Cara Menanam Asam Jawa dan Merawatnya

Bagaimana cara menanam asam jawa? Tanaman asam jawa (Tamarindus indica) dapat tumbuh dengan baik di berbagai kondisi tanah di Indonesia. Tanaman ini bisa ditemukan di lingkungan yang mengandung tanah berpasir hingga tanah liat hingga ketinggian mencapai 1000 m dpl. Karena mempunyai sistem perakaran yang panjang, pohon ini mampu bertahan terhadap cuaca yang kering atau terpaan angin yang kencang.

Proses perbanyakan asam jawa bisa dilakukan melalui biji, cangkok, sambung, dan okulasi. Namun secara umum, perbanyakan secara vegetatif sanggup menghasilkan kualitas bibit yang lebih baik daripada metode generatif. Bibit asam jawa sebaiknya ditanam di awal musim penghujan antara bulan November sampai Januari. Adapun jarak penanaman yang paling ideal berkisar antara 8 x 8 m hingga 10 x 10 m.

Penanaman dilakukan dengan mempersiapkan lahan budidaya terlebih dahulu. Buatlah lubang tanam dengan ukuran 30 x 30 x 50 cm. Kemudian masukkan pupuk kandang ke dalam lubang tanam tersebut. Setelah itu, Anda perlu membiarkan lahan ini selama 10-14 hari. Barulah selanjutnya bibit asam jawa ditanamkan ke dalam lubang tanam. Proses penanaman ini harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengakibatkan kerusakan pada sistem perakarannya.

Pada dasarnya, pohon asam jawa tidak membutuhkan bentuk-bentuk perawatan secara khusus. Akan tetapi, pemberian perawatan yang tepat mampu mempercepat masa berbuahnya tanaman ini. Tanaman asam jawa yang dipelihara dengan baik biasanya akan menghasilkan buah pada umur 3-4 tahun. Bentuk-bentuk perawatan yang diberikan mencakup pengairan, pemupukan, dan perlindungan tanaman. Pemangkasan juga perlu dikerjakan secara berkala untuk memperbaharui cabang penghasil buah dan menjaga ketinggian tanaman.

Ada cukup banyak hama yang kerap menyerang pohon asam jawa. Di antaranya yaitu penggerek buah, kutu bubuk, kutu perisai, cacing, ulat pemakan daun, dan lain-lain. Bahkan serangan hama penggerek buah dapat mengakibatkan kerusakan fatal terhadap buah-buah yang sedang dalam masa pematangan. Sedangkan untuk penyakit-penyakit yang diketahui dapat menjangkiti asam jawa yakni busuk pohon dan bercak daun.

Pemanenan buah asam jawa dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama ialah pemanenan terhadap buah-buah yang masih mentah atau setengah matang dan berwarna hijau. Buah seperti ini biasanya digunakan sebagai bumbu penyedap suatu masakan. Sementara itu pada tahap kedua, pemanenan dilaksanakan dengan memetik buah-buah asam yang kondisinya sudah benar-benar matang. Buah asam yang sudah masak ini memiliki rasa yang agak manis sehingga dapat diolah menjadi berbagai kudapan seperti selai, minuman, dan sebagainya.