Cara Membentuk Tajuk Pohon Tin yang Baik

Budidaya pohon tin kini semakin marak dilakukan di Indonesia. Tidak sedikit petani lokal yang mencoba peruntungan dengan menanam tumbuhan surga ini.  Walau pohon tin berasal dari kawasan Asia Barat yang notabene mempunyai kondisi cuaca yang kering dan panas, tetapi kenyataannya tanaman ini dapat tumbuh baik di sini. Bahkan pohon tin yang tumbuh di Indonesia jauh lebih subur dibandingkan habitat alaminya. Mungkin karena cuaca di sini tidak terlalu ekstrem.

Tujuan utama membudidayakan pohon tin yaitu mendapatkan buah-buahnya. Buah tin termasuk buah yang premium. Harganya di pasaran terbilang begitu mahal karena persediaannya yang masih langka, sedangkan peminatnya sangat banyak. Biasanya harga buah tin ini berkisar antara Rp 250-300 ribu/kg untuk buah yang segar. Sementara harga buah tin yang telah dikeringkan sedikit lebih rendah yaitu Rp 100-150 ribu/kg. Anda mungkin tertarik mencoba membudidayakannya?

Buah tin tumbuh di bagian atas ketiak daun. Munculnya buah ini ditandai dengan tumbuhnya benjolan kecil berbentuk bulat di bagian atas ketiak daun tanaman ini. Semakin banyak jumlah tajuk yang dimiliki, maka semakin banyak pula jumlah buah yang mampu dihasilkan oleh pohon tin. Cara memperbanyak tajuk pohon tin dapat dilakukan melalui proses pemangkasan. Proses pemangkasan untuk merangsang tumbuhnya tajuk ini ada aturannya. Mari kita pelajari caranya bersama-sama!

Contoh Pohon Tin dengan Tajuk yang Baik

Bagian-bagian Tajuk Pohon Tin

Batang Utama

Batang utama merupakan batang yang tumbuh tepat di atas akar. Usahakan jumlah batang utama ini hanyalah satu. Batang utama tidak boleh lebih dari satu karena dapat menyebabkan pembagian nutrisi sehingga pertumbuhan buah tin pun menjadi tidak optimal. Batang utama harus terus dipertahankan jumlahnya tetap satu sampai tingginya mencapai 1 meter. Setiap cabang yang tumbuh sebelum batang utama mencapai 1 meter wajib disingkirkan dengan cara dipangkas, dipotes, atau dipotong. Begitu pula dengan semua daun yang tumbuh di batang utama perlu dipangkas sampai habis.

Cabang Sekunder

Cabang sekunder merupakan cabang yang tumbuh setelah batang utama. Fungsi utamanya ialah sebagai penyangga cabang tersier yang nantinya akan menghasilkan buah. Sebagai penyangga, cabang sekunder harus dibuat sedemikian rupa supaya strukturnya kuat dan kokoh sehingga mampu menahan cabang tersier dengan baik. Idealnya setiap pohon tin memiliki cabang sekunder sebanyak 3-5 cabang. Ukuran cabang sekunder tidak boleh terlalu panjang karena dapat menyebabkan strukturnya menjadi lemah. Cabang sekunder juga tidak boleh memiliki daun sama sekali.

Cabang Tersier

Cabang tersier tumbuh di setiap cabang sekunder. Cabang tersier inilah yang harus kita beri perhatian yang lebih banyak karena di sini buah-buah tin akan tumbuh. Jumlah cabang tersier yang dijaga tidak terbatas. Justru semakin banyak jumlah cabang ini, maka semakin banyak pula buah tin yang sanggup dihasilkan oleh tanaman. Alhasil pohon tin tersebut memiliki produktivitas yang tinggi. Biarkan cabang tersier tetap mempunyai daun yang rimbun. Anda tidak perlu melakukan pemangkasan daun, kecuali untuk membentuk tanaman, mengurangi kelembaban, atau merangsang tumbuhnya buah.