Cara Menanam Anggur di Pot agar Cepat Berbuah

Bagaimana cara menanam anggur di pot agar cepat berbuah? Tahukah Anda, selain ditanam di kebun, tanaman anggur (Vitis vinifera) juga bisa dipelihara di dalam pot lho. Terbayang kan bagaimana indahnya tanaman ini kalau dijadikan sebagai tanaman hias di depan rumah. Apalagi jika buah-buahnya yang tampak ranum tersebut sudah mulai bermunculan. Dijamin deh siapa pun akan terpana saat melihatnya!

Pemandangan yang menarik seperti demikian ini bisa kita buat asalkan mau mengikuti pedoman penanaman anggur yang benar. Terlebih menanam bibit anggur di pot memungkinkan kita untuk membentuk batangnya sesuai keinginan. Tidak terlalu sulit kok untuk menanam dan memelihara anggur. Berikut ini panduan langkah-langkahnya :

Langkah 1 : Memilih Pot yang Tepat

Mengingat bibit anggur yang ditanam akan dijadikan tanaman hias, maka pot yang digunakan sebagai wadahnya pun harus memiliki desain yang menarik. Tidak masalah apakah Anda ingin menggunakan pot yang terbuat dari bahan semen, plastik, atau tanah. Namun pot tanah memungkinkan tingkat kelembapan media tanam dapat terjaga dengan baik berkat pori-pori yang dimilikinya. Usahakan pilih pot yang berdiameter lebih dari 30 cm sehingga sistem perakaran anggur bisa tumbuh secara normal.

Langkah 2 : Menyiapkan Media Tanam yang Subur

Media tanam yang cocok digunakan untuk memelihara anggur terdiri atas tanah, pasir, dan pupuk organik dengan perbandingan 1:1:2. Perbanyak pemakaian pupuk organik apabila dirasakan tanah yang digunakan mempunyai tingkat kesuburan yang cukup rendah. Setelah dicampur hingga rata dan gembur, media tanam ini bisa Anda masukkan ke dalam pot yang telah diberi alas pecahan genteng sebagai penahannya.

Langkah 3 : Menanam Anggur ke Dalam Pot

Mulailah dengan membuat lubang tanam terlebih dahulu yang berkedalaman 5-10 cm dengan diameter sesuai ukuran polybag. Lepaskan polybag dengan hati-hati, hingga yang tersisa kini adalah bibit anggur dan media tanamnya. Kemudian tanamkan bibit anggur tersebut ke dalam lubang tanam pada pot. Lalu timbun kembali dengan tanah. Disarankan untuk memberikan air secukupnya supaya bibit ini mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Langkah 4 : Merawat Tanaman Anggur

Setiap hari tanaman anggur harus disiram, terutama di waktu sore. Penyiraman cukup dilakukan dengan memercikkan air secukupnya saja agar tidak merusak perakaran anggur. Bila tinggi tanaman anggur sudah mencapai 15 cm, Anda bisa memasang tongkat penahan (ajir) yang terbuat dari bilah bambu berukuran 1 m. Panjatan dari lilitan kawat juga diperlukan untuk membentuk batang anggur sesuai keinginan kita.

Agar kebutuhan nutrisinya tercukupi, tanaman anggur yang baru saja dipindahkan ke pot harus dipupuk ulang setiap dua minggu sekali hingga usianya mencapai tiga bulan. Pupuk yang digunakan berupa urea dengan dosis satu sendok makan per tanaman. Setelah berumur lebih dari tiga bulan, dosis urea bisa ditingkatkan menjadi dua sendok makan. Pemberian pupuk urea dilakukan dengan membenamkannya di pinggir pot.

Langkah 5 : Memangkas Cabang Tanaman

Seperti pada pohon mangga, memangkas cabang tanaman anggur berfungsi untuk memicu pertumbuhan bunga. Pemangkasan hanya ditujukan pada cabang tersier yang terletak di ruas keempat atau ruas kelima dari bagian pangkal cabang. Pada pemangkasan yang pertama kali mungkin bunga yang tumbuh akan berukuran kecil. namun Anda jangan khawatir sebab ukuran bunga tersebut semakin lama kan mekar sampai akhirnya menghasilkan buah anggur yang berwarna hijau.

Pada masa pertumbuhan bunga hingga perkembangan buah anggur, tanaman perlu disiram setiap hari sehingga kebutuhan airnya dapat tercukupi dengan baik. Tanaman anggur tersebut juga perlu diberikan pupuk NPK sebulan sekali dengan dosis sebanyak dua sendok makan per tanaman. Berikan juga pupuk organik berupa pupuk kompos atau pupuk kandang sebagai pemenuh kebutuhan nutrisinya.