yang berbatang lunak. Tanaman yang berkayu memang jauh lebih mudah dikerdilkan. Caranya Anda dapat menghambat pertumbuhan batang, cabang, dan rantingnya menggunakan kawat, melakukan pemangkasan tajuk, dan lain-lain. Bibit bonsai umumnya diperbanyak melalui vegetatif, jarang sekali yang berasal dari biji (generatif).

Alasan utama bakalan bonsai dipilih dari bibit yang diperbanyak memakai teknik vegetatif ialah kita bisa mengambil bagian-bagian tertentu dari tanaman induk yang sudah mempunyai penampilan yang sangat pas untuk dibuat menjadi bonsai. Bagian tersebut sudah terkesan tua dan kuno. Berbeda dengan bibit yang ditumbuhkan dari biji, bibit ini hanya terus akan menghasilkan tunas-tunas baru sehingga tidak memberikan kesan tua dan kuno, khas dari tanaman bonsai.

Menyiapkan Pot untuk Bonsai

Selain menyediakan bakalan bonsai, Anda juga perlu membeli pot untuk menanam bakalan tersebut. Sebisa mungkin pilihlah pot yang memang khusus diperuntukan bagi bonsai. Awalnya, tanaman bonsai harus menggunakan pot yang berbentuk kotak. Hal ini sesuai dengan makna dari bon pada kata bonsai yaitu pot kotak. Namun dunia bonsai terus mengalami perkembangan. Kini Anda boleh menggunakan berbagai bentuk pot, termasuk pot yang berbentuk bundar, lonjong, segitiga, segilima, dan lain-lain.

Merapikan Bakalan Bonsai

Sebelum bakalan bonsai ditanam, Anda perlu merapikannya terlebih dahulu. Anda dapat memulainya dengan membuang bahan-bahan yang tidak perlu, mengurangi atau mengganti tanah yang berasal dari pembibitan, mengurangi sistem perkaran, serta mensucihamakan bakalan bonsai tersebut. Tanah dari bawaan bibit harus dibuang secara berkala sebab tidak sesuai persyaratan untuk menanam bonsai. Anda harus membuangnya sedikit demi sedikit agar tidak merusak akar bakalan bonsai.

Saat Anda memisahkan bakalan bonsai dan memisahkan akarnya dari tanah, Anda harus melakukannya di tempat yang teduh sehingga tanaman tidak mengalami stres. Hendaknya tanah dibasahi terlebih dulu untuk mempermudah pembuangan tanah tersebut. Kemudian Anda bisa menggunakan tongkat bambu atau kayu untuk mencungkil. Mulai dengan membuang lapisan tanah bagian bawah, kemudian lakukan pemangkasan akar yang ukurannya sudah cukup panjang.

Media Tanam untuk Bonsai

Guna mensucihamakan bakalan bonsai, Anda dapat mengaplikasikan insekstisida dengan kepekatan 0,005-1%. Cairan insektisida ini bisa disiramkan ke tanah yang ada di dalam pot bonsai, lantas dibiarkan di tempat yang teduh selama 10-15 hari. Sebelum bakalan bonsai tersebut ditanam, pot untuk tempat penanamannya harus sudah benar-benar siap pakai. Anda bisa memasukkan kerikil ke dalam pot untuk lapisan dasar. Kemudian di atasnya dapat diisi dengan media tanam yang terdiri dari campuran 50% pasir, 30% kompos, dan 20% pasir.

Selain campuran di atas, Anda juga bisa memakai campuran tanah dan sekam bakar, tanah dan pasir, serta kerikil untuk alternatif media tanamnya. Usahakan media tanam yang digunakan untuk menanam bonsai mampu menyerap kelembaban secara optimal sebab bonsai pada dasarnya membutuhkan media tanam yang cukup lembab tetapi tidak basah. Para penghobi bonsai di Jepang biasanya menggunakan media tanam berupa akadama yaitu tanah yang memiliki ukuran bulir-bulir yang cukup besar dan tidak berbentuk halus seperti bubuk.

Akadama terbuat dari tanah vulkanik yang dibakar. Selain membuat bonsai tetap hidup dengan baik, pemakaian akadama juga mampu menambah nilai estetika pada bonsai tersebut. Media lain yang juga populer untuk digunakan menanam bonsai di Jepang yakni kanuma. Kanuma adalah media tanam yang mengandung campuran batu apung di dalamnya. Paling cocok sih kanuma ini dipakai untuk menanam bonsai dari tanaman azalea.

Menanam Bakalan Bonsai di Pot

Setelah pot sudah diisi dengan media tanam yang cukup, kini Anda siap untuk menanamkan bakalan bonsai ke dalamnya. Cara menanamnya berbeda dengan menanam bibit tanaman biasa ya. Letakkan bakalan bonsai tersebut tepat di atas tanah dalam pot. Setelah itu, isilah rongga-rongga kosong yang ada di antara akar-akar dengan media tanam yang sama seperti di pot. Kemudian tanah-tanah ini dipadatkan memakai kayu kecil dengan hati-hati agar tidak merusak akar.

Setelah penempatan akar sudah selesai, permukaan akarnya bisa ditutup menggunakan tanah sampai pada bagian batas leher akarnya. Selanjutnya kontur permukaan akar ini bisa diratakan. Kalau mau lebih berseni, Anda bisa mengatur kontur tanahnya agak landai dengan batang bonsai terletak di puncaknya. Selesai menanam bakalan bonsai tersebut, Anda bisa menyiraminya dengan sprayer. Untuk awalnya, Anda bisa menutupi permukaan tanah memakai mos kering yang bertindak sebagai mulsa.